
Pagi itu masih gelap, dinginnya menusuk tajam masuk ke kulitku, membuatku menggigil setiap hembusan angin itu menerpaku. Namun tidak menyulutkan semangatku untuk mengantarkan sahabat-sahabatku ke bandara.
Ega dan Vani hari ini akan berangkat menuju kota Semarang, untuk melanjutkan pendidikannya. Niqy yang ditemani kakaknya Apris menjemput Ega dan Vani dirumahnya masing-masing yang kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju bandar udara. Sepanjang perjalanan mereka saling menguatkan, saling support.
Suasana di bandara sudah ramai, banyak penumpang dan pengunjung disana. Perputaran ekonomi pun sudah dimulai, melihat Aktifitas dari para pedagang yang sudah ramai dengan transaksi yang mereka lakukan. Ada beberapa pesawat yang sudah terparkir, menunggu saat yang tepat untuk take off.
Kenapa tidak bersama Jon Niq?!, tanya Ega memecah suasana.
Dia lagi gak disini, jawab Niqy
"Ntar kalau sudah Magister jangan lupakan aku yaa", kata Niqy lagi untuk mengalihkan pembicaraan supaya Ega tidak menanyakan tentang Jon lagi.
Ega dan Vani pun memeluk Niqy dengan erat.
"Kami juga akan selalu mendoakan kebahagiaan mu Niqy", kata Vani
Pelukan erat itu seakan tidak akan dilepaskan, mengingat kebersamaan yang mereka lalui selama empat Tahun telah menjadikan mereka seperti saudara dan memiliki ikatan batin persahabatan. Rindu... itulah kata yang akan mereka rasakan nanti. Terutama Ega dan Vani yang baru pertama kalinya merantau berpisah dengan keluarga dan orang-orang terkasih mereka.
Pelukan itupun akhirnya terlepas ketika terdengar nomor penerbangan mereka lewat pengeras suara bahwa pesawat mereka beberapa menit lagi akan segera take off.
__ADS_1
Lambaian tangan pun seakan menjadi tanda perpisahan diantara mereka.
Niqy hanya melihat kedua sahabatnya itu masuk melalui pintu pemeriksaan keberangkatan sambil memperlihatkan ticket pesawatnya kepada petugas untuk Check in, sampai punggung mereka tak kelihatan lagi baru Niqy pergi menuju parkiran mobil yang sudah di tunggu kakaknya.
Beberapa menit kemudian terlihat pesawat sudah take off meninggalkan kota G.
Ada rasa sedih disana namun dengan kesekian kali Niqy terus berdoa semoga keputusan yang di ambilnya adalah yang terbaik.
6 Bulan Telah Berlalu...
Tak terasa pekerjaan Niqy disebuah studio editing Rindang Media sudah satu semester. Dengan aktifitas baru itu Niqy sudah mempunyai penghasilan sendiri, walaupun tidak banyak, setidaknya bisa menikmati hasil kerjanya bersama dengan Nandi saat liburan tiba.
Kalau begitu Nandi harus belajar yang giat yaa, dan sekarang mumpung sebelum ujian kita jalan-jalan aja dulu, santai sejenak karena mama baru gajian hehehe.
Gajian itu apa Maa..tanya Nandi
Gajian itu hasil kerja yang diberikan atasan kepada karyawannya yang telah bekerja di perusahaannya.
Dikasih uang Ma? tanya Nandi lagi
__ADS_1
Iya...di gaji perbulan, jadi setiap bulannya mama dikasih uang sama atasan mama, Jelas Niqy
Papa tidak pernah kasih uang ke mama lagi? tanya Nandi lagi
Ada sayang, kenapa Nandi tanya begitu? tanya Niqy sambil menyembunyikan rasa kagetnya, karena selama ini Jon tidak pernah lagi menafkahi kehidupan rumah tangga mereka.
Soalnya Nandi perhatikan Mama kelihatan bahagia sekali setiap terima gajian, kata Nandi
Iya Nandi...kan apa yang diterima harus kita syukuri, mau itu nominalnya besar atau kecil kita harus bersyukur. Jelas Niqy lagi
Nanti kalau Nandi sudah besar Nandi akan kerja dan kasih mama uang banyak biar mama bahagia selalu.
Aamiin, Insya Allah...tapi sekarang Nandi belajar baik-baik dan jangan dulu mikirin yang macam-macam.
Iya Ma....jawab Nandi
Dan mereka berdua pun menikmati kebersamaan tanpa Jon yang selalu mengutamakan pekerjaan dan tempat nongkrongnya bersama teman-temannya daripada menyisihkan waktu untuk anak dan istrinya.
Mereka terus melewati waktu itu bersama, bersenda gurau, melupakan hari-hari yang penuh dengan kesedihan.
__ADS_1