Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Tentang Dia


__ADS_3

Setahun kemudian ....


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Nandi sekarang sudah kelas 12, sebentar lagi akan lulus.


"Mama nih kenalin pacar Nandi", sambil memperlihatkan video call dari handphonenya.


"Haach pacar?!, apa'an sih, gak ada pacar-pacaran Di, teman pokoknya teman", kata Niqy


"Yaa Mamaa temaann, nih kenalin dulu",


"Siapa itu?!, Dinda yaa...", tanya Niqy


"Yaach Mama, bagaimana Mama bisa tahu kalau gak lihat layar handphonenya".


"Hmm mana, Hallo ni siapa yaa", tanya Niqy mulai mengobrol lewat video call


"Ini saya Dinda Tante", jawab Dinda dengan terbata-bata karena segan bicara sama Niqy


"Ooww Dinda yaa, Kirain siapa".


"Tante apa kabar?".


"Alhamdulillah baik Nak".


"Panggil mama aja yaa, supaya lebih akrab, karena mama ingin semua teman-teman Nandi akrab dengan Mama, supaya lebih mudah berinteraksi".


"Owh iya Tante...eh Mama", jawab Dinda


Nandi cengengesan mendengar obrolan Dinda dan mamanya.


"Sekarang dah kelas 12 semester awal, gak akan terasa beberapa bulan lagi mau ujian, jadi mama harap Dinda sama Nandi ataupun dengan teman-teman lain saling support yaa, supaya bisa lulus sama-sama", kata Niqy

__ADS_1


"Iya Maa...", jawab Dinda


"Yaa udah, bicara sama Nandi dulu yaa, mama lagi mau kerjakan sesuatu", kata Niqy sambil menggeser handphone kedepan Nandi lagi.


Nandi pun mengambil handphone dari Niqy lalu kembali ke kamar melanjutkan obrolan dengan Dinda.


"Tuh kan, kamu dengar sendiri bagaimana Mama memperlakukan kamu". kata Nandi memulai percakapan


"Iya Nandi tapi aku harus fokus dengan sekolah dan rutinitas kajian yang harus aku ikuti", jelas Dinda


"Ah..semua hanya alasan saja kan, bilang saja kalau kamu sudah pacaran sama si Zul ketua OSIS sahabatku itu", kata Nandi dengan nada cemburu


"Astaghfirullahal Adziim, Nandi kamu kok nuduh aku begitu sih, memang Zul pernah mengungkapkan perasaannya padaku tapi aku menolaknya", jelas Dinda


"Hmm tuh kan, benar dugaan ku selama ini, kenapa baru sekarang kau katakan", tanya Nandi lagi


"Karena aku ingin menjaga persahabatan antara kamu, aku, dan dia, bahkan jika aku menjelaskan padamu dihari kemarin pasti kamu tetap akan menuduhku yang bukan-bukan, percuma juga kan?!".


"Tuh kan, ini yang aku gak suka dari kamu. Selalu memaksa aku untuk menjelaskan semua, setelah ku katakan kau justru yang ngambek gitu", kata Dinda lagi


"Yaa sudahlah, pergi saja sama si Ketua OSIS itu", kata Nandi dengan cemburunya.


"Terserahhh kamu Dandi mau bilang apa, kamu terlalu kekanak-kanakan menyikapi masalah ini, hal yang kecil mau dibesar-besarkan, dah dulu kalau begitu mau mu, aku memilih untuk sendiri saja dulu, Wassalamu'alaikum", kata Dinda dengan kesalnya dan lalu mengakhiri percakapannya.


Nandi hanya memandangi handphone itu dan meletakkannya diatas bantal. Sambil terus berbaring menatap langit-langit kamar dengan kedua tangannya diatas dahi. Nandi terus dikuasai oleh rasa cemburunya sehingga membuat dia kesal semakin dalam kepada Dinda.


Hubungan yang sudah terjalin sejak aktif dikegiatan kepramukaan itu berakhir dengan kesalahpahaman.


Nandi kemudian bangun dari tempat tidurnya. Menemui Niqy.


"Maa...", sapa Nandi

__ADS_1


"Hm...kenapa Di", tanya Niqy


"Papa itu orangnya cemburuan yaa", tanya Nandi


"Banget....., kenapa Di bertengkar lagi dengan temannya yang tadi yaa", ledek Mamanya


"Gak Ma...Nandi dan Dinda cuma temanan kok", kata Nandi


"Nandi...Cemburu itu wajar dalam suatu hubungan. Ketika kita telah membuktikannya sendiri pasangan telah berpaling, wajar untuk mendiskusikan dengan pasangan, supaya tidak salah paham. Karena cemburu itu juga sebagai bukti bahwa kita punya rasa cinta dan sayang pada pasangan, sehingga tidak ingin orang lain memilikinya. Tapi jika cemburu terlalu berlebihan biasanya akan menjadi jurang pemisah karena tidak ada kepercayaan lagi kepada pasangan".


"Pusing juga kalau pacaran yaa Ma...". Kata Nandi


"Makanya mama bilang berteman saja dulu, Friendship is better than love lines, kelak kamu akan mengerti akan itu semua". jawab Niqy sambil tersenyum


"Mama sok Inggris deh", gerutu Nandi


"Mama menjelaskan Di, supaya kamu lebih mengerti. Intinya hargailah perasaan perempuan, jangan menyakitinya. Ketika menyakiti perempuan ingatlah Mama, apa Nandi akan tega?", Niqy kembali bertanya


"Yaa kalau perempuan yang menyakiti kita bagaimana tuh",


"Disakiti dalam hal apa dulu, jangan mudah menjudge perempuan seperti itu, tapi cari tahu penyebabnya apa dulu, perempuan gak akan mungkin menyakiti kalau perasaannya nyaman bersama pasangannya. Kalau jadi laki-laki harus siap membijaksanai rasa karena setiap perempuan itu ingin nyaman ketika bersama pasangannya, kalau dia merasa tertekan yaahh ngapain mempertahankan hubungan itu", jelas Niqy panjang lebar yang membuat Nandi terus berfikir.


"Heyyy dah kelas 12, kelas ujian Nandi, jangan terlalu memikirkan hal-hal begitu ah, memang ini adalah masa-masa puber Nandi tapi cobalah untuk mengendalikannya, seperti kata mama apa hayoooo", kata Niqy sambil mengingatkan dengan menunjukkan jari telunjuknya didepan muka Nandi


"Jaga Iman Jaga Hati, Mamaaa hehehehe", jawab Nandi dengan tertawa.


BERSAMBUNG....!!!


Terima Kasih untuk Reader Is The Best yang sudah mampir di karya perdanaku ini.


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA, N FOLLOW DI KARYAKU YAA....❤️👍😁

__ADS_1


SALAM SUPPORT UNTUK KITA SEMUA 💐🙏❤️


__ADS_2