
Bertahan dan terus berusaha untuk menjaga keutuhan rumah tangga adalah hal yang selalu dilakukan oleh mama Nandi, menghadapi karakter dari papanya Nandi yang terus dilakukan berulang-ulang adalah ujian terberat dalam hidup, butuh kesabaran untuk melalui semua karena untuk mengakhiri pernikahan adalah sebuah dosa besar yang tidak akan mungkin dilakukan, mengingat janji suci yang pernah diucapkan bersama saat menuju pernikahan sakral.
Mengingat pengorbanan Niqy yang memilih untuk menikah daripada melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi, karena ketika memutuskan untuk menikah Niqy merasa untuk menjadi ibu rumah tangga tidak harus menjadi Sarjana dulu, dan untuk bahagia tidak ditentukan dari seberapa tinggi pendidikan seseorang, dengan pertimbangan itulah Niqy bertekad untuk terus memperjuangkan bahagianya, karena sudah meninggalkan masa-masa remajanya dan memilih untuk bahagia dalam pernikahannya, dan juga mengingat kehadiran dari anak semata wayangnya yang melengkapi pernikahannya dan masih kecil yang masih butuh perhatian dari kedua orang tua.
Malam itu pukul 01.00 wib Niqy terbangun dari tidurnya dan dengan perasaan yang tidak karuan, peluh keringat bercucuran didahinya, jantungnya berdebar seakan mengisyaratkan sesuatu telah terjadi,
"Yaa Allah perasaan apakah ini? kenapa malam ini aku terbangun dari tidurku dengan perasaan seperti ini, padahal aku tidak sedang bermimpi, pertanda apakah ini Yaa Allah"? ucap Niqy,
Pikiran terus menuju ke papanya Nandi yang malam itu sedang berada di kota M, dan Niqy pun langsung mengambil handphonenya menghubungi papa Nandi yang lagi diluar kota itu,..
__ADS_1
Tuuuut...tuuuutt...tuuuut...tuuuut, bunyi panggilan telpon itu berbunyi terus, berusaha menyambungkan ke pemilik handphone diseberang sana, Niqy masih dengan sabar menunggu jawaban suara telepon, dan beberapa menit kemudian,
Halo..., jawab suara yang diseberang sana, dan semilir terdengar lirih suara ombak yang sedang bergemuruh lewat speaker handphone,
"Kamu lagi dimana? kok jam begini belum tidur?, perasaanku tidak enak,
"Aku lagi...lagi dipantai , dengan teman-temanku
Iyyaa...mereka agak berjauhan denganku..
__ADS_1
Paa...apa yang kamu lakukan, perasaanku gak enak nih,
aku gak ngapa-ngapain kok, sudah tidur saja, besok aku pulang.. tuuut, tuuut, suara diseberang sana pun terputus.
Dikamar sederhana yang berukuran 4 x 4 meter itu Niqy kembali berbaring dan memikirkan apa yang dikatakan oleh suaminya dari seberang, namun suara ombak dipantai itu juga masih terngiang-ngiang ditelinganya, "pasti ada yang tidak beres nih," gumam Niqy....masih dengan perasaan tidak enak hatipun Niqy akhirnya bangun dan mengambil air untuk diminumnya, diteguknya air minum itu siapa tau bisa mengurangi keresahan dalam hatinya,..
Hingga pagi hari mata ini belum terpejam, gejolak batin seorang istri terus saja meyakinkan ada sesuatu yang telah terjadi, namun melihat polosnya sosok anak lucu berbaring disampingnya yang sedang tertidur pulas membuat hati Niqy tenang, dan lalu Niqy mengecup dahi anak itu dengan terus berharap semoga semua baik-baik saja.
Sementara diseberang sana, dengan gemuruhnya suara ombak seakan menambah kemesraan dari kedua pasangan yang lagi jatuh cinta itu, perempuan yang ternyata Yem itu sedang berbaring diatas dadanya Jon yang tak lain adalah papanya Nandi. seakan tak mau melewati kesempatan itu, mereka melanjutkan hubungan terlarang yang sempat terhenti dengan suara telepon tadi.
__ADS_1
Semakin larut kedua insan yang lagi kasmaran itu seakan tenggelam dengan permainan mereka sendiri, sesekali hanya terdengar erangan keduanya menikmati setiap sentuhan dan gairah malam itu. Malam yang dingin dan hanya ditemani bintang seakan menjadi saksi atas hubungan terlarang itu.
BERSAMBUNG...