Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Hanya Waktu yang Bisa Menjawabnya


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, Niqy merasakan kenyamanan dan bahagia itu meski hanya bersama teman-temannya. Bertemu lagi dengan sahabatnya dimasa masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah dulu membuatnya sangat bersyukur, karena sahabatnya Nirmala itu sekarang sudah jadi seorang Dekan di salah satu Universitas terbesar di kota G juga.


Flashback pertemuan awal dengan sahabatnya Nirmala......


Saat itu Niqy sedang mengerjakan proyek perusahaan disebuah laptop, dan media sosial FB nya sedang terbuka. Tiba-tiba ada notifikasi tertulis "ada satu komentar dari Nirmala Afrianti", dan Niqy pun langsung membaca komentar itu yang tertulis "Hai apa kabar Niqy sahabatku". Membaca komentar itu Niqy langsung memulai percakapan lewat pesan messenger :


Niqy : "Hai Nirmala.....aku dah bercerai".


Nirmala : "Haach.....serius kamu Niqy", aku tidak pernah baca status kamu berpisah di FB"


Niqy : " Masa' status janda di publis sih, apa nanti komentar netizen",


Nirmala : "Iya..iya..aku ngerti kok, ayoo ketemuan dulu


Setelah melewati percakapan itu Niqy dan Nirmala jadi sering ketemu. Niqy mencurahkan segala beban isi hatinya kepada sahabatnya itu. Begitupun dengan Nirmala yang menceritakan proses kariernya hingga sekarang.


Setiap kegiatan pengabdian masyarakat di Kampus yang Nirmala pimpin, selalu melibatkan Niqy. Untuk mengurangi beban pemikiran Niqy karena stres. Itupun kalau Niqy lagi punya waktu luang.

__ADS_1


Penguatan selalu datang dari teman-temannya, ajakan rekreasi juga selalu diterimanya sebagai penetralisir rasa yang berkecamuk dipikirannya selama ini.


Niqy menikmati setiap proses yang diberikan Tuhan padanya. Meski menjalaninya masih dengan kesendirian.


"Niqy..., dah mau 4 tahun lho, kamu gak mau menikah lagi?, aku perhatikan kau selama ini menjadi geram ketika ada seorang laki-laki yang mendekati", kata Nirmala


"Aku belum siap aja Nirmala, ntar kalau udah waktunya mungkin aku akan mencoba untuk memulai lagi, untuk sekarang aku belum bisa, aku masih memikirkan Nandi", jawab Niqy


"Nandi sudah besar Niqy, dia pasti akan paham, kau butuh seorang pendamping untuk menjagamu dan anakmu juga butuh perhatian dari seorang Ayah lagi", kata Nirmala lagi


Tiba-tiba Nandi menatap Nirmala dengan tajam, sorot matanya seakan menolak apa yang menjadi percakapan antara mamanya dan temannya itu.


"Nandi....kalau ada yang menyukai mama Nandi mau terima kan?",


"TIDAKK....Mama hanya boleh dengan papa", jawab Nandi yang membuat Nirmala kaget.


Nirmala pun sudah tidak membahas tentang itu lagi dan hanya kembali mengenang masa-masa muda mereka dulu sewaktu masih sekolah.

__ADS_1


Tentang ikatan persahabatan, cara menghargai dan bersahabat dengan tulus menjadi topik saat itu, dan Nandi pun menyimak setiap percakapan mereka, dan sesekali tertawa mendengar mamanya menceritakan kisah-kisah lucu saat masih sekolah dulu.


Setelah beberapa jam melewati waktu di sebuah restoran megah itu, akhirnya Nirmala pamit pulang. Mengakhiri pertemuan itu dengan pelukan hangat sebagai penguatan kepada sahabatnya untuk tegar menjalani hidup ini.


Nirmala pun memeluk Nandi selayaknya anaknya sendiri dan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu diberikannya kepada Nandi.


Melihat itu Niqy langsung menahan tangan Nirmala, namun Nirmala menurunkan tangan Niqy dan sambil tersenyum berkata :


"Tidak apa-apa Niqy",


"Ini untuk jajan Nandi disekolah nanti yaa, jangan selalu membantah orangtua apalagi kepada seorang ibu, belajar baik-baik yaa", kata Nirmala, dan lalu Nandi menyalami sahabat mamanya itu.


Ada rasa ketulusan berdesir disukmanya Nandi saat itu.


"Terima kasih yaa, kau masih dermawan seperti dulu, kau masih seperti Nirmala sahabat yang ku kenal dulu", kata Niqy dengan terharu.


"Alhamdulillah, sama-sama kita saling mendoakan yaa, semoga kita masih diberi kesehatan dan kesempatan lagi untuk mengukir momen dihari esok, bye", akhiri Nirmala sambil melambaikan tangan kepada sahabat dan anaknya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2