Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Mencari Baju yang Hilang


__ADS_3

Bulan sudah nampak dilangit menandakan kesunyian malam terulang lagi. Meski mata terpejam namun pikiran melayang kemana-mana tak tentu arah. Niqy terus bertanya-tanya dalam hatinya, kemana baju-baju Jon?! setiap ke kota M membawa 4 pasang baju kok pulangnya tinggal 2 pasang, setiap ditanya selalu jawabnya hilang diambil orang. Kejadian yang sama sering berulangkali dan itulah yang membuat Niqy harus bertanya juga berulangkali.


"Hey kok pakaian kamu belakangan ini seminggu sekali hilang terus, emang benar dicuri?", tanya Niqy


"Iya hilang waktu dijemur disana, kok mulai lagi sih, aku kan sudah menjelaskannya kemarin?!", dengan nada kesal Jon menjawab


"Aku kan nanya baik-baik kok kesal sih?, mancing emosi aja jawab Niqy dengan ketus


"Lha kamu kan yang mulai, maunya aku menjawab apa?!


"eh kamu kalau gak pernah mengkhianati aku dulu aku gak bakalan curiga, sekalian aja sekarang kamu ngaku udah punya lemari disana yaaa terserah aku gak perduli", emosi Niqy semakin memuncak


Pertengkaranpun terjadi lagi, adu mulut kembali bersahutan tak ada yang mau mengalah, dan dengan kasarnya Jon keluar sambil membanting pintu yang membuat kaget Nandi yang sedang duduk diluar.

__ADS_1


"Maa...papa kenapa?


"Kenapa emangnya?! Niqy pura-pura bertanya lagi


"tadi Nandi dengar Papa tutup pintu dengan keras, jelas Nandi


"oo itu, hehe gak apa-apa nak, papa gak sengaja, Nandi lagi ngapain? tanya Niqy mengalihkan topik pembicaraan


"Nandi lagi main game mama...


"iya maa sudah dijemput papanya tadi si Rio


"Ya udah klo gitu Nandi jumpa cepat bobonya yaa jangan selalu main game ntar matanya bisa sakit, mau pakai kacamata seperti mama?!,

__ADS_1


hehe tidak maa sambil menaruh mainannya di atas meja.


anak mama pintar hehe sekarang cuci kaki dulu dan gosok gigi yaa supaya tidurnya pulas gak mimpi yang aneh-aneh dan biar ke sekolah besok tidak terlambat, ayoo...sambil mengajak Nandi ke kamar mandi, setelah itu kembali ke kamar menyuruhnya tidur.


Ditempat terpisah berjarak sekitar 10 kilo meter dari rumah, Jon tengah bersama teman-temannya lagi asik menikmati miras lagi sambil bermain kartu Remi.


Sementara Niqy menghubungi Jon lewat ponselnya namun tidak ada jawaban.


Malam adalah waktu untuk melihat mimpi sedangkan siang adalah waktu untuk mewujudkannya, namun tidak dirasakan oleh Niqy, karena malam ini Niqy benar-benar tidak bisa menutup matanya untuk melihat mimpi itu.


Bagaimana aku bisa bermimpi sementara kekhawatiran itu muncul lagi yang menyebabkan aku susah untuk memejamkan mata, Niqy kembali hanya bisa mengeluh.


Prakk..prakk..terdengar suara langkah yang tertabrak dikursi, dan Niqy hanya terus memejamkan mata tanpa bersuara. Pintu kamar pun dibuka dan benar Jon kembali dalam keadaan mabuk lagi dan langsung naik ke atas ranjang untuk tidur.

__ADS_1


Sementara Niqy masih terus memejamkan mata berpura-pura tidur. Setelah merasa keadaan sudah aman akhirnya Niqy membuka matanya melihat Jon yang tertidur dengan pulasnya, Niqy hanya terus beristighfar dengan apa yang telah berlaku pada suaminya itu. Dan kembali dengan menutup mata sambil memeluk Nandi, Niqy terus mengusap kepala anaknya dan terus berdoa dalam setiap usapannya itu berharap anaknya tidak akan mengikuti sifat jelek dari ayahnya. Doa dan harapan itu terus-menerus terucap hingga rasa kantuk Niqy pun tak tertahankan, mengajak mata dan pikirannya untuk beristirahat dari segala beban pikiran yang menyelimuti kehidupannya.


__ADS_2