Ayam Kampus

Ayam Kampus
Empatpuluhsatu


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya dikampus Arga mendatangi ruangan Rektor.


"Permisi pak, apa boleh saya masuk? "


"Silahkan ga"


"Saya sudah menunggu kamu daritadi"


"Maaf Pak saya baru menjenguk Bella dirumah sakit tadi"


"Oh, bagaimana kondisinya"


"Alhamdulilah sudah membaik pak"


"Kamu sudah tahu beritanya? "


"Saya sudah mendengar bahkan menanyakan langsung kebenarannya"


"Bagaimana menurut kamu? "

__ADS_1


"Sebenarnya saya kurang setuju dengan pembulyian itu, kita harusnya memberi kesempatan pada anak-anak tersebut untuk berubah. Toh setiap manusia punya kesempatan untuk berubah. Bukan berarti menyepelehkan kebaikan. Toh selama ini para ayam kampus ini tidak pernah merugikan nama kampus kita. Justru mereka anak-anak berprestasi yang mengharumkan nama kampus kita. Lalu rasanya tidak adil jika mereka harus dibully hanya karena mereka menjadi seorang ayam kampus. Bukankah akan lebih baik memberitahu mereka secara baik-baik bukan dengan cara membuly. "


"Iya kamu benar. Tapi ini lingkungan yang bermoral ga. Jadi sulit untuk mengerti kemauan mereka"


"Lingkungan bermoral itu hanya isikan jempol belaka pak. Banyak diantara anak-anak kampus kita yang sudah melakukan hubungan terlarang dengan kekasihnya tapi kenapa tak ada yang mengadili? justru sekarang saat mendengar adanya ayam kampus dikampus mereka merasa nama kampus dicemari. Sok suci sekali mereka pak. Seperti tak pernah melakukan dosa"


"Lalu apa yang akan kamu lakukan "?


" Jika aku mengadakan sidang apa kah bapak merasa keberatan? "


"Tentu saja tidak. Asal permasalahan ini secepatnya berlalu. Agar tidak mencoreng nama baik kampus kita"


"Ya sudah. Bapak mendukung sepenuhnya. Selesaikan masalah ini baik-baik jangan ada perkelahian dan pembulyian lagi dikampus kita"


"Iya Pak"


Arga berpamitan dan segera mengumumkan digrup bahwa besok akan diadakan rapat resmi kemahasiswaan. Sebelum pulang dia ingin mampir ke rumah sangat kekasih dulu.


"Ga, kita sudah saja hubungan ini ya. lupakan aku. Anggap saja aku tidak pernah ada. Aku sudah merasa bahagia karena kamu tak main-main. Barangkali benar kata orang cinta tak harus memiliki. Aku harus tahu diri ga"


"Tidak, kamu tidak boleh begitu. Aku tidak akan mundur. Kamu harus tetap ada disisiku ndah"

__ADS_1


"Aku dengar mereka akan menyingkirkan kamu dari sema. "


"Iya, tapi kamu tenang saja. Aku pasti tak akan mundur dengan mudah . Aku tak selemah yang mereka sangka"


Indah mengambil sesuatu dari dalam kamarnya. dan memberikannya pada Arga.


"Mungkin ini bisa membantu kamu. Amplop ini boleh kamu buka dirumah"


"Isinya apa? "


"Pulanglah dan buka dirumah. Maka kamu akan tahu isinya"


"Jadi Aku pulang sekarang?tapi Aku masih kangen yang. "


"Sebaiknya kamu pulang dan baca itu. Dan pikirkan strategi untuk menghadapi sidang besok yang"


"Ya udah deh Aku pulang"


"Hati-hati ga"


Arga ingin secepatnya sampai dikosan agar bisa membuka isi surat tersebut. Tapi di tengah perjalanan dia berubah pikiran dan dibelokkannya motornya kejalan menuju rumah Cika. Dia ingin menceritakan pertemuannya dengan Indah juga rektor dikampus tadi. Dia ingin mendiskusikan masalah ini dengan Cika karena Cika salah satu sahabatnya yang bisa berfikir bijaksana. Mungkin Cika bisa membantunya mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Karena Cika juga bisa dijadikan dia saksi untuk kasusnya ini. Saat sampai dirumah Cika terlihat cika sedang duduk membaca buku diteras samping rumahnya. Arga menghentikan motornya dan menghampiri Cika.

__ADS_1


__ADS_2