Ayam Kampus

Ayam Kampus
Empatpuluh


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tangis isak ketiganya tak berhenti hingga Mira datang menghampiri.


"Mbak......? "


"Ya... Ampun Mir, maaf mbak lupa sama kamu. Sini"


ajak Indah


"Maaf, kenapa mbak Bella sampai lakuin itu.Apa mbak juga termasuk mahasiswa seperti itu? " tanya Mira bingung


"Mira...... " teriak Indah


"Udah mbak, gak pa-pa. Mira wajib tahu siapa kita. Toh namanya kotoran sebaik apapun kita membungkusnya tetap akan tercium juga mbak. Mungkin sudah saatnya semua orang tahu siapa kita ini mbak" ucap Luna bijak


Indah termenung memikirkan kata-kata Luna, Memang benar mereka menyimpan kotoran tapi mereka kan tidak merugikan kampus. kenapa mahasiswa itu yang harus mengadili orang seperti mereka ini. Bukankah ini urusan mereka dengan Tuhan. Jadi bukankah lebih baik hanya pengadilan Tuhan saja yang menentukan seberapa baik dan buruknya manusia tersebut Kenapa didunia mereka juga masih merasakan sangsi moral yang teramat berat. Apalagi sampai membuat orang seperti mereka ini nekad mengakhiri hidupnya seperti Bella saat ini. Sungguh Indah tak bisa menerima itu semua.


"Tapi kan tak harus menekan seperti ini Lun. Tahu apa mereka tentang kita hingga mengadili kita seperti ini" geram Indah


"Tapi tetap saja mbak kita ini memang seperti itu. Di mata mereka kita ini kotor. Dan kita harus bisa menerima kenyataan itu. " tangis Bella

__ADS_1


"Mbak sudah bilang kan sama kalian berdua keluarlsh dari dunia malam itu. Tinggalkan mami Rose. "


"Tapi mbak, kasihan mami Rose jika kita semua keluar. " kata Luna


"Tapi apa kalian akan hidup seperti ini terus? percuma kalian kuliah jika ingin seperti ini terus. Suatu saat kalian akan tetap akan berubah. Dan inilah saatnya. Kenapa harus menggunakan nanti jika sekarangpun kalian bisa berubah" tutur Indah


Luna Dan Bella mendengarkan perkataan Indah.


"Kami pasti berubah mbak tapi tidak sekarang. Kami masih butuh untuk biaya kuliah" ujar Luna


"Apa kamu masih sanggup untuk kuliah setelah semua yang dialami Bella? " tanya Indah


Terlihat Arga dan Varga ngos-ngosan setelah berlarian dari arah parkir menuju ruangan tersebut.


"Sayang, kamu nggak pa-pa? " tanya Arga sambil membolak balikkan tubuh Indah.


"Nggak pa-pa. Kamu kenapa sih yang? " tanya Indah


"Aku khawatir banget tadi pas dengar katanya ada pembulyian dikampus Aku takut itu kamu. pas Aku kerumah kamu bisa Ani bilang kamu kerumah sakit. Aku kira kamu lagi sakit karena Aku telfon kamu yang angkat adek kamu Mira. Dia bilang kamu diruangan ini. Syukurlah kamu baik-baik saja. Tapi apa yang terjadi sama Bella? "


"Dia mencoba mengakhiri hidupnya yang. " jawab Indah

__ADS_1


"Kenapa harus mengakhiri hidup jika kamu bisa membela diri? " tanya Varga yang memang anak fakultas hukum. Dia sangat kritis jika ada sebuah permasalahan.


"Aku tak sanggup mendengar hinaan mereka. Rasanya sakit sekali" isak Bella


"Harusnya kamu tunjukkan pada mereka kalian tak sekitar itu dan tak merugikan mereka jangan hanya diam. Kita juga bisa menuntut mereka dengan kasus pembulyian. "


"Apa mungkin orang seperti kita bisa dapat keadilan?tanya Luna.


"Tentu saja bisa"


"Sudahlah kenapa memperkeruh keadaan. Untuk sementara kamu tak perlu kekampus dulu. Jika keadaan sudah memungkinkan Aku akan mengabari kamu dan kamu bisa pergi kekampus lagi" kata Arga


"Oh iya dimana Mira? "


"Mira sedang duduk didepan"


"Ya sudah mbak balik dulu yah Bel, Lun. kalian baik-baik dulu disini. Besok mbak kesini lagi jenguk kalian. jika situasi sudah memungkinkan kalian harus kuliah, sayang tinggal sedikit lagi kalian lulus. jangan buat pengorbanan kita sia-sia dengan tak melanjutkan kuliah. Dan pertimbangkan tawaran mbak tadi, secepatnya keluarlah dari dunia malam. Mbak menanti saat itu tiba"


"Iya mbak, kami akan pikirkan lagi tawaran mbak"jawab Luna.


Setelah berpamitan mereka semua pulang. Indah dan maya pulang kerumah sedangkan Arga dan Varga akan kekampus menanyakan masalah ini. Karena tadi juga dekan dikampus menghubungi untuk membahas masalah ini. Menurut Arga Sepertinya akan terjadi. sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2