
Banyak hal yang menjadi pertimbangan Niqy ketika memulai untuk
membicarakan perkembangan anaknya kedepan bersama saudara-saudaranya. Mengingat keputusan yang diambilnya merupakan keinginan dari dirinya sendiri yang harus dipertanggungjawabkan.
Niqy pun menjadi pribadi yang tertutup dan harus memikirkan banyak hal tentang cara memperlakukan anaknya Nandi agar tidak harus memenuhi apa yang menjadi keinginan anak itu.
Seperti sore itu, Nandi memberanikan diri untuk bertanya kepada mamanya yang sedang duduk santai diruang tengah membaca buku "Laa Tahdzan" yang merupakan bacaan penguatan diri yang diperoleh Niqy dari sahabatnya Ega ketika masih masa kuliah dulu.
'Maa..., kenapa mama dan papa harus berpisah?",
Niqy melepaskan buku yang dibacanya lalu menaruhnya diatas pangkuannya dan memandang anaknya dengan sorot mata penuh rasa sayang, dan perlahan mulai berkata
"Nak..akan ada saatnya mama akan menceritakan semua apa yang telah terjadi antara mama dan papa, tapi belum sekarang yaa..Nandi tidak akan memahami itu, jadi mama harap Nandi fokus dibelajar dulu, mama janji akan menceritakan semuanya, tapi belum sekarang, mama harap Nandi mengerti, jawab Niqy
"Sejak Nandi masih SD sampai sekarang, jawaban mama selalu saja begitu, apa tidak ada jawaban lainkah?", kata Nandi dengan suara agak keras dan membentak sambil meninggalkan mamanya.
"Nandiiii....Nandiiii....", Panggil Niqy yang tidak dihiraukan oleh anaknya
"Mama tidak pernah ajarkan kau seperti itu yaa, kau sudah beraninya melawan mama, awas kau yaa", kata Niqy kepada Nandi yang terus berjalan berlalu pergi.
Nandi kecewa karena tidak pernah mendapatkan jawaban yang diinginkan. Dengan kekecewaan itu Nandi pergi menjauh dari rumah dengan mengendarai sebuah motor Honda hitam milik mamanya.
__ADS_1
Mendengar mesin motor yang dinyalakan, Niqy berlari menuju ke ruang tengah dan mendapati motor yang diparkirnya itu sudah tidak ada lagi.
"Nandiii.....mau kemana.....Nandiii",.....
Teriak Niqy menegur Nandi yang telah membawa motornya itu.
"Anak itu mau kemana yaa", Niqy jadi cemas dibuatnya.
Hari mulai gelap namun Nandi belum juga kembali ke rumah. Niqy semakin khawatir dibuatnya.
Niqy mencoba menelepon Nandi tapi tidak aktif. Yaa Allah anak itu kemana yaa, mengapa sudah malam belum juga pulang, lindungilah anakku yaa Allah, karena Engkau adalah sebaik-baik tempat untuk pengaduan ku.
Niqy masih belum bisa memejamkan mata mengingat Nandi belum pulang kerumah sementara jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib.
Dengan masuk kerumah sambil mengendap-endap Nandi dengan perlahan membuka pintu dan memarkirkan motornya di dalam rumah.
Lampu diruang tengah pun dinyalakan oleh Niqy dan Nandi kaget namun berusaha cuek ketika kedapatan mamanya baru sampai dirumah.
"Kemana aja Di, Kenapa baru pulang", tanya Niqy dengan tegas kepada Nandi
"Lagi ngumpul dengan teman-teman Maa", jawab Nandi seadanya.
__ADS_1
Niqy mencium aroma yang tidak biasa dan memastikannya dengan mendekati anaknya.
"Kamu merokok???!!!", tanya Niqy dengan penuh amarah.
"Tidak Maa....Nandi dari warnet aja gak merokok", jawab Nandi yang mulai ketakutan.
"Kamu mulai berbohong sama mama yaa...ini bau apa kalau bukan bau rokok hach",...Jawab Niqy sambil terus mengendus ke wajahnya Nandi dengan menahan bahunya, yang sekujur tubuhnya penuh dengan bau rokok.
Nandi melepaskan cengkraman mamanya dan terus berlalu menuju kamar mandi membersihkan dirinya, membiarkan mamanya yang terus mengoceh itu.
Niqy jadi kesal jadinya, tapi karena mengingat waktu sudah malam dan untuk menjaga agar orangtuanya tidak terbangun dari tidurnya, Niqy menyudahi omelannya itu.
"Setelah ganti pakaian cepat makan", kata Niqy saat melihat Nandi melewati ruang tengah.
"Nandi tidak lapar Maa..", kata Nandi lagi
"Mama tidak akan tidur kalau Nandi tidak makan", jawab Niqy
Dua menit kemudian Nandi keluar dari kamarnya dan lalu menuju meja makan, mengisi perutnya yang memang sudah keroncongan dari tadi.
Melahap makanan kesukaan yang sering dibuat mamanya untuk dirinya.
__ADS_1