
Ketuk palu itupun sudah dibunyikan, pertanda ketetapan keputusan bercerai sudah disepakati. Niqy merasa lega terlepas dari cengkeraman Jon yang selalu membuat lahir batinnya meronta kesakitan.
Meski dengan menyandang status single parents merupakan babak baru dalam kehidupan yang harus dilakoni, berperan sebagai orang tua tunggal untuk Nandi anak satu-satunya, Niqy menerima semua keputusan itu dengan ikhlas karena untuk menjadi seorang single parents bukanlah sebuah dosa.
Niqy hanya perlu mempersiapkan diri dengan bekerja keras untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
Lebaran Tahun pertama tanpa sosok Ayah.
"Mama....Papa hari raya kenapa gak bisa datang?", tanya Nandi
"Papa lagi banyak kerjaan dikampung, udah Naldi gak usah pikirin Papa lagi, nanti kalau Papa nelpon mama kasih tau sama Nandi yaa..",
Kata Niqy untuk menenangkan Nandi yang belum mengerti akan arti perceraian.
Dihari Lebaran itu tiba-tiba ada paket datang dari kota M, untuk Nandi. Teruntuk ponakanku tercinta dari Tante Indah. Tertulis diatas paket itu, yang ternyata berisi baju baru dari saudaranya Jon, untuk diberikan kepada Nandi.
__ADS_1
Hmm....tumben ngirim baju untuk Nandi, kemaren-kemaren waktu kita masih sama-sama kurang lebih 11 tahun gak pernah tuh dapat paket lebaran. Nanti setelah berpisah baru Nandi mendapatkan paket berisi baju ini.
Apa maksud mereka yaa?
Niqy masih terus berfikir tentang pemberian mereka itu. Karena selama berpisah Niqy tidak pernah menjalin komunikasi lagi dengan keluarga besar mantan suaminya itu.
Yaahh....anggap saja hadiah, Niqy berfikir positif terhadap pemberian itu.
Beberapa saat kemudian telepon genggam Niqy berdering,....
"Assalamualaikum Niqy...apa kabar?", tanya suara dari balik handphone itu
"Ini Mama Niqy, Mama kangen Niqy sama Dandi, Mama sayang Niqy, maafkan Jon yang telah berbuat salah", kata suara dari seberang itu yang ternyata adalah mantan mertuanya Niqy.
"Ooh iya Ma, Maaf lahir batin dari Niqy dan keluarga yang disini, Dandi sekolah Ma belum bisa kemana-mana, harus belajar ekstra untuk persiapan ujian kelulusan kelas 6 SD, mengenai Jon Niqy sudah mengikhlaskan semua yang telah terjadi Ma, maafkan atas semuanya, semoga Mama sekeluarga disana dalam keadaan sehat wal Afiat, sudah dulu yaa wassalamu'alaikum", kata Niqy mengakhiri percakapan ditelepon itu.
__ADS_1
Maaf dengan kelancanganku Ma, karena menurutku ini adalah cara terbaik untuk ku lakukan, gumam Niqy yang tak ingin meladeni percakapan dari keluarga Jon terlalu panjang.
Hmm...sudah beberapa bulan berlalu semenjak perpisahan itu, Jon dan keluarga nya masih terus membujuk Niqy dan memberikan perhatian lebih, namun Niqy masih bertahan pada pendiriannya.
Pasti ada maksud dari permintaan maaf itu, mengingat berbagai pesan SMS yang sering dikirimkan Jon kepada Niqy di beberapa bulan terakhir ini.
Yaa sudahlah, aku gak mau terlalu memikirkan itu semua, aku harus fokus untuk masa depan anakku. Ludah yang terjatuh tidak akan ku jilat lagi.
Perlahan Niqy melangkahkan kaki menuju kamar pribadinya, mengambil sebuah buku agenda berwarna hitam yang menjadi tempat curahan isi hatinya dan mulai menumpahkan apa yang dirasakannya saat itu.
Terkadang ada tangisan yang tertahankan, ketika teriakan keras itu ingin disuarakan tapi harus diredam. Ada kesedihan yang harus dipadamkan ketika perih itu ingin disembuhkan, karena tidak semua luka harus diungkapkan. Tapi dengan canda terkadang bisa menutup duka, karena untuk bahagia harus dengan seberjuang itu, meski harus melewati rintangan yang berliku-liku.
Dunia adalah persinggahan sementara, yang akan menguji keimanan kita dengan segala isinya. Menjadi pantas disetiap fase kehidupan adalah pilihan, ketika kita benar-benar menginginkan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semangat dan usaha harus selalu ada untuk menata hati melangkah pasti, mengabaikan rasa sakit yang perlahan mulai terkikis seiring dengan berjalannya waktu.
You Can If You Think You Can
__ADS_1
by : Goresan Hati Niqy.
BERSAMBUNG....