
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam itu Indah dan Mira mencurahkan segala kasih sayang. Mereka tidur berpelukan.
Namun keesokan harinya setelah Mira berangkat kuliah. Pecah sudah tangis Indah. Apakah ia mampu membungkus kotoran itu lama-lama. Dia tidak yakin, pasti kotoran tersebut lama-lama akan tercium juga oleh Mira. Rasanya dia tak bisa bertahan dan cuek dengan kehidupannya yang sekarang. Dia harus secepatnya keluar dari kehidupan malam itu.
Indah mengambil ponselnya dan memencet nomer paling atas. Dan tertulis nama mami Rose. Terdengar bunyi dari seberang. Tanda panggilan dijawab.
"Hallo honey, tumben telfon mami? "
"Mam, sepertinya Aku akan berhenti sekarang. "
"Why? kenapa mendadak honey. kamu ada masalah? "Tidak mam hanya Aku merasa sudah waktunya Aku berhenti dan menjadi lebih baik itu saja"
"Sudah kamu pikirkan baik-baik honey? "
"Iya sudah mam, maafin aku ya jika selama ini aku nyusahin mami"
__ADS_1
"No honey, kamu anak kesayangan mami. Keputusanmu itu kamu sendiri yang menentukan mami tak akan menghalangi. mami hanya bisa mendoakan yang terbaik. Itu juga kalau doa orang seperti mami diterima oleh Tuhan. "
"Thanks mam atas segalanya. Aku tak akan pernah melupakanmu"
"Sama -sama honey"
"Ya sudah Aku tutup dulu telfonnya ya mam. mami jaga diri baik-baik"
"Kamu juga honey, jadilah pribadi yang baik mulai sekarang jangan lupa jika ada waktu senggang masalah kerumah mami, mami pasti merindukanmu. "
"Iya mam. "
Dia berharap bisa bekerja ditempat yang membuatnya nyaman dan bisa menghargainya. Teringat kedua orang tuanya dia merasa rindu dengan ayah dan ibunya. Dan memutuskan akan pulang untuk menjenguk kedua orangtuanya. Dia segera beberes dan menghubungi Mira. Mungkin saja Mira mau ikut pulang dan Mira menjawab tidak karena jadwal kuliahnya yang padat. Mira akan pulang pekan depan katanya.
Setelah beberes dan Indah sudah siap untuk berangkat. Dia menitipkan rumah beserta isinya kepada bi Ani. Sedangkan dia menaiki taksi online yang sudah dipesannya sebelumnya. Taksi sudah menunggu didepan rumah, Indah bergegas naik menuju terminal bus. Sebenarnya bisa saja dia mengendarai mobil sendiri tapi dia tak mau membuat ayah dan ibunya curiga dengan pekerjaannya.
Tiga jam di dalam bis membuat badannya cukup pegsl sehingga membuat Indah menggeliat saat akan turun dari bus. sampai di terminal dia naik ojek menuju desa tempat tinggalnya. Setengah jam kemudian dia sudah sampai dihalaman sebuah rumah yang sangat luas. Terlihat pohon rambutan juga pohon kelengkeng sedang berbuah lebat. Juga ada pohon mangga dan alpukat disamping rumah besar tersebut.
__ADS_1
Indah melangkah mengetuk pintu pelan.
Tok... tok.... tok... Assalamualaikum.....
Terdengar sautan dari dalam rumah. "Wa'alaikum salam"
Saat pintu dibuka.Terligat seorang ibu paruh baya yang terkejut melihat kedatangan Indah.
"Lho kak kamu pulang. kok ngabarin kalau mau pulang. mana adikmu kok tak ikut pulang serta nak? " tanya ibunya
"Surprise buat ayah sama ibu. Mira sedang banyak tugas dari kampus bu"
"Ayo masuk kamu pasti capek kan ya" kata ibu sambil menggandeng tangan indah untuk masuk kedalam rumah.
"Dimana ayah bu? "
"Ayah sedang disawah sebentar lagi datang, kamu istirahat saja dulu ya ibu siapkan makanan. "
__ADS_1
"Baik bu"