
Teriknya panas matahari yang menyengat siang itu membakar kulit punggung tangan Niqy yang memegang setir motor. Peluh keringat membasahi dahinya yang tertutup helm hitam bergambar boneka Teddy bear. Niqy hanya menyeka dengan tangan kiri dahinya, sambil sesekali memperbaiki jilbab yang menutup bagian dadanya yang tersingkap dibawa angin.
Siang itu tidak seperti biasanya Niqy pulang lebih cepat. Ada perasaan aneh mengganjal hatinya yang memaksanya untuk pulang ke rumah.
Tiba dirumah....nampak pintu depan ruang tamu terbuka. Niqy lalu memarkirkan motornya disamping rumah, dan masuk melewati pintu samping, dan menuju ruang tamu karena kamar Niqy berada diruang tamu.
Saat melewati ruang tamu betapa kecewa dan kagetnya Niqy melihat anaknya Nandi yang lagi berduaan dengan seorang perempuan sambil berpegangan tangan.
Antar perempuan itu Nandi, cepaaatt!! teriak Niqy, lalu mengulangnya lagi ketika Niqy sampai dikamarnya yang bersebelahan dengan ruang tamu.
Nandi dan perempuan itu dengan kagetnya melihat Niqy, lalu melepaskan pegangan mereka, dan dengan tergesa-gesa Nandi mendekati pintu kamar Niqy.
__ADS_1
Betapa marahnya Niqy ketika melihat itu, rasa kekhawatiran Niqy semakin menjadi-jadi ketika mengingat banyak hal dan mengaitkan sifat Jon yang mulai di ikuti Nandi yang mau berdua-duaan dengan lawan jenis.
"Iyaa Ma, nih Nandi mau antar Jihan dulu", jawab Nandi yang sudah berada di depan pintu kamar Niqy
Mendengar Nandi berpamitan dan suara motor berlalu, Niqy menyusulnya dengan chat lewat WhatsApp.
"Nandi mengecewakan Mama, istighfar Nandi, Nandi kelas 12 sekarang, sebentar lagi mau ujian, kenapa harus terpengaruh dengan perempuan, siapa perempuan itu hach!!
"Maa ini Jihan, teman Nandi, yang mama lihat tidak seperti pemikiran mama, Nandi masih ingat Allah Ma, Nandi sadar kok dengan apa yang Nandi lakukan, Nandi masih punya iman Ma", balas Nandi
"Jangan buat malu Mama Diiii, ingat perjuangan kita berdua melalui banyak hal hingga ke tahap ini, kenapa Nandi harus membalasnya dengan cara seperti ini?!, huuuhuhuu, selesaikan sekolah Di, Mama ingin melihat Nandi lulus, jangan buat malu keluarga, jangan mengikuti sifat papamu Dii, huuuhuhuuuu".
__ADS_1
Nandi semakin bingung dibuat oleh Mamanya. Padahal mereka hanya sebatas berpegangan tangan. Dan Nandi tahu kekhawatiran mamanya adalah ketika melihat mereka duduk berduaan tanpa ada teman-teman yang lain seperti biasanya.
Semua bisikan syetan berawal dari pegangan tangan yang akan menggerakkan nafsu lainnya, apalagi diusia dini seperti Nandi yang sudah berani duduk berduaan dengan lawan jenis. Merasa harapan besar kepada anak semata wayangnya yang menjadi cita-cita akan terganggu dengan kehadiran perempuan itu, membuat kekhawatiran Niqy berlebihan dan Niqy tetap menganggap wajar karena salah dimata orangtua melihat itu semua.
Emosi Niqy semakin memuncak airmata itu terus mengalir, belum bisa menerima Nandi yang sudah remaja sekarang. Niqy masih menganggap Nandi masih anak-anak yang masih harus belajar dan menggapai cita-cita nya belum pantas untuk duduk berduaan seperti itu.
Nandi pun jadi panik ketika mendengar note voice dari mamanya Niqy yang sedang menangis, ada rasa bersalahnya yang sudah membuat mamanya menangis lagi.
"Mama....Nandi sayang Mama, tidak mungkin Nandi akan melakukan hal yang diluar batas Ma, akan Nandi buktikan kalau Nandi bisa lulus dengan nilai yang bagus dan prestasi yang gemilang", balas Nandi.
"Pokoknya Mama tidak ingin melihat perempuan itu lagi sebelum kelulusan Nandi".
__ADS_1
Niqy pun masih terus terisak-isak dengan perasaannya yang tidak karuan. Membayangkan banyak hal yang hanya akan lebih membuat dirinya kacau.
Sementara Nandi setelah mengantarkan Jihan temannya lalu menuju ke rumah temannya Akbar.