Anakku Semangatku

Anakku Semangatku
Kembali bersama


__ADS_3

Jon berusaha dengan keras untuk meyakinkan Niqy bahwa dia ingin kembali, dengan melewati dinginnya malam, mengabaikan hawa dingin yang menusuk pori-pori kulitnya, menempuh perjalanan kurang lebih dari 6 jam dengan menggunakan sebuah motor dan memakai jaket kulit, Jon terus melaju melewati setiap tikungan jalan. Yang akhirnya sampai dilokasi Bakti Sosial tepat pukul 05.45 pagi. Tiba dilokasi Jon langsung mengambil handphonenya dan menghubungi Niqy.


Sementara dilokasi semua mahasiswa setelah sholat Subuh, sudah dengan kegiatan membersihkan halaman sekitar pantai yang di padati penduduk setempat saat acara semalam berlangsung. Semua menyebar dibeberapa titik supaya kebersihan lingkungan disekitar pantai benar-benar terjaga. Dari kejauhan Jon terus memperhatikan aktivitas mereka dan menghubungi Niqy terus menerus tapi tidak ada jawaban.


Sementara Niqy dan Oliv terus bercengkerama dengan teman-teman lainnya sambil terus membersihkan lingkungan karena terus diawasi oleh seniornya.


"Niqy..kayaknya ada seseorang yang menunggu kamu disana, tunjuk Olvi ke arah Jon yang sedang duduk diatas motor".


"Haachh...mana? yang benar aja kamu Liv? Niqy kaget dibuatnya.

__ADS_1


"tuh lihat..sambil terus memberikan petunjuk kepada Niqy,...


Dan Niqy pun menghampiri Jon...


Dengan masih penasaran Olvi masih terus berpikir, bukankah Jon di kampung, kok tiba-tiba sudah disini ya, pasti ada yang tidak beres dengan mereka, yaah smoga semua akan baik-baik saja yaa Niq, harap Oliv dalam hati.


"Hai Niqy,..aku dah sampai", sapa Jon ketika Niqy menghampiri, dengan wajah memelas Jon terus berusaha untuk meluluhkan hati Niqy dan Niqy masih tidak menyangka kalau Jon bisa senekad itu untuk datang menemui Niqy.


"setelah aku matikan telepon semalam!, jawab Jon

__ADS_1


haach aku kan hanya becanda doank gak harus maksa kamu disini pagi ini?! kalau kamu kenapa-kenapa gimana?! Niqy semakin khawatir dan Jon hanya tersenyum dan berkata, "mendengar kekhawatiran mu aku senang Niq", sambil memegang tangan Niqy


"gak lucu tau",...Niqy masih terus ngedumel.


Hari itupun menjadi momen terbaik Jon dengan usaha dan perjuangannya yang sempat beberapa kali menghindari tabrakan karena dengan kecepatan yang cukup bisa diimbangi, menahan rasa dingin yang luar biasa akhirnya usahanya tidak sia-sia dan Niqy akhirnya bisa menerimanya lagi dengan mempertimbangkan banyak hal terutama masa depan Nandi, dengan komitmen-komitmen yang telah disepakati bersama.


Dan percakapan beberapa menit itupun berakhir karena Niqy harus kembali lagi berkumpul dengan kelompoknya untuk melanjutkan aktivitas pagi dan mempersiapkan kepulangan mereka ke rumah masing-masing.


Dengan kembali menyalakan mesin motornya yang berwarna merah itu, dilengkapi jaket kulit berwarna coklat, mengenakan celana jens dan sepatu sporty berwarna biru itu Jon pamit kepada Niqy dan melanjutkan perjalanannya ke kota menemui Nandi anaknya yang sudah berbulan-bulan tidak ditemuinya. Jon kali ini mendapatkan harapan baru, rasa capek tidak dirasakannya lagi karena jawaban dari Niqy yang menjadi harapan Jon akhirnya terwujud.

__ADS_1


Beberapa bis sudah terparkir didekat pantai, satu persatu mahasiswa masuk menuju kursi masing-masing yang terus diatur secara tertib oleh seniornya, Niqy dan Oliv masih dengan posisi yang sama duduk berdekatan seakan tidak ingin dipisahkan karena sama-sama merasa bertanggung jawab atas izin dari keluarga masing-masing. Keduanya pun tertawa menikmati perjalanannya.


Perlahan-lahan bis mulai bergerak meninggalkan Desa Miranti yang penuh dengan kenangan.


__ADS_2