Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Tentang Gadis Itu


__ADS_3

Dia adalah seorang gadis remaja sederhana, berkulit putih. Seperti pagi itu disela istirahatnya Dinda menggunakan waktunya membaca buku sendirian dibawah rindangnya pohon depan kelas.


"Assalamualaikum Dinda...", sapa Nandi


"Wa Alaikum salam, Nandi", jawab Dinda


"Sendirian yaa?", tanya Nandi


"Kalau rame aku gak bisa fokus untuk membaca".


"Oh yaa....jadi aku mengganggu nih ya".


"Ah gak kok, emang ada apa Nandi".


"Gapapa kok, aku hanya ingin mengganggu hati kamu aja tapi keburu di cut, hehehe", jawab Nandi mencoba merayu Dinda.


"Ah kamu bisa aja".


"Eh btw mama kamu asik yaa, ramah sama teman-teman kamu", kata Dinda


"Iya, Mama aku memang seperti itu, selalu berusaha dekat sama teman-teman aku juga",


"Emang kenapa?".


"Gapapa, jawab Dinda sambil tersenyum


"Maaf yaa kalau mama ku menanyakan kamu tentang macam-macam, karena mama memang begitu orangnya, suka cari tahu tentang semua teman-teman ku, kadang juga sering diminta nomor telepon", kata Nandi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Mungkin mama kamu khawatir, makanya memantau kamu lewat teman-teman".


"Emang aku anak perempuan?", jawab Nandi

__ADS_1


""Hei gak mesti anak perempuan yang dikhawatirkan lho, selama kita punya orang tua pasti mengkhawatirkan anak-anaknya mau laki atau perempuan", kata Dinda


"Cara bicaramu seperti emak-emak aja Dinda, hahahaha", kata Nandi yang membuat Dinda kesal.


"Dah ahh...selamat membaca kembali emak-emak", kata Nandi sambil tertawa dan lalu meninggalkan Dinda yang lagi kesalnya menuju ruang kelas.


"Yeeeehhh, awas kamu yaaa, kata Dinda sambil melempari Nandi dengan potongan ranting kecil yang dibawah kakinya.


Suasana Kelas Nandi......


"Cieeee....cieeee....tadi ada yang pacaran didepan", kata Rizki salah satu teman Nandi yang sempat melihat Nandi duduk berdua dengan Dinda.


"Heyy....jangan gitu donk becandanya Ki?!", kata Nandi


"Kalian memang cocok Nandi", kata Dewi teman sekelas Nandi


"Emang Dinda gak punya pacar yaa?!", tanya Nandi yang membuat seisi kelas jadi riuh,


"Kita sekelas mendukung kalian berdua Nandi", huuuuuu kelas semakin riuhnya ditambah dengan tepukan dan sorak Sorai dari teman-temannya.


Nandi hanya bisa menahan perasaan malunya sambil menggaruk kepalanya, dan membalikkan badannya duduk dikursi.


"Assalamualaikum", sapa Guru kelas yang memasuki ruangan. Membuat mereka semua kembali ke tempat masing-masing, dan situasi kelaspun menjadi tenang, semua memperhatikan Ibu Guru didepan kelas yang mulai mengabsen dan menjelaskan bahan pelajaran saat itu.


Nandi pun tersenyum merasa terselamatkan dengan kedatangan ibu Guru dari ledekan teman-temannya.


##########


Sementara di Kantor Niqy.


Niqy masih dengan handphone yang melekat ditelinganya.

__ADS_1


"Niqy aku serius denganmu, kapan aku bisa bertemu dengan orang tuamu", kata suara diseberang itu.


"Maaf Im aku belum siap", jawab Niqy


"Trus kapan siapnya Niqy, jawaban kamu selalu sama setiap ku tanya akan hal itu".


"Aku masih fokus untuk anakku Im".


"Nandi sudah besar Niq, dia bukan anak kecil lagi, dia pasti mengerti.


"Maaf aku tidak bisa... Assalamualaikum.", jawab Niqy mengakhiri obrolan itu.


Huuufft salahkah aku menolak Im demi memilih anakku?! Aku tidak bisa mengingkari bahwa aku punya perasaan padanya tapi aku masih belum siap untuk melangkah lebih jauh.


Tuuuuutt.....Tuuuuutt.... Handphone Niqy berdering ada nama Nirmala tertulis disana.


"Haii Niq...dimana kamu?!


"Aku masih dikantor, ada apa?!".


"Ayoo reunian dirumahnya Isna, cuma kita-kita doank, sekalian support anaknya yang lagi Ultah tuh", kata Nirmala lagi


"Ooo anaknya Gilang yang berultah yaa", tanya Niqy kembali


"Iya...", jawab Nirmala


"Oke deh kalau begitu, Gilang sekelas dengan Nandi Lho", jawab Niqy.


"Ya udah besok sore aku jemput yaa pulang kantor", kata Nirmala lagi


"Okeyyy...", jawab Niqy.

__ADS_1


Percakapan itupun berakhir. Terkadang Niqy harus meluangkan waktu bersama teman-temannya, untuk mengurangi beban pemikirannya, berbagi suka duka dengan Sahabatnya, yang selalu ada untuk dia adalah salah satu cara terbaik untuk mengisi hari-harinya.


__ADS_2