Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Kenangan


__ADS_3

Malam yang dingin bertabur bintang, dengan teduhnya cahaya bulan menghiasi langit. Hembusan angin menerpa wajah Niqy menambah sejuknya nuansa menjadi indah kala malam itu. Namun Rasa rindu itu kembali menyapa mengingat segala perjalanan kehidupan, perjuangan melewati liku-liku hidup ini.


Tiba-tiba rasa kangen yang sangat dalam itu mendera hati kecil Niqy, mengingat sosok Ayahanda tercinta yang telah berpulang.


Andai kehadiranmu masih ada didunia ini, takkan seberat ini beban hidup yang ku tanggung ayah. Kasih sayangmu yang begitu tulus dan selalu memberi semangat untukku melakukan banyak hal positif membuatku rindu. Sosok yang begitu kuat dan tegar melewati jejak kehidupan ini. Yang selalu memberiku arti perjalanan hidup tentang keikhlasan berbuat dan tetap rendah hati kepada setiap orang. Seorang pengusaha sukses yang tetap berpenampilan sederhana. Selalu mengajarkan banyak hal, bijak dalam setiap pengambilan keputusan dalam keluarga. Selalu memperhatikan anak-anak dan cucu nya.


Kini kasih sayang itu tidak dapat kurasakan lagi. Dikarenakan sakit karsinoma sel Basal atau kanker kulit yang merenggut nyawamu. Kini aku tinggalah bersama ibu seorang pribadi yang sabar yang selalu menjadi titipan mu untuk menjaganya.


FLASHBACK....


"Niqy papa sakit...", kata mama


"Ayo kita bawa ke rumah sakit aja Ma", kata Niqy


"Papa tidak mau, coba kau yang bujuk papa", kata mama.


Niqy lalu menuju kamar sambil memijit tangan papanya berkata


"Paa...ayo kita kerumah sakit yaa, disana semua peralatan lengkap untuk mengobati papa, Insya Allah Papa akan sembuh".


"Papa baik-baik saja Nak, gak usah repot-repot ngurusin papa".


"Papaaa....nanti kalau Papa kenapa-napa gimana donk, ayoo kita kerumah sakit yaa, nanti Niqy yang jagain papa disana yaah", bujuk Niqy


"Pekerjaan mu nanti bagaimana", tanya papa


"Gapapa kok Paa, Niqy bisa minta izin dari kantor kalau memang harus demikian".


"Nandi dan Mama bagaimana", tanya papa lagi.


"Nandi juga akan ke rumah sakit menengok kita nanti disana, setelah pulang sekolah bergantian dengan Mama".

__ADS_1


Akhirnya Papa pun mau di opname dirumah sakit. Dengan keadaan sakit yang masih butuh perawatan akhirnya kita semua sepakat membawa Papa ke rumah sakit yang bertepatan saat itu adalah Sahur pertama di bulan Ramadhan tahun 1437 H.


Saat sahur....


Papa terbaring ditempat tidur sambil menghadap ke arah Niqy dan abangnya Apris yang saat itu menjaga papa dirumah sakit.


"Andai papa sehat, papa mau sahur bareng dengan kalian anak-anak ku", kata papa


"Papaa Niqy suapin yaa", kata Niqy melihat ke arah papa yang sedang berbaring


Papa hanya menggelengkan kepalanya. Namun Niqy memaksa papa untuk tetap makan. Tapi papa hanya menatap Niqy sambil meneteskan airmata.


"Papaa....kok nangis?!", kata Niqy


"Maafkan Papa sudah mengganggu makan sahur kalian", kata Papa


"Tidak apa-apa Papa, semua ini juga demi kesembuhan Papa, Niqy dan Abang Apris ikhlas kok menjaga Papa disini yang penting Papa makan yaa supaya cepat sembuh, jadi ayoo papa makan yaa", bujuk Niqy lagi


Niqy mengurungkan niatnya untuk membujuk Papa lagi.


Tak terasa sudah sebulan kita dirumah sakit.


"Ayoo kita pulang ke rumah aja, mau hari raya nih", kata papa


"Papa masih sakit, kita disini aja gak apa-apa Paa", kata Niqy


Keadaan semakin hari justru semakin buruk, penyakit kanker kulit yang diderita Papa Niqy mempengaruhi Tubuh yang dulu kekar itu menjadi kurus. Peluh keringat bercucuran disana. Terkadang airmata mengalir di pipinya.


"Papa mau mandi Niqy, mana Apris?", tanya Papa


"Abang Apris lagi pulang ke rumah dengan mama mau mempersiapkan lebaran, kebetulan Niqy lagi berhalangan tidak bisa sholat jadi papa Niqy temani aja yah", kata Niqy

__ADS_1


Niqy menggunakan kesempatan itu untuk menjadi anak yang berbakti kepada orangtua.


Niqy pun membangunkan papanya dari tempat tidur dan membopongnya untuk duduk dikursi roda lalu mendorongnya sampai ke kamar mandi.


Dengan hanya tinggal mengenakan celana pendek, Niqy pun mengguyurkan air dan membersihkan badan papanya dengan sabun, dengan memperhatikan belahan operasi dibagian belakang agar tidak terpercik air.


Merasakan perhatian dari anak perempuan satu-satunya itu Papa Niqy tersedu-sedu.


Melihat itu semua Niqy hanya mampu menahan tangisnya. Kasih sayangmu tidak akan tergantikan dengan apapun Papa, walaupun berjuta kali aku melakukan pengabdian ini terhadapmu. Izinkan aku menjadi anak yang berbakti. Pengorbanan mu selama ini yang selalu memotivasiku sangat berarti sekali dalam kehidupan ku, maafkan anakmu ini jika pernah mengecewakan mu Papa.


Setelah mandi dan menggantikan pakaian papanya. Niqy membawa lagi Papa kembali ketempat tidur.


"Anakku...",


"Yaa Papa, kata Niqy sambil menggenggam erat tangan papanya


"Jika Papa pergi nanti, jaga dan rawatlah baik-baik ibumu, tetaplah saling menyayangi dalam keadaan apapun", kata itu terhenti sejenak


"Papa... Niqy pasti akan selalu menyayangi Mama sampai kapanpun tapi kenapa papa bicara seperti itu, Papa pasti sembuh kok", kata Niqy yang menahan air matanya agar tidak jatuh.


Beberapa menit kemudian Mama, Nandi dan Kakak-kakak datang. Niqy pamit keluar menuju Selasar menumpahkan segala airmatanya yang tertahan.


"Yaa Allah sembuhkan lah Papa, jika nanti kematian adalah yang terbaik untuk beliau hamba ingin tetap berada disisi nya Yaa Allah menemani hingga akhir".


Hanya itu kalimat yang selalu disebutkan Niqy berulang kali dengan tetesan air mata terus mengalir di pipinya.


Sampai dengan hari raya ke tujuh Papa lalu menghembuskan nafas yang terakhir. Niqy menatap perjalanan sakaratul maut dari ayahanda tercinta. Dikelilingi oleh anak-anak dan cucunya Papa pamit pergi untuk selama-lamanya. Selamat jalan papa semoga Jannah menantimu.


##########


Mengingat semua itu tak terasa mata Niqy sembab ada airmata membasahi pipi mengenang semua peristiwa itu. Al-Fatihah untukmu papa aku merindukanmu kata Niqy sambil melafalkan surah Al-fatihah.

__ADS_1


__ADS_2