Ayam Kampus

Ayam Kampus
Limapuluhempat


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arga meninggalkan Indah yang sedang termenung, dia menghubungi Cika dan Varga untuk membantunya mencari Mira. Tiba-tiba dari arah dalam rumah Indah berlari menuju mobilnya. Arga bergegas mengikutinya dan mematikan ponselnya.


dia mencegat Indah yang akan masuk kemobilnya.


"Mau kemana? tunggu sebentar ndah, kita pikirkan dulu baik-baik jangan gegabah datang sendiri ndah" tegas Arga


"Tapi adik aku dalam bahaya Arga dan aku harus secepatnya menolongnya" teriak Indah


"Iya aku tahu yank tapi kita juga harus berfikir tenang dulu. kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti jadi jangan pergi dulu. kita pergi sama-sama. aku, Varga dan cika akan mengikuti kamu dari belakang dengan jarak aman.please,jangan pikirkan diri sendiri. kamu masih punya aku ndah. tolong hargai aku. aku juga tidak mau Mira kenapa-napa tapi aku juga nggak mau kamu juga kenapa-napa. kita pasti menemukan Mira. kamu sabar dulu" bujuk Arga sambil memeluk Indah


"Tapi ga, bagaimana kalau kita terlambat datang kesana Mira diapa-apain Arga, aku tak sanggup ga" tangis Indah dalam pelukan Arga

__ADS_1


"Iya aku tahu kita kesana tapi sama-sama jangan pergi sendiri. ok? " kata Arga


"Indah menganggukkan kepala. Arga mendudukkan indah dikursi depan dan segera melakukan mobilnya menuju kostan cika dan Varga. kebetulan kost mereka dekat. tadi dia sudah menghubungi keduanya dan rencananya merek akan membuntuti indah dengan memakai mobil varga.


Mobil indah memasuki sebuah kawasan kumuh di pedesaan. mobil varga terus mengikuti mobil indah dibelakang dengan jarak aman. tiba-tiba diperempatan jalan ada seseorang yang menyetop mobil indah.


orang itu menyuruh indah turun dan mereka berbincang-bincang sebentar. dia menggiring indah masuk ke sebuah mobil dengan menutup kedua mata indah dengan kain hitam. indah hanya pasrah mengikuti langkah orang tersebut. Arga yang melihat sang kekasih seperti itu mengpalkan kedua tanganya. rasanya ingin berlari kesana tapi dia masih ingin tahu tempat pentekapan Mira. cika mencoba menahan Arga agar lebih bersabar dan tenang.


"Mbak Indah? "


Indah mendengar suara Mira memanggilnya. Sontak dia melepaskan kain penutup matanya. Tampak Mira duduk di kursi tengah ruangan. Matanya sembab habis menangis. kedua tangan dan kakinya terikat di kursi. lelaki yang membawanya tadi tidak tampak. indah berlari mendekati adiknya.


"Mira, kamu nggak Pa-pa dek? " tanya indah

__ADS_1


Mira mengangguk pelan.


"Seharusnya mbak Indah tidak datang kemari. Biar Mira yang jadi korban kejahanaman mereka. mbak sudah banyak menderita. biarkan Mira berkorban untuk membayar semua. "kata Mira sambil terisak


" Tidak Mira, mbak indah datang untuk menggantikan Mira. seperti yang mereka minta. Mira harus selamat dari kejahanaman ini. biara mbak indah saja yang menjalaninya. mungkin ini cobaan atau hukuman dari Tuhan untuk mbak indah yang banyak dosa"ucap indah sambil menyeka air mata adiknya


"Tidak mbak, Mira akan bersama mbak. kalau nanti kita mati, maka kita akan mati bersama"kata Mira


" Tidak adikku kamu harus selamat. kumohon berjanjilah untuk hidup dengan baik jika sesuatu terjadi dengan mbak nanti. jagalah kedua orang tua kita. dan jangan pernah ceritakan apapun yang terjadi sama mbak selam disini. kasihan kedua orang tua kita sudah banyak menderita dik"


Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang mereka.


Siapa itu? penasaran? jangan lupa like, koment dan botak ya? Author minta dukungan biar tambah semangat nulisnya. Terima kasih. 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2