Ayam Kampus

Ayam Kampus
Sembilan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selepas magrib terdengar bel berbunyi. Dan setelah membuka pintu terlihat Mira datang diantar teman cowoknya. Namanya Fauzi. Berasal dari Jawa Tengah tetapi menetap di surabaya. Kedatangan pemuda itu hanya untuk mengantar Mira karena dia ada kuliah sore.


"Tumben mbak dirumah. Nggak pergi? "


"Nggak.Tadi itu siapa sih Mir? "


"Kan tadi sudah memperkenalkan diri. Mbak juga sudah tanya asal usulnya segala"


"Maksud mbak, Apa dia....? "


"Pacar, maksudnya? "


"Kenapa? Mbak kan cuma pengin tau saja"


"Bukan kok mbak. Fauzi hanya teman biasa.Tapi gak tau kalo dia anggap Mira lebih. "


"Makanya kamu hati-hati. harus pinter jaga diri"


"Beres mbak"


Mira langsung ke ruang makan. Gerakanya sangat lincah. Indah memandang punggung adiknya dengan tersenyum. Indah menghela nafas panjang. Betapa cantik dan anggunnya. Seperti dirinyajuga, tubuh montok, tinggi semampai dan padat berisi. Bedanya Mira masih orsinil sementara dia sudah bekas banyak lelaki. Dia berharap kelak adiknya mendPatkan suami yang baik. Dan dia bersumpah akan menjaga adiknya dengan baik.


Mira muncul lagi diruang tengah dengan membawa segelas es sirup juga makanan ringan. Gadis itu duduk didepan kakaknya. Hening sejenak.


"Mbak Indah sudah baca artikel di majalah kampus kita belum? aku baru baca tadi.

__ADS_1


Indah terdiam. Dadanya berdebar keras. Pertanyaan adiknya itu seolah menonjok ulu hatinya. Kalau dalam pertarungan tinju, mungkin ia kena pukulan dari lawan keras sekali. Hingga membuat dia KO. Sedikit pertanyaan itu saja membuatnya ketakutan setengah mati.


" Mbak harus baca, pokoknya serem banget deh"


"Mbak udah baca kok"


"Komentar mbak gimana? "


"Mbak gak ada komentar apa-apa"


"Apa betul sih mbak, ada mahasiswi yang mau begituan? "


"Mbak tidak tahu"


"Terus terang Mira takut mbak"


"Apa benar mbak berdagang emas dan permata? "


"Mira ada apa sih? kok hari inimacemacem aja pertanyaan kamu"


Mira memandang kakaknya. Mereka,saling pandang tetapi kemudian Indah menunduk.


"Mbak punya mobil, punya rumah bisa membiayai sekolah Mira juga mengingatkan ayah ibu dikampung. Apa hasil kerja mbak cukup untuk itu semua? Aku rasa mbak terlalu bekerja sangat keras"


"Mira Mira kamu tidak perlu memikirkan mbak, mbak baik-baik saja, yang penting fokus sama kuliah kami biar cepat lulus. "


"Sebenarnya ada teman Mira yang mengajak kerja part time. "

__ADS_1


"Tidak Mira. Selama kakak bisa mencukupi kebutuhan kamu jangan pernah berfikir untuk kerja diluar kamu ngerti"


*Aku kasihan mbak Indah"


"Sudahlah kamu gak usah berfikir seperti itu. yang penting kamu cepat lulus dan buktikan sama mbak kalo kamu bisa membanggakan mbak dan kedua orang tua kita. "


"Mbak Indah marah nggak kalo Mira tanya sedikit"


"Mau tanya apa? "


"Mbak bukan termasuk salah satu mahasiswi tersebut kan? "


"Mira! " sentak Indah


Indah memandang adiknya tajam-tajam. Mira sangat ketakutan melihat kemarahan sangat kakak. Kemudian dipeluk tangan tubuh Indah erat-erat.


Indah mengelus Ribut adiknya pelan.


"Sudahlah adikku, mbak baik-baik saja"


Mira memandang wajah Indah seakan meminta kepastian.


"Mira tak percaya pada mbak? "


"Percaya mbak, hanya sedikit khawatir saja. Kita ini orang susah mbak. Ayah terkena stroke dan ibu pernah jadi pasien rumah sakit jiwa. Yah walaupun mbak dulu pernah melakukan kesalahan tapi mbak sudah berjanji untuk hidup lebih baik kan mbak" tangis Mira


Indah merasa hatinya diremas sangat kuat mendengar kata-kata adiknya. Tapi ditahannya agar diapun tak ikut menangis Dadanya serasa pecah. Dalam batin dia berkata "Maaf adikku, maafkan kakskmu ini yang sudah melanggar janji tersebut. Tapi ini juga demi masa depan kita bersama, percayalah mbak terpaksa melakukan semua ini".Jeritnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2