
Seminggu lagi pelaksanaan Wisuda, Niqy masih dengan mempersiapkan seragam untuk keluarganya. Niqy tidak pernah lupa untuk mempersiapkan pakaian yang akan dipakai oleh keluarganya.
Dengan memilih corak warna coklat keemasan yang menjadi kemeja atasan yang dipakai oleh suaminya, Papa Niqy dan Nandi yang dipadukan dengan celana hitam, dan kebaya brokat berwarna kuning kecoklatan membuat Niqy merasa puas mempersiapkan nya.
Namun apes lagi yang harus diterima Niqy ketika harus menyaksikan obrolan mesra suaminya Jon dan seseorang lewat handphone.
"Iya..aku kangen kamu sayang, aku akan bilang ke istriku besok aku akan berangkat kerja, asal kau tetap menunggu ku dirumah ya aku pasti akan datang padamu",
kata Jon kepada seseorang yang diseberang sana yang ternyata adalah Yem.
"Eh sayang besok mereka mau gladi untuk persiapan Wisuda",
kata Yem kepada Jon, yang ternyata adalah salah satu staff pegawai di kampus IG yang merupakan tempat Niqy dan teman-temannya menyelesaikan kuliah.
Selama ini mereka mengkhianati Niqy dan dengan berbagai cara mereka melakukan pertemuan rahasia tanpa sepengetahuan Niqy, miris jadinya.
Mendengar percakapan itu Niqy kaget dan emosi lalu mengambil Handphone Jon kemudian berbicara dengan pemilik suara diseberang itu.
__ADS_1
"Hallo...Hallo..Hallo..ni siapa yaa...?! berani-beraninya mengganggu suamiku",
Jawab Niqy dengan ketus.
"Haaach..aku tidak pernah mengganggu suamimu, tapi suamimu saja yang berusaha terus mengganggu ku",
Kata Yem dari balik telepon itu.
Niqy sangat kaget ketika jelas mendengar suara dari seberang itu tidak asing lagi. Yah, dia adalah Yem, orang yang ku kenal dikampus yang selalu menyapaku setiap kali bertemu, bahkan pernah kerumah beberapa kali untuk mengajak Jon pergi dengan alasan pemakaian kenderaan untuk perjalanan dinas.
"Hallo..ini Yem kan?!",
Tuuut..tuuut....
Namun hubungan telepon pun di putus.
Betapa sakit hatinya Niqy saat itu, amarahnya memuncak.
__ADS_1
"Jadi selama ini kau selingkuh dengan Yem?!, istrinya pak Anwar?!, Astaghfirullahal Adziim...pantas saja selama ini dia baik padaku ternyata diam-diam mengkhianati ku".
"Niqy...maaf bukan maksudku...bukan...",
Jon mulai terbata-bata tidak mampu menjelaskan sambil terus meraih tangan Niqy untuk meminta maaf.
"Jon..asal kau tahu, sejak dari dulu kau mengkhianati ku aku tetap bertahan karena aku tidak ingin menodai ikatan pernikahan ini dengan kata cerai, itu karena apa?!, karena itu merupakan aib besar keluarga, karena aku tidak sanggup melempar aib itu ke wajah mereka yang begitu tulus menghargai keluarga kita, dan juga semua karena rasa sayangku padamu masih ada, tapi ingat jika suatu saat rasa ini hilang jangan harap akan kembali lagi, karena pengkhianatan yang kau lakukan padaku secara terus-menerus ini membuatku menangis tanpa airmata lagi".
Jelas Niqy dengan sangat marahnya.
"Kau bisa lihat Jon, hatiku sakit namun airmata tidak lagi menetes karena sakit itu sudah teramat dalam, jadi sekarang yang aku minta padamu, jika memang dia yang menjadi pilihan hatimu, silahkan pergi, aku tidak akan menahanmu",
Lanjut Niqy dan berusaha untuk menenangkan hatinya.
"Cukup sudah sandiwara yang kau mainkan selama ini, biarkan aku dan anakku hidup dalam kedamaian tanpa kau, dan satu hal yang harus kau tahu setelah wisuda nanti aku, Ega dan Vani diprioritaskan untuk melanjutkan studi di luar daerah namun aku menolaknya karena mengingat keluarga kita, tapi ternyata pengorbanan ku sia-sia",
Kata Niqy lagi.
__ADS_1
"Mulai saat ini lakukan apapun yang kau mau, aku tidak akan pernah menahanmu lagi. Saat wisudaku pun kau mau hadir atau tidak terserah kamu, aku tidak akan memaksa...",
Kata Niqy sambil meninggalkan Jon yang hanya duduk termangu tidak bisa berkata-kata lagi.