
Tatapan nanar Niqy masih tertuju pada tubuh suaminya yang terkapar di atas ranjang dengan penuh kebencian, cukup lama Niqy duduk bersandar setengah telentang memandangi suaminya itu dan akhirnya tertidur.
Baru sejam tertidur Niqy merasakan beban berat diatas badannya yang tak lain adalah suaminya, spontan Niqy berontak dan tak mau melayani suaminya yang masih berbau alkohol itu, pertengkaran hebat pun terjadi,
Dengan segala kekuatan nya Niqy menolak dan dengan kekuatan yang dimiliki Jon yang sudah dipengaruhi alkohol terus memaksa Niqy untuk melayani nafsunya, baju Niqy dilucuti satu persatu dan terus memegang erat kedua tangan Niqy dengan paksa, dan menindih tubuh Niqy sehingga Niqy sudah tidak bisa bergerak lagi,
Niqy hanya bisa menangis, merasakan pilu yang tiada duanya, merasa di dzolimi, badan Niqy terasa sakit semua, tangis Niqy pun tidak dipedulikan lagi, Jon tetap menyalurkan nafsunya, sementara Niqy terus menangis meratapi nasibnya kenapa harus bertemu dengan Suami seperti ini,
Niqy terus berontak karena dia tidak ingin campuran alkohol yang diminum suaminya akan bercampur dengan dirinya dalam melakukan hubungan itu, sesederhana itu pemikiran Niqy yang membuatnya merasa sakit dalam melakukan hubungan itu,
Sesekali Niqy mencakar muka suaminya namun tangan Niqy kembali dipegang dengan kuatnya, dan sesekalipun pegangan Niqy terlepas hingga Niqy bisa bangun dan mendorong suaminya untuk keluar namun kembali Jon meraihnya dan melempar Niqy hingga terbentur di dinding dan jatuh, dengan kelemahan itu suaminya memanfaatkan ketidakberdayaan Niqy hingga Niqy tidak berdaya lagi, hanya airmata yang terus menerus mengalir di pipinya.
Sakit hati, benci melihat Jon kala itu...
"aku ingin cerai, aku ingin cerai, aku tidak mau bersamamu lagi...kata Niqy dalam kepedihannya. Batinnya sakit, raganya sakit diperkosa oleh suami sendiri, membuat Niqy terus menerus mengatakan aku ingin cerai, berulangkali kau lakukan ini padaku setiap kali kau dipengaruhi alkohol. aku tidak sanggup lagi aku mau cerai".
Sementara Jon disebelahnya hanya menikmati setiap tarikan rokoknya dan menghembuskan ke langit-langit kamar.
Keesokan harinya....
Niqy masih saja tidak menanggapi setiap sapaan atau pembicaraan Jon, namun mengingat masih berstatus istri Niqy masih mempersiapkan makan dan mencuci pakaian suaminya seperti biasa.
Tiga hari telah berlalu namun sikap Niqy belum juga berubah masih dingin seperti hari-hari kemarin. Jon memeluk Niqy dari belakang sambil berkata maafkan aku, malam itu aku tidak sadar, jangan marah lagi yaa...
Entah kenapa setiap berusaha ingin menjauh dan pergi dari Jon, Niqy selalu tidak bisa ketika menatap matanya. Walaupun telah diperlakukan dengan berbagai macam tingkah lakunya yang membuat sakit hati Niqy akhirnya akan luluh lagi dan kembali seperti tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Kembali Niqy menerima permintaan maaf Jon karena hari itu akan berangkat lagi menuju kota M yang akan melayani pemberangkatan jamaah haji disana.
Sekembalinya dari kota M Jon memberikan beberapa lembar uang kertas seratus ribuan ke Niqy,
"Maa ini hasil pelayananku dengan jamaah haji disana"..
"Yaa semoga ada berkahnya, terima kasih".
Melihat handphone diatas meja, Niqy langsung mengambilnya dan spontan Jon langsung mengambil kembali handphonenya itu.
Paa...aku hanya ingin melihat foto-foto kegiatan kamu selama disana.
Namun Jon terus menghindar seakan ada yang disembunyikan,
Didalam kamar Niqy hanya menatap Handphone itu, dan bertanya-tanya ada apa yaa didalam hp ini?!...perlahan Niqy mulai melihat foto-foto hasil jepretan di memory itu, melihat panggilan masuk dan kotak SMS tapi tidak ada yang mencurigakan. Ada apa yaa..?! kembali Niqy bertanya-tanya sambil membolak-balik kan Hp type N-Gage itu.
Dan ketika Niqy membuka casing hp tersebut jatuhlah sebuah kartu xl yang terselip diatas batrey hp itu, berdebar hati Niqy tak karuan...dan dengan perlahan Niqy menggantikan kartu yang terpasang dengan kartu xl yang ditemukan itu, Daan terdengar bunyi dari pesan masuk berulangkali.
"Huuuuft...apalagi ini Yaa Allah yang akan Engkau perlihatkan padaku, terdengar helaan nafas panjang Niqy.
"Sayg dimana? ,,, dah sampe kota M?
"aku menunggu mu..
"aku rindu...
__ADS_1
Beberapa SMS yang terbaca disana, dan Niqy dengan perlahan menaruh Handphone itu diatas meja. Tangan Niqy mengusap mukanya dengan kedua tangan, tak ada lagi airmata disana. yang ada hanyalah rasa Sabar yang semakin besar.
"Aku yakin semua ini akan ada jalan keluarnya". Dengan terus menanamkan harapan dalam hatinya Niqy kembali berdoa "Yaa Allah.. jika ini adalah ujian dariMu mampukan aku untuk bisa menghadapinya, beri aku kekuatan agar aku bisa melewati ini semua, aku sayang keluarga ku Yaa Allah aku tidak ingin menambah Aib keluarga, karena aku tahu perceraian itu perkara halal yang paling dibenci Allah. Berikan solusinya Yaa Allah apa yang harus aku lakukan?".
"Maa...papa sudah berangkat ke kota M?, tanya Nandi saat masuk kekamar.
"Belum Di, paling sebentar lagi papa pasti pulang..jawab Niqy dengan santainya.
Dan benar saja akhirnya Jon kembali kerumah dan Niqy memberikan handphone itu dan dengan tegas berkata,
"Aku tidak ingin melihatmu lagi, aku tidak mau bertanya-tanya lagi, mulai sekarang aku tidak akan menghalangimu lagi, silahkan nikmati kebebasan mu jika selama ini aku dan Nandi hanya merupakan beban hidupmu, silahkan pergi aku membebaskan mu".
Kata maaf dan rasa penyesalan pun selalu terucap tapi tidak dihiraukan Niqy lagi karena sudah berulang kali Jon lakukan padanya.
Jon bertahan tetap dirumah namun Niqy tetap bersikap dingin, tidak memperdulikan dan menganggap Jon tidak ada dirumah lagi.
Segala usaha yang dilakukan Jon untuk meminta maaf sia-sia, Akhirnya Jon pamit kepada orang tua Niqy pulang ke kampung halamannya,
"Ma..Pa..Saya pulang ke kampung dulu mau jenguk orang tua saya, saya juga akan bekerja disana nanti kalau sudah sukses saya akan jemput anak dan istri saya, titip anak dan istri saya Ma Pa". pamit Jon pada orang tua Niqy
Orangtua Niqy hanya mengangguk-angguk mendengar Jon berpamitan. Karena Niqy tidak pernah menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang tua nya dan lebih memendam sendiri permasalahan yang dialaminya.
Orang tua Niqy pun tidak pernah mencampuri masalah keluarga anak-anaknya.
Meskipun sesekali mamanya Niqy memergoki Niqy sedang menangis namun mamanya Niqy hanya terus memberi petuah kepada anak-anaknya bahwa yang namanya rumah tangga tetap ada pasang surutnya, perbanyak sabar dan terus berdoa nak semoga kamu bisa melewatinya.
__ADS_1