Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Bimbang


__ADS_3

Kembali ke kota G....


Di sebuah taman yang berada di kota G, yang dipenuhi kerlap kerlip lampu hias yang tertata rapi, dan dengan dipadati oleh pengunjung yang berpasangan dan beberapa para penjual membuat taman itu nampak ramai...


Niqy mencurahkan segala kekecewaan yang dipendamnya selama ini kepada Jon.


"Jon..Kita harus introspeksi diri dulu, banyak sudah kejadian yang kamu sembunyikan dari aku, dan aku ingin kita berpisah dulu, aku ingin sendiri, aku tidak mau melihat kamu disini lagi, pulanglah ke kampungmu siapa tau dengan keberadaan mu disana bisa mengubah cara berfikirmu dan membuat kamu sadar untuk menjadi suami yang lebih baik itu seperti apa, dan juga mungkin dengan jarak ini akan membuat kita berdua bisa menghargai arti dari kebersamaan," kata Niqy


"Kamu gila yaa, aku tak mau berpisah dengan anakku",..tantang Jon dengan marahnya tidak mau kalah.


"Kalau kau sayang anakmu kenapa selama ini kau menghianatiku, kau membohongi ku, kau bersama perempuan lain disana",..teriak Niqy dengan emosinya.


"Apapun yang kamu katakan aku tidak mau meninggalkan mu", sela Jon


"Aku tidak bahagia bersamamu Jon", kata Niqy lagi

__ADS_1


Dengan emosi yang tak tertahankan Jon menyalakan mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi,


"Kalau kau mau mati, mati saja sendiri kenapa kau harus membunuh aku dan anakmu",


Teriak Niqy didalam mobil dengan ketakutan karena mobil melaju dengan sangat cepat.


"Tarik semua kata-katamu tadi, kalau tidak aku akan menambah lagi kecepatan mobil ini", kata Jon


"Aku tidak mau....aku tidak bahagia bersamamu, kau menghianatiku, aku tau semua perbuatanmu diluar sana, turunkan aku disiniiii.....!?",


Karena Niqy tidak mau kalah, Jon memberhentikan mobil dengan mendadak dan mengambil silet (barang tajam) mengiris tangannya sampai berdarah...


"Kau mengancam ku lagi Jon haaach....!?, kamu tega Jon...kamu memintaku untuk bertahan bersamamu tapi kamu memaksaku kembali dengan mengancamku seperti ini, caramu membuatku muak Jon....!! Kata Niqy dengan kesalnya


Darah terus mengucur dari tangan Jon, dan Nandi pun terus menangis dipangkuan Niqy melihat darah yang terus mengalir, dan Jon terkulai lemas diatas setir mobil.

__ADS_1


Niqy jadi tidak tega melihatnya, dan Jon meminta maaf untuk tidak melakukan lagi. Dan mengakui kesalahannya. Akhirnya Niqy luluh lagi dengan kesekian kalinya. Lalu mengajak Jon untuk kembali ke rumah.


Malam itu Niqy masih terus berfikir....


Aku harus kembali mengambil keputusan, karena selama menjalani rumah tangga ini pengkhianatan terus berulang kali dilakukan oleh Jon padaku, aku tak tahan lagi aku butuh pelampiasan agar bisa memotivasi hidupku, aku tidak ingin jatuh lagi, aku harus bangkit dan memperjuangkan bahagiaku dan juga masa depan anakku.


Tujuh Tahun menjalani rumah tangga, banyak kekecewaan yang aku terima dan Jon tidak pernah merubah sikapnya, selalu bersembunyi dibalik kata "maafkan aku", setelah dimaafkan dilakukan lagi hal yang sama, aku tak tahan lagi, aku harus melakukan sesuatu untuk melampiaskan emosiku,...


Niqy terus berfikir mencari cara untuk merubah masa depannya menjadi lebih baik dan juga untuk kelangsungan hidup anak semata wayangnya, karena dengan usia pernikahan yang sudah beranjak 7 tahun masalah yang ada masih saja sama, perselingkuhan, mabuk-mabukan, bahkan tidak memberikan nafkah kepada istri dan anaknya.


Banyak perbandingan yang membuat Niqy harus terus berfikir untuk melakukan perubahan yang lebih baik.


Tiba-tiba saja dipikirannya muncul ide untuk melanjutkan pendidikan jenjang Strata Satu yang sempat tertunda dulu karena lebih memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Niqy menganggap bahagia akan didapatkan ketika menikah, menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga, tapi justru sebaliknya.


Merasa tidak bahagia Niqy harus kembali mengubah keputusannya untuk melanjutkan pendidikan, karena dirumah tangga Niqy sudah tidak dapatkan kebahagiaan lagi.

__ADS_1


Namun biayanya darimana yaa?!, Niqy tak punya simpanan uang, boro-boro punya simpanan, sedangkan nafkah yang diberikan Jon saja terkadang diminta lagi untuk belikan rokok dan keperluannya. Keinginan itu akhirnya hanya menjadi angan-angan, mengingat kondisi yang tidak memungkinkan.


__ADS_2