Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Sedih yang tak berujung


__ADS_3

"Maa...Sidang pantukhir Minggu depan, apa mama sudah siap?", tanya Nandi


"Di....mau hasil apapun itu mama akan terima, kita harus bersyukur dengan segala apa yang Allah berikan".


"Maa...Nandi berharap lulus".


"Kita bisa berharap Nak, tapi jangan terlalu tinggi, agar pada saat yang kita harapkan tidak sesuai dengan keinginan, kita tidak akan terlalu kecewa. Berharap lah seadanya untuk meminimalisir kekecewaan". kata Niqy lagi.


"Kita harus perkuat di Doa, memohon kepada Sang Pemilik Kekuasaan alam semesta ini, perbanyak sholat Tahajud".


"Nandi sering Tahajud juga Maa, tapi kalau kecapean Nandi tertidur".


"Tidak apa-apa Di, itu adalah bagian dari usaha kita, selanjutnya semua kita serahkan kepada Sang Pemilik Kekuasaan".


"Iya Maa....".


Nandi kemudian memeluk mamanya.


"Terima kasih Yaa Allah telah memberikan aku seorang Ibu yang hebat seperti ini. Apapun hasilnya insya Allah Nandi akan menerimanya Maa".


"Nandi harus seperti itu, menerima apapun yang menjadi hasil yang telah ditetapkan, harus legowo, insya Allah akan ada hikmah dibalik dari perjuangan kita".


"Iya Maa....makasih". Balas Nandi


Tiba-tiba Handphone Nandi berdering.


Tuuuuuuuttt...tuuuuutt....


"Wa alaikum salam, yaa ini siapa", jawab Nandi lalu mengambil jarak beberapa meter dari Niqy.


"Oo Jihan, ada apa?!", tanya Nandi

__ADS_1


"Aku dengar kamu masuk tes calon Bintara ya?", tanya suara diseberang.


"Iya...cuma ikut meramaikan saja", jawab Nandi santai


"Hmm....kamu gak menanyakan kabar aku".


"Hehehe, maaf iya... bagaimana kabarmu", tanya Nandi


"Aku ingin kita seperti dulu lagi Nandi", Kata Jihan


"Maaf Jihan, aku mau fokus dengan cita-cita ku, maaf selama ini aku tidak pernah menghubungi kamu lagi, karena ada hal yang tidak bisa kuberitahu padamu", kata Nandi


"Tentang Mama kamu yaa?", tanya Jihan lagi


"Jihan maafkan aku yaa.....aku ingin kita berteman saja, wassalamu'alaikum", kata Nandi dan langsung menutup teleponnya.


Terkadang mengabaikan rasa kepada teman itu lebih baik, daripada harus menyakiti perasaan orang tua terutama mama kita.


Telepon Niqy berdering.


"Assalamualaikum, Maa dimana?", tanya Nandi


"Wa Alaikum salam, Mama dijalan Di, baru selesai ikut acara sosialisasi, nih baru mau menuju rumah".


"Besok sidang pantukhir Maa".


"Iya Di, Mama tahu makanya mama nih cepat pulang, bentar lagi sampai dirumah", kata Niqy


"OOO iya Ma, hati-hati", balas Nandi


Niqy Sampai dirumah......

__ADS_1


"Nandi besok pakai pakaian apa saat pengumuman nanti", tanya Niqy


"Pakai pakaian seperti biasa Ma, kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam".


Niqy mulai mempersiapkan semuanya, menyetrika baju Nandi dan mengingatkan apa-apa yang harus dibawa besok.


"Maa nanti besok kita ke SPN naik apa, perjalanan kesana setenga jam Maa", kata Nandi


"Nanti Mama coba hubungi kak Apris dulu".


"Besok Nandi sudah disana jam 6 pagi Ma, jadi Nandi tidak bisa barengan. Orang tua hadir tepat waktu jam 8, dan hanya satu orang yang bisa masuk di ruang Aula".


"Yaa baguslah, kan mama memang sendirian, hehe", kata Niqy


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Niqy mencari kakaknya Apris, yang mempunyai Rental Mobil. Ketika berpapasan tepat didepan rumah Niqy menyapa kakaknya.


"Kak Apris, besok pengumuman Nandi, bisa gak pinjam mobilnya, kita kesana sama-sama untuk mensupport Nandi".


"Mobilku sudah disewa Niqy, lagian mobil-mobil disini juga gak ada sopirnya". Jawab Apris.


Niqy kembali menelan kekecewaan, sampai disaat akhir seperti ini pun, bahkan saudara-saudara ku tidak ada yang memberiku dukungan.


Sabar Nak, kita memang hanya tinggal berdua, tidak ada yang memperdulikan kita.


Kembali terlintas sosok Ayah yang terus menguatkan ku. Sehingga mengingatkan atas segala nasehat beliau :


"Anakku Niqy, kamu harus kuat untuk menghadapi setiap aral dan kendala yang melintas dikehidupanmu, karena itu semua tidaklah abadi".


"Iyaa Paa....Niqy kuat kok menghadapi ini semua", kata Niqy lirih.

__ADS_1


__ADS_2