
Kabut kesedihan itu masih tebal menyelimuti kehidupan rumah tangga Niqy dan Jon. Keteguhan hati dan kesabaran dari seorang Niqy tidak bisa dibendung lagi. Akhirnya Niqy luluh, pasrah dengan rasa sakit yang teramat lama dihadapinya.
Melepaskan adalah cara terbaik karena bahagia itu telah jauh dari kehidupan Niqy. Bagaimana tidak, semakin Niqy menyembunyikan masalahnya dari keluarga, menutup rapi setiap apa yang dirasakannya, justru dari sisi lain terkuak juga perbuatan Jon yang tidak bisa Niqy toleril lagi.
Sore itu ketika Niqy kembali ke rumah sepulang dari kerja, suasana rumah nampak lengang sepi namun dengan perlahan Niqy tetap masuk dan menyapa orang-orang yang didalam rumah.
"Assalamualaikum Maa",....salam Niqy ketika mendapati mamanya yang lagi duduk termenung dikursi sofa yang empuk itu bersama Agung dan Apris kakaknya Niqy.
"Wa Alaikum salam",...jawab mamanya Niqy dengan senyum terpaksa yang tidak bisa ditutupi oleh mamanya karena nampak sekali kesedihan itu di wajah keriputnya.
"Maa....ada apa"...tanya Niqy lagi dengan suara perlahan,
Tidak ada jawaban yang diperoleh Niqy, namun hanya airmata terus mengalir di mata tua keriput itu.
"Ada apa sebenarnya Kak?", Niqy melemparkan pertanyaan itu kepada kakak-kakaknya dengan kegundahan hatinya dan terus bertanya-tanya, ada apa sebenarnya.
__ADS_1
"Sebenarnya, kita gak mau ikut campur Dek, karena ini adalah masalah rumah tanggamu", kata Apris yang merupakan kakak keduanya Niqy.
"Ada apa sebenarnya Kak?", tanya Niqy semakin penasaran.
"Tadi didepan rumah Jon dipukul oleh seseorang yang katanya adalah suami dari perempuan yang bernama Yem", Jelas Apris
"Haaach?!...Pak Anwar maksudnya?", tanya Niqy lagi dengan kaget karena tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Kamu kenal yaa, dengan laki-laki itu?", tanya Apris menimpali
"Kenapa emangnya Kak?, apa yang terjadi, tanya Niqy lagi dengan perasaan yang sudah tidak beraturan, mengingat semua perbuatan Jon yang dengan tega melakukan ini semua sudah sangat keterlaluan sekali.
"Nanti jelasnya kamu langsung tanyain ke Jon saja, cuma pas kejadian tadi aku didepan rumah, melihat dengan mata kepalaku sendiri Jon dipukul oleh Bapak itu ditemani oleh seorang perempuan yang berada didalam mobil, dan mengatai Jon dengan kalimat-kalimat yang tidak senonoh, sering membawa istrinya pergi".
Setelah mendengar itu semua Niqy hanya tertunduk, badannya terkulai lemas namun didepan Ibu dan saudara-saudaranya, Niqy tetap berusaha tegar. Niqy pun pamit kepada Ibu dan saudaranya untuk ke kamar.
__ADS_1
Sambil duduk dipinggir ranjang diruang kamar itu, Niqy hanya terus beristighfar, mencoba mengembalikan kekuatannya dengan selalu menyebut kalimat Allah itu berulang ulang. Karena untuk mengganti pakaian saja, Niqy sudah tidak sanggup lagi, kekuatan Niqy seakan terkuras ketika mendengar itu semua.
Dan beberapa menit kemudian...
Krek...suara pintu kamar terbuka,
"Niq maafkan aku, aku ingin menjelaskan sesuatu", kata Jon memelas.
"Apa lagi Jon yang ingin kau jelaskan", serak suara Niqy terdengar.
"Aku minta maaf Niq...kali ini aku benar-benar menyesal", Kata Jon dengan memelas
"Aku selalu bilang padamu berulangkali Jon, cukup aku yang kau sakiti jangan orang-orang terdekatku. Karena ketika semua perbuatanmu diketahui oleh mereka, tidak ada lagi tempatmu dihatiku. Mereka memperlakukanmu dengan sangat baik tapi kenyataannya kau tidak pernah menghargai mereka. Didepan mata mereka kau dikatai karena ulahmu sendiri, dipukuli, namun kau selalu dan selalu menganggap aku bisa menerima lagi dan lagi permintaan maaf mu itu, haach..?!", jelas Niqy dengan sangat marahnya
"Aku capek Jon, aku mau cerai. Aku tidak bisa memaafkan mu lagi. Sesegera mungkin aku akan ke kantor Pengadilan Agama".
__ADS_1
Dan lalu Niqy meninggalkan Jon yang masih dengan segala perasaan bersalahnya. Menyesal sudah tidak ada gunanya karena Seburuk-buruknya menyimpan bau busuk pasti akan tercium juga.