
Ada mendung disana yang harus kututupi, ku baluti dengan pelangi sehingga tetap berwarna indah dan membuat terkesima setiap mata memandangnya.
Tidak mudah untuk mengambil keputusan ini, namun Bahagia pun harus diperjuangkan. Berada dalam bayang-bayang harapan yang tak pasti, menanti perubahan yang selalu menjadi keyakinan yang tidak pernah kunjung datang, yang akhirnya membuat Niqy yakin untuk tetap melangkah kedepan tanpa seorang Jon lagi.
Seketika jawaban itu datang seiring dengan ikhtiar dan Doa yang telah dilakukan Niqy. Menangis disepertiga malam memohon petunjuk dalam sholat Istikharah nya. Air mata terus mengalir dengan penuh harapan, semoga ini adalah petunjuk yang terbaik dari MU Yaa Allah, yang disetiap sujudku selalu kupanjatkan. Pergilah darah sedihku, jangan menghalangi kebahagiaan ku, karena aku ingin benar-benar merasakan bahagia itu kelak bersama anak semata wayang ku.
Besok harinya.....
Langkah itu terasa ringan, apa yang dipikirkan Niqy sudah mantap. Dengan keyakinannya Niqy menuju rumah kakak tertuanya untuk mengutarakan isi hati yang dipendam selama ini.
"Assalamualaikum",...sapa Niqy ketika bertemu dengan Ayu, anak kakaknya Niqy.
"Wa Alaikum salam Mama Dandi",...jawab Ayu
"Papa ada?", tanya Niqy
"Tuh lagi menonton TV diruang tengah", kata Ayu lagi
Niqy langsung menuju keruang tamu dan mendapati kakaknya sedang menonton.
"Kak...aku ingin cerai", kata Niqy sambil memeluk kakaknya
__ADS_1
"Kamu sudah memikirkannya baik-baik Dek?", tanya Kakak Niqy, sambil membalas pelukan adik perempuan satu-satunya itu.
"Iya kak",...kata Niqy dengan menahan tangisnya.
"Dari dulu kita semua sudah tahu perbuatan dari Jon suamimu itu, cuma kita tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga mu, kita menunggu kamu untuk menjelaskan masalah mu dengan keluarga, namun kau terlalu kuat menanggung semua beban masalahmu tanpa melibatkan keluarga", jelas Kakak Niqy
Mendengar itu semua Niqy menangis sejadi-jadinya, tak menyangka ternyata keluarga sudah mengetahui perbuatan Jon yang selalu mengkhianati Niqy.
Huuuuhuuhuuu....tangisan Niqy akhirnya pecah, airmata membasahi kedua pipinya.
"Aku bangga padamu adikku yang selalu tegar menghadapi semua ujian ini", kata Kakak Niqy.
Niqy pun melepaskan pelukan dari kakaknya.
Kakak Niqy pun mulai menghubungi semua saudara kandungnya untuk meminta mereka berkumpul bertemu dirumah orang tua.
Nampak terlihat mereka mendengarkan apa yang sedang dijelaskan Niqy kepada kedua orangtuanya, semua menyimak dengan sangat baik apa yang disampaikan Niqy dan lalu memberikan petuah-petuah dan penguatan kepada Niqy untuk terus bersabar dalam menghadapi kehidupan ini.
"Jika ini memang sudah menjadi keputusan mu, sebagai orangtua kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tapi saran Papa bicarakan lagi baik-baik dengan suamimu dengan pikiran jernih, supaya semua bisa diselesaikan dengan baik-baik".
"Sudah Pa....Niqy bahkan sudah menghubungi kakaknya yang dikota, dan kakaknya bilang ke Niqy kalau sudah tidak mampu bersabar lagi dengan Jon, mereka menyerahkan keputusan semuanya pada Niqy, karena Niqy yang menjalani rumah tangga ini", jelas Niqy.
__ADS_1
"Jon mana?", tanya papa Niqy lagi
"Dia telah pergi Pa", kata Niqy
Tiba-tiba Nandi muncul dan bertanya : "Maa..Papa mau kemana?! tadi papa pamit sama Nandi dan minta maaf mau pergi jauh", kata Nandi yang menghampiri mereka.
Suasana Hening Seketika....
"Papa mau kemana Maa...", tanya Nandi lagi.
Niqy tak mampu menjawabnya, hanya airmata yang terus mengalir. Melihat suasana seperti itu, Apris memeluk Nandi dan berkata,
"Papa pergi sebentar, Nandi bersama Papa Apris dulu yaa, ayook kita jalan-jalan...", kata Apris kepada Nandi, lalu mengajak pergi Nandi jalan-jalan bersama dengan Istrinya.
"Niqy...bagaimana dengan Nandi?", tanya Papa Niqy lagi.
"Saya yang akan merawat dan membesarkan Nandi Pa", Kata Niqy dengan tegas.
"Kamu yakin dengan segala konsekwensinya kan?", tanya Papanya lagi
"Niqy siap lahir batin Pa...semua sudah Niqy fikirkan baik-baik", jawab Niqy lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....