Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Cerita Malam


__ADS_3

Setelah memenuhi keinginan perut untuk menikmati makanan spesial malam ini, Nandi pun mengutarakan keinginannya kepada Niqy malam itu.


"Maa...Mama punya uang lebih gak", tanya Nandi


"Untuk apa Di", tanya Niqy


"Nih untuk ganti Handphone Ma, Handphone Nandi gak support untuk main game Mobile Legend dengan teman-teman", kata Nandi dengan memelas


"Di..Mama harus memikirkan kebutuhan kita bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk hari esok. Nanti jika Mama punya rezeki lebih insya Allah Mama belikan yaa, sabar Di", kata Niqy berusaha untuk membujuk Nandi.


Ada perasaan kecewa disana, namun Nandi tetap berusaha untuk mengerti keadaan.


Niqy kembali memandang wajah anaknya. Mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Bagaimana kabarnya Dinda, Di?!", tanya Niqy sambil tersenyum.


"Biasa aja Maa...", Nandi menjawab seadanya. , karena dia tahu Niqy hanya ingin mengalihkan pembicaraan saja.


"Maa.....Nandi dengar ada pendaftaran POLRI/TNI, Nandi mau ikut yaa", kata Nandi

__ADS_1


"Belum juga lulus SMK Nandiii", kata Niqy


"Yaaa untuk informasi ke Mama aja, siapa tahu Mama mendukung", kata Nandi lagi


"Mama mendukung saja Di, selama pendidikan SMK kamu bisa selesaikan dengan baik", jawab Niqy.


"Maa....Papa pernah telepon Nandi", kata Nandi lagi


"Terus?, Papa bilang apa?, apa Papa mau kirimin uang ke Nandi?", tanya Niqy


"Papa hanya tanya-tanya aja, Papa lagi susah Maa, belum bisa kirimin Nandi uang", kata Nandi


"Papa sering beri Nandi uang seratus ribu Maa setiap hari raya Idul Fitri ", kata Nandi yang ingin membela Papanya.


"Hmmmm,.... ayoo kalau gak ada planing kemana-mana, kita pulang aja yaa", kata Niqy yang tidak ingin membahas tentang Jon lagi.


Mengingat selama berpisah tidak pernah ada lagi tanggungjawabnya sebagai orangtua kepada anaknya.


Ketika datang menemui Nandi setahun sekali hanya bisa memberikan sejumlah itu kepada anaknya. Namun demikian Niqy tidak pernah menuntut semua itu, dan lebih memendam rasa kesalnya dan menguburnya dalam hati.

__ADS_1


Niqy benar-benar sangat merasakan betapa pedihnya menjadi orang tua tunggal, namun melihat perkembangan anaknya dan dengan adanya kebersamaan yang dilalui dengan teman-temannya, melewati setiap kesibukannya dikantor, masih membuat Niqy nyaman dan bisa beradaptasi dengan keadaan. Niqy lebih memilih menyibukkan diri, karena dibalik kesibukannya ada banyak hal yang ingin dilupakan. Niqy hanya tidak ingin Nandi melihat kesedihannya itu.


Melihat Niqy seperti itu Nandi bertanya lagi.


"Maa....bisakah Papa ada komunikasi dengan Nandi?!".


"Nandi...sejak kapan Mama melarang Nandi melakukan itu, tidak pernah kan?!, karena sampai kapanpun dia adalah Papa kandungnya Nandi. Tidak ada yang namanya mantan anak, yang ada itu mantan istri.


Mama tahu Papa ada komunikasi dengan Nandi bahkan pernah janjian ketemu. Mama tidak melarang semua itu, Mama hanya khawatir saja dengan cara Papamu yang selalu mempengaruhi Nandi dengan banyak janji yang tidak jelas seperti kata Nandi dulu yang ujung-ujungnya membuat Nandi kecewa, dan selalu mengajak Nandi untuk diajak tinggal bersamanya sementara sifat pemabuknya masih seperti dulu. Mama khawatir Di, yang semua itu akan mempengaruhi psikologis Nandi yang akan berimbas ke sekolahnya Nandi", jelas Niqy


Desiran batin seorang Nandi bisa merasakan ada rasa kecewa yang teramat sangat yang sedang dipendam mamanya. Terkesan ingin menutupi banyak hal namun jelas Nandi bisa merasakannya.


Mama hatimu terlalu kuat untuk menanggung semua ini, maafkan Nandi jika membuka goresan luka lama itu lagi.


Tanpa banyak kata Nandi lalu mengajak mamanya untuk pulang.


Karena tidak semua derita membawa pilu jika nyaman berada diantara orang-orang terkasih. Suatu saat kamu pasti akan mengerti anakku. Batin Niqy berkata.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2