
Niqy kembali menengadahkan kedua tangannya memohon keajaiban dari Allah SWT. Rintihannya masih terus mengalir.
Yaa Allah...Aku ikhlas menjalani semua Takdir yang telah Engkau gariskan untukku. Aku ikhlas menerima semua apa yang menjadi ketetapan-MU
Namun....apakah salah jika aku berharap untuk kesuksesan anakku?! :'(
Kalaupun apa yang menjadi harap disetiap sujudku tidak terkabul, mohon beri aku kekuatan untuk bisa memeluk anakku Tuhan. Menggenggam erat tangannya untuk kembali memberi penguatan padanya atas perjuangan yang telah dilaluinya. Atas usaha yang telah dilewatinya, atas kesempatan yang telah Engkau berikan padanya. Atas segala waktu yang telah dijalaninya dengan penuh semangat. Mohon kabulkan Doa ku Yaa Allah.
Niqy melanjutkan harapannya dengan membuka Al-Qur'an lembar demi lembar. Melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an itu dengan airmata harapan terus membasahi pipinya.
Sementara dikamar Nandi tidak bisa memejamkan mata karena gelisah menantikan saat pengumuman itu. Debaran hati semakin kencang tiap detik memikirkan kapan waktu datangnya pagi.
Nandi keluar dari kamar mengambil air wudhu dan menunaikan sholat Tahajud.
Doa dan harapan selalu ada untuk menenangkan hati yang bermunajat pada-MU Tuhan.
__ADS_1
Tuhan....Apapun hasil akhir dari perjuangan yang telah aku lewati, aku berharap itu adalah jawaban terbaik dari setiap Doa mama ku dan doa ku. Terima kasih Tuhan telah memberiku kesempatan untuk melewati semua. Dengan Alhamdulillah insya Allah aku akan menerima semuanya. dan dengan Bismillah aku akan memulai dari awal. Semoga ketetapan-MU adalah yang terbaik. Aamiin.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 Subuh.
Suara kokokan ayam semakin meramaikan suasana pagi itu.
Setelah menunaikan sholat Subuh Niqy mempersiapkan sarapan pagi Nandi.
"Sholat subuh di Masjid Di?", tanya Niqy ketika melihat Nandi masuk ke rumah.
"Iya Maa".
"Maaa..masih ada susu kaleng yang biasanya Nandi minum?", tanya Nandi yang membuat Niqy kaget. Mengingat keuangannya sangat menipis.
Niqy masuk kedalam kamar, melihat isi tasnya yang hanya ada beberapa koin dan uang dua ribuan. Waduh mana lagi gaji belum masuk. Usaha pencarian saat itu sia-sia. Niqy pun kembali lagi keruang makan menemui Nandi yang sedang sarapan seadanya, Nasi dan telur goreng.
__ADS_1
Niqy lalu mengambil gelas dan menuangkan air minum.
"Dii...stok susu kaleng yang biasa Mama belikan untuk Nandi dah habis, dan mama juga belum gajian nih, tadi telepon ibu Nisa bagian keuangan kantor juga gak diangkat, gak enak mama telponnya berkali-kali ntar mengganggu istirahat orang, nih minum air putih aja dulu yaa", bujuk Niqy
"Iya Maa, tidak apa-apa", kata Nandi sambil meneguk perlahan air putih pemberian Niqy
"Terus sebentar mama mau ke SPN naik apa?", tanya Nandi lagi
"Pasti mama hadir disana Di, gak usah pikirkan itu, Nandi harus semangat yaa, apapun hasilnya", kata Niqy
"Iya Maa....kalau begitu Nandi pamit dulu".
"Iya Nak..... hati-hati semoga sukses", harap Niqy
"Aamiin...makasih mama, Assalamualaikum", pamit Nandi yang sudah di atas motor Honda beat hijau putih yang menjadi saksi proses perjalanan mengikuti tahapan seleksi Bintara Polri.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Niqy sudah siap dengan pakaian rapi. Dres hitam yang menggambarkan situasi hatinya yang selalu diselimuti kekecewaan, dan dipadukan dengan blazer berwarna cream keemasan tanda harapan itu masih ada, meski sering di uji dengan kesedihan.
Waktu terus berlalu, Niqy dengan kecemasan nya masih terus meminta disetiap langkahnya, Yaa Allah tolong bantu hamba untuk melewati ini semua. Memohon jika ada seseorang yang bisa membantu untuk mengantarkan dirinya menghadiri pengumuman anaknya. Kegelisahan masih terus dirasakan seiring waktu terus berdetak.