
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Indah merasakan kebahagiaan setiap hari. Ada saja kemajuan yang ditunjukkan Bagas. Kalau hari ini sudah bisa membentuk balok-balok kecil menjadi kursi, besok menjadi meja, besoknya menjadi gapura. Genapn2 bulan bagS sudah bisa mewarnai gambar dan puncak kebahagiaan Indah adalah saat Bagas bisa menyebut mama dan papa. Bahkan Bagas juga sudah mau berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Setiap pagi dia akan dijemur untuk mendapatkan panas pagi agar melenturkan otot-otot kakinya yang kamu.Setiap 1minggu sekali ada seorang terapis yang datang kerumah untuk menerapi Bagas agar bisa berjalan. Dan sedikit demi sedikit Bagas sudah bisa melangkah walaupun hanya satu jangkah. Tapi itu perubahan yang sangat baik menurut Indah terutama kedua orangtuanya Mereka tak menyangka bahwa putranya bisa disembuhkan. Selama ini mereka terlalu larut dengan kesedihan memiliki putra cacat hingga tidak bisa berfikir untuk menyembuhkan putranya. Dan sekarang walaupun sedikit menyesal tapi mereka akan berusaha semampunya agar putra mereka bisa benar-benar mandiri. walaupun mungkin tak bisa senormal anak pada umumnya setidaknya putranya bisa mandiri dan berlatih menjaga dirinya sendiri. Dan rencananya bila Bagas sudah sembuh mereka akan program untuk anak kedua.
Karena pagi ini dia harus kekampus untuk melaporkan perkembangan Bagas pada pak Adhi, siangnya dia diajak Arga kerumah temannya. maka Indah tidak bisa datang kerumah Ruben. tetapi sore harinya dia menyempatkan datang untuk melihat Bagas. Tiba dirumah Ruben dia terkejut melihat keramaian dirumah tersebut. Diruang tamu terlihat Ruben sedang menghajar Hans. Orang-orang kampung tidak ada yang berani memisahkan apalagi mereka menganggap itu merupakan urusan rumah tangga. Disamping itu mereka juga tidak suka Hans yang sering datang kerumah itu saat Ruben tidak dirumah.
Indah menerobos kerumunan orang-orang yang berada didepan pintu. Dilihatnya Ruben sedang memukul dan menendang tubuh Hans yang limbung tak berdaya. Via juga hanya menangis saja didekat pintu ruang tengah dengan pakaian dan rambut acak-acakan. Yang mengherankan, Bagas berdiri tegak didekat ibunya dengan bertepuk tangan sambil melihat ayahnya yang sedang menghajar Hans.
"Mas Ruben? "
__ADS_1
Ruben berpaling mendengar teriakan itu. Kemudian ditariknya Hans, diseret keluar dan dilempar kehalaman. Hans bangkit dan berlari memasuki mobilnya kemudian menghidupkan mesin dan melarikan mobilnya. Orang-orang yang berkerumun bubar satupersatu.
"Silahkan duduk mbak Indah"
Tubuh Indah masih genetar karena takut dan kaget
"Ada apa sebenarnya mas Ruben? "
Ruben bercerira ketika sore itu pulang kerumah, dia curiga ada mobil Hans dihalaman. dia menerobos masuk ke ruang tamu. Dia mendengar pertengkaran Via dan Hans. Yang intinya Via ingin mengakhiri hubungannya dengan Hans tapi Hans menolak. Via menolak saat Hans minta dilayani. akhirnya Hans memaksa via menjerit ketika mau diperkosa. Ruben menerobos masuk kekamar dan diseretnya Hans ke ruang tamu lalu dihajar habis-habisan.
__ADS_1
"Sekarang saya puas mbak Indah. saya sangat bahagia".
" Karena mas Ruben kembali menjadi suami? "
"Saya puas karena sudah bisa memberikan pelajaran pada Hans. Dan Saya bahagia bisa mendapatkan kembali cinta Via. Tadinya Saya takut Via akan pergi dengan Hans tapi ternyata malah Via memutuskan hubungan mereka "
"Syukurlah, tapi Saya takut tadi. sepertinya anda akan membunuh Hans tadi"
"Tidak, Saya tidak ingin membunuhnya. Saya hanya memberikan pelajaran kecil saja"
__ADS_1
"Sedikit apanya? sampai babak belur begitu" gerut Indah
Via yang sedari tadi menangis langsung berlari dan memeluk Ruben dengan erat. Sembari mengucapkan kata maaf tiada henti. Ruben memeluk erat istrinya sembari menenangkannya. Bagas berjalan sedikit demi sedikit mendekat kearah Indah.Dan sesuatu hal terjadi........