Ayam Kampus

Ayam Kampus
Limapuluhtujuh


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya dirumah sakit, Indah segera mencari ruang UGD karena menurut Arga tadi Varga bilang Mira masih diperiksa dokter disana. Terlihat fauzi mondar mandir didepan pintu ruang UGD dan Varga yang duduk di kursi tunggu. Arga, indah dan cika berlari kearah mereka. Terlihat kekhawatiran diwajah Indah. Dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada adiknya. Arga selalu berada disampingnya. Menemani hingga dia melupakan janji temu dengan dosen pembimbingnya. Ntah besok akan seperti apa, tapi semoga saja dosennya itu bisa memaklumi keadaannya saat ini.


"Bagaimana kondisi Mira, Zi? " tanya Indah menatap Fauzi


"Masih diperiksa kak, dokter belum keluar" ucap Fauzi


sampai sekarang Indah masih bingung kenapa Fauzi ada disana dan sepertinya Fauzi sangat mengkhawatirkan Mira seperti dirinya. pasti ada sesuatu yang terjadi diantara adiknya dan Fauzi yang tidak diceritakan Mira padanya. tapi dia tepis pikiran itu jikapun Mira punya kekasih juga tak apa asal tak mengganggu kuliahnya. Mira juga punya hak merasakan menjadi anak muda. Cukup dia saja yang merasakan pahitnya masa-masa muda yang kelam.Tak lama pintu terbuka dan dokter keluar.


"Apa ada keluarga pasien? " tanya dokter


"Saya dok, saya kakaknya" kata Indah cepat.


"Bisa kita bicara diruangan saya saja? " ucap dokter


"Baiklah dok" kata Indah


Indah melangkahengikuti sang dokter tapi ada, seseorang yang menahan tangannya.


"Kak, bolehkan aku ikut. aku juga ingin tau kondisi Mira" kata Fauzi


Indah bisa melihat pancaran cinta dimata Fauzi untuk adiknya. tapi Indah belum tahu apa Mira juga menyukai Fauzi atau tidak. ditengah kebimbangan Arga menengahi.


"Sudah, ajak saja. biar aku dan teman-teman tinggi disini yank" kata Arga lembut


"Baiklah kamu boleh ikut, ayo! " ajak Indah pada fauzi


Mereka berdua melangkah masuk kedalam ruangan dokter.


"Silahkan duduk" dokter mempersilahkan mereka berdua duduk. Indah dan Fauzi duduk didepan dokter.


"Jadi, apa yang terjadi dengan adik saya dilok? " tanya Indah.


"Nona Mira mengalami tekan dan goncangan hebat akibat musibah ini. Sebaiknya ajak dia ketempat yang nyaman dan jauh dari keramaian. agar dirinya tenang dan berikan dia terus dukungan. akan lebih baik ada yang mendampingi jangan dibiarkan sendiri. "saran dokter


"Maksud dokter adik saya depresi? " tanya indah

__ADS_1


"masih mendekati jadi sebelum itu terjadi lebih baik nona Mira menenangkan diri. Dan saya sudah visum. nona Mira masih virgin" kata dokter


Ucapan dokter begitu melegakan Indah begitu juga Fauzi. adiknya masih suci. Indah menangis terharu. Setelah berkonsultasi dengan dokter. Indah dan Fauzi keluar dari ruangan dokter.


Diperjalanan keruang tempat Mira dirawat. Fauzi menghentikan langkah Indah.


"Kak, boleh berbincang sebentar? tanya fauzi


" Ada apa Zi? "


"Bolehkah aku yang merawat Mira? aku akan mengajak Mira berlibur sementara untuk menenangkan diri" ucap Fauzi gugup


"Kenapa Mira harus ikut sama kamu? dan kenapa kamu harus ikut merawat Mira? bukankah kalian hanya teman biasa? " akhirnya Indah mengungkapkan hal yang mengganjal dalam hatinya tersebut.


"Sebenarnya saya sudah mengagumi Mira sejak lama kak. Dari rass kagum lama kelamaan timbul rasa cinta dihati ini. Tapi Mira tidak pernah tahu karena saya tidak pernah mengungkapkannya.Maafkan saya kak sudah lancang menyukai adik kakak" ucap Fauzi tertunduk didepan Mira.


"Saya tidak pernah melarang Mira berhubungan dengan siapapun asal tidak berpengaruh buruk untuk Mira. jika kamu menyukai Mira kenapa tidak kau ungkapkan saja yang sejujurnya. Sepertinya Mira juga mengagumimu karena dia setiap dia bercerita namamu selalu disebutnya. "kata indah


" Saya hanya takut jika saya mengungkapkan perasaan ini Mira menjauhi saya kak"


"Terima kasih kak, saya janji akan menjaga Mira dengan baik dan Terima kasih sudah memberikan saya kesempatan untuk bisa membuktikan perasaan saya pada Mira" ucap Fauzi dengan raut wajah senang.


"Baiklah, kapan kalian berangkat, kata dokter Mira sudah boleh pulang"


"Besok pagi kak, saya akan mencari penerbangan untuk besok. " kata Fauzi


"Baiklah, ingat jaga Mira baik-baik" kata indah sambil menepuk bahu Fauzi


"pasti kak"


Indah melangkah keruangan adiknya. Arga dan Varga serta cika masih setia menunggunya disana.


"Yank, Mira sudah sadar tadi dia mencari kamu" kata Arga


"ya udah aku masuk dulu yah ,yank.terima kasih sudah menjaga Mira untukku" kata indah tersenyum


"Aku pasti jaga Mira seperti adikku sendiri, karena Mira sangat berharga buat kamu yank. Dan kamu sangat berharga buat aku. " kata Arga sambil mencium telapak tangan indah lembut. terdengar deheman dari Varga.

__ADS_1


"Dunia kerasa milik berdua. nggak kasihan sama yang jomblo. " canda Varga


"Leh, udah dilepasin itu pegangannya, ini depan umum" peringatan cika sambil tersenyum


"Iya maaf" kata Arga sambil senyam senyum. sementara indah mukanya memerah seperti kepiting rebus karena malu. indah melangkah masuk ke ruangan adiknya. indah mendekat kearah Mira yang tersenyum padanya.


"Gimana kondisi kamu dek? "tanya indah memandang sendiri adeknya.


" Alhamdulilah lebih baik. mbak darimana? "tanya Mira


" Syukurlah, mbak dari ruangan dokter. oh iya sementara kamu liburan dulu ya sama Fauzi agar kamu bisa menenangkan diri setelah kejadian ini. kakak tahu kamu berusaha kuat tapi kakak ini tak bisa dibohongi kamu masih sangat teringat kejadian itu. jadi untuk sementara kamu liburan dulu ya? "


"Kenapa harus Fauzi mbak? kenapa tidak pulang kampung aja? "


"Kamu mau kejadian ini diketahui ayah dan ibu? " tanya indah.


Mira menggelengkan kepalanya.


"Mira, kamu tahu Fauzi pemuda yang baik. Dan tadi yang menolong kamu dan menghajar Frans adalah Fauzi. Dia menyatakan perasaannya kepada kamu dihadapan kakak. bagaimana menurutmu. "? tanya indah


" Bener mbak? ternyata aku tak mencintai sendiri"gumam Mira


"Apa maksudmu? kamu juga suka sama Fauzi Mira? "tanya indah


"Terlihat ya mbak? "ucap Mira malu


"Iya terlihat banget. jadi kamu mau kan liburan dulu untuk menenangkan pikiran kamu? "tanya indah lagi


"Ya kalau mbak mengijinkan aku sih iya-iya aja"kata Mira sambil tersenyum


" Ya udah kita siap-siap pulang ya, istirahat dirumah, nanti mbak akan beresin barang kamu, karena besok kalian berangkat"kata indah sambil membantu Mira turun dari tempat tidur.


"Kok mendadak mbak" tanya Mira heran


"Yah akan lebih cepat lebih baik dek. mbak ingin kamu secepatnya sembuh dan tak mengingat lagi kejadian ini. " belai indah pada rambut adiknya.


Mira hanya mengangguk pelan. setelah itu mereka keluar ruangan dan pulang kerumah. Arga mengantarkan mereka. Varga mengantarkan cika pulang. Fauzi pulang sendiri karena dia akan mengurus keberangkatannya besok bersama mira. mereka berpisah didepan rumah sakit mengendarai mobil sendiri-sendiri.

__ADS_1


__ADS_2