Ayam Kampus

Ayam Kampus
Tigabelas


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali dari kampung, Bi Ani memberikan surat dari fakultas. Ia diminta segera menghadap dosen pembimbing. Indah khawatir juga akan panggilan itu takutnya skripsinya ditolak. Sebenarnya Indah ingin sekali skripsinya itu benar-benar real dengan kenyataan. bukan hanya berdasarkan literatur semata.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Indah sudah berangkat ke kampus. Indah sudah tak peduli bahkan mungkin melupakan tentang majalah kampus yang kemarin menggemparkan dunia maya.


Pokoknya Indah ingin konsentrasi dengan skripsinya. Indah ingin cepat lulus dan mengakhiri perjalanan hidupnya yang sekarang. Tekadnya, setelah lulus segera mencari pekerjaan.Dan setelah dia mengundurkan diri dari tempat mami Rose kemarin dia juga sudah mengambil seluruh tabungan di bank juga mengganti rekeningnya dengan yang baru. Dia benar-benar ingin lepas dari dunia malam. Untuk biaya sehari-hari dan untuk sekolah Mira Indah berfikir uang itu masih cukup untuk satu tahun kedepan. Kalau perlu dia akan menjual semua perhiasan juga mobilnya.


Indah telah banyak mendapat pelajaran dari ayah dan ibunya selama dikampung kemarin. Tekadnya kuat ingin bertonat dan mendekatkan diri dengan sang Khalik. Indah tersenyum. Buat apa hidup bermewah-mewah seperti sekarang kalau jiwa tersiksa.


Indah mengetuk pintu ruangan dosen pembimbing. Dengan sedikit berrgetar Indah membuka pintu. Pak Adhi mendongakkan kepala.


"Oh kamu ndah, silahkan masuk"


"Ya pak"


"Sudah dari kemarin aku menunggumu. Apa suratnya belum sampai? "


"Sudah pak tapi kemarin saya baru saja pulang kampung menjenguk ayah dan ibu dikampung pak"

__ADS_1


"Bagaimana orang tuamu, apa baik-baik saja? "


"Alhamdulilah pak, Ayah sekarang menggarap sawahnya sendiri sedangkan ibu membuka toko sembako dekat rumah kami"


"Wah hebat, syukurlah kalau begitu"


Indah mang pernah menceritakan tentang keluarganya pada pak Adhi. Dosen satu ini memang terkenal baik dan bijaksana. Tidak pernah menolak konsultasi apapun dari anak dididiknya untuk persoalan apapun. Pendeknya, Beliau adalah dosen ideal menurut mahasiswanya. Orangnya tampan, berwibawa. Usianya 40 tahun tapi belum beristri. Tidak tahu kenapa. Padahal kalau mau tidak sedikit dosen cantik yang masih melajang dikampus ini. yang bisa dijadikannya istri juga ibu dari anak-anaknya.


"Judul skripsimu bagus ndah. Sudah bisa segera diproses"


Indah tergagap


"Oh tidak pak"


"Coba ulangi perkataan saya tadi? "


"Bapak bilang skripsi saya sudah bisa diproses"


"Seratus deh buat kamu"

__ADS_1


"Ah bapak ini"


"Tapi hasil skripsi kamu akan lebih bagus jika kamu melakukan riset. Pokonya jangan semata-mata mengandalkan pada bahan poko bacaan. kadang yang ditulis dibuku tidaklah sesuai dengan realita. "


"Memang itu rencana saya pak, Apakah bapak ada rekomendasi keluarga yang bisa saya kunjungi? "


"Ada, keluarga ini saja sudah cukup kamu kunjungi. Dari beliau kamu akan banyak menemukan fakta dan hal baru yang tidak ada dibuku manapun"


Sambil menuliskan sebuah alamat diatas secarik kertas pak Adhi sedikit mengerikan kondisi keluarga yang akan Indah kunjungi


"Rasanya sudah cukup yah? selamat bekerja deh! "


"Terima kasih pak" Mohon doa restunya"


"Kalau ada kesulitan segera hubungi bapak saja"


"Baik Pak"


Pak Adhi mengulurkan tangan yang disambut Indah dengan senangat.

__ADS_1


Dari kampus Indah tak langsung pulang tapi dia membelokkan mobilnya ke toko Gramedia untuk mencari referensi buku yang berhubungan dengan judul skripsinya. Dia mengumpulkan buku-buku itu dan membawa kebagian kasir. Cukup banyak buku yang akan dibelinya tapi menurutnya itu masih belum cukup. Setelah menbayar Indah bergegas pulang dan ingin segera membaca buku-buku yang dia beli dirumah.


__ADS_2