Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Dukungan sang Ayah


__ADS_3

3 Bulan telah berlalu


Tidak pernah ada kabar lagi dari Jon, tidak ada nafkah untuk anak dan istrinya,


sementara orang tua Niqy bertanya-tanya dimanakah keberadaan Jon, apa yang terjadi dengan rumah tangga mereka. Pertanyaan itu mengusik pikiran orang tua Niqy.


Sementara Niqy diruang tamu duduk termenung memikirkan bagaimana caranya mengungkapkan keinginan kepada ayahnya untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.


"Aku rasa ini waktu yang tepat untuk bilang ke papa kalau aku ingin melanjutkan pendidikan ku, tapi bagaimana yaa menjelaskan nya, aku takut Papa akan berfikiran macam-macam", pikir Niqy.


Melihat Niqy duduk termenung, Papanya mendekati dan duduk disebelahnya dan bertanya


"Niqy..sudah lama Jon tidak pulang kenapa? tanya papa Niqy


"Jon kerja Pa dikampung halamannya", jawab Niqy seadanya.


"Apa dia mengirimkan uang jajan untuk Nandi dan menafkahi mu?"


"Iya Paa, Jon juga sering menelepon Paa, tidak apa-apa, Papa tidak usah khawatir", jawab Niqy berbohong menutupi masalah keluarga nya.


"Yaa sudahlah kalau tidak ada apa-apa, Papa hanya ingin memastikan saja", jawab Papa Niqy

__ADS_1


"Paa....", Niqy memanggil


"hmm.." jawab papa yang sedang membaca koran.


"Papaa...Niqy mau kuliah", dengan rasa cemas menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut papanya.


Setidaknya ringan seketika bebannya karena telah memberanikan diri untuk mengeluarkan kalimat ajaib itu.


"Kuliah? trus Jon dan Nandi bagaimana?"


"Jon kan kerja dikampung, dan Nandi kan SD sekarang sudah mengerti, nanti kalau kuliah Niqy akan atur jadwal perkuliahan nya paaa, biar tidak mengabaikan pekerjaan Niqy sebagai mamanya Nandi dan Istrinya Jon", jawab Niqy untuk meyakinkan papanya.


"Rencananya Niqy mau ambil jurusan Komputer Pa, Niqy ambil yang Diploma Satu saja dulu kuliahnya hanya 1 tahun".


"Kenapa tidak ambil sekalian Program Sarjana saja?", tanya papa Niqy


"Niqy gak punya uang Paa, jadi ambil Diploma saja dulu, nanti kalau sudah punya kelebihan Niqy mau melanjutkan lagi ke program Sarjana",


"Niqy...Kalau kau mampu sekalian kuliahnya langsung ambil program Sarjana saja, asalkan Niqy mampu untuk menyelesaikan studinya sampai akhir Papa insya Allah bisa bantu".


Dengan mata berbinar-binar bahagia Niqy mengucap syukur Alhamdulillah mendengar motivasi dari sang ayah,

__ADS_1


Terima kasih Papa....Niqy akan kuliah tepat waktu, Niqy akan tunjukkan sama papa kalau Niqy bisa menjadi seorang Sarjana. Saking bahagianya Niqy melupakan masalah nya. Dan dengan senangnya mulai mencari informasi pendaftaran Mahasiswa Baru di salah satu kampus ternama yang berada di Kota G.


Niqy mulai menghubungi beberapa temannya yang sudah mendaftar lebih dulu, menanyakan info dan membuat janji untuk bersama-sama ke kampus IG mengambil formulir pendaftaran. Olivia saat itu yang menjadi teman Niqy untuk mengurus segala berkas yang menjadi persyaratan untuk penerimaan mahasiswa baru itu.


Tuut..tuuut ...Hp Niqy berbunyi, terlihat nama Olivia disana


"Hai Niq bagaimana dengan berkas-berkas mu yang mo dibawa besok di kampus?


"Hai juga Oliv, berkasku sudah aku persiapkan semuanya, kamu bagaimana?


"Aku juga sudah, aku nelpon hanya untuk memastikan saja besok jam berapa kita ke kampus",


"Oo yaa kalau kamu punya waktu besok jam 10 aja yaa..."


"Yaa udah kalau begitu, nanti aku minta suamiku untuk mengantar kita besok yaa, kamu siap-siap aja , biar aku jemput", jelas Oliv.


"Oke..okee....!


Alhamdulillah dapat tumpangan besok, setidaknya untuk mengurangi biaya hehehe, Niqy senyum-senyum sendiri setelah menutup telepon dari Oliv.


Oliv adalah sahabat Niqy sejak masih di Sekolah Dasar, semenjak mulai mengurus berkas perkuliahan itu intensitas pertemuan Oliv dan Niqy semakin sering, karena walaupun masing-masing sudah berkeluarga mereka memilih kelas reguler agar lebih merasakan proses menjadi mahasiswa itu seperti apa.

__ADS_1


__ADS_2