Ayam Kampus

Ayam Kampus
Duapuluhtiga


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keluar dari rumay Via, Indah mengendarai mobilnya dengan pelan. Dia terkejut, saat didepan gang tidak jauh dari rumah Via, dia melihat Hans berdiri disamping mobilnya dipinggir jalan. Lelaki ituemberi isyarat agar dia berhenti. Indah mengerem mobilnya. Dibukanya pintu mobil pelan. Dia keluar dari mobilnya menghampiri Hans.


"Ada apa Hans, Apa mobilmu mogok? "


Hans tersenyum sangat manis dan sikapnya tidak sekasar saat dirumah Via tadi.


"Saya tahu anda mencari Ruben. Sulit untuk bertemu dengannya jika anda mencarinya kerumah. pulangnya tidak tentu. Tapi Saya bisa menolong anda"


"Oh Terima kasih" kata Indah sambil tersenyum


"Anda punya kertas? "


Indah membuka tas kecilnya kemudian mengambil notes dan diberikannya pada Hans. Lelaki itu menulis sebuah alamat dinotes tersebut.


"Kalau mau bertemu Ruben datanglah ke alamat ini"


"Apa dia selalu berada disini? "


"Setidak-tidaknya dia lebih sering disini daripada dirumah"


"Terima kasih"

__ADS_1


"Hati-hati dengan Ruben, dia sangat galak juga kasar"


"Sekali lagi Terima kasih"


Hans memasuki mobilnya. Indah membaca alamat itu sekali lagi, kemudian memasuki mobilnya sendiri. Kalau tidak salah alamat yang diberikan Hans itu sebuah bar cukup terkenal didaerah itu. Dalam hati, Indah menimbang-nimbang, apakah dia harus menemui Ruben diBar itu atau tidak. Tapi dia sangat butuh persetujuan Ruben untuk meneliti putranya. Mungkin, dia akan terseret kedalam petualangan yang lebih berbahaya. Ternyata jalan yang ditempuh masih berliku dan mungkin terjal.


Malam harinya dia mendatangi Bar yang dimaksud oleh Hans.Baginya Bar tak terlalu asing baginya yang biasa hidup di dunia malam.Tapi sebagai seorang kekasih,Arga tak membiarkan kekasihnya ketempat itu sendirian. Dia ikut mengantarkan kekasihnya menemui Ruben. Bau asap rokok yang menyesakkan dada mulai tercium. Didalam terlihat beberapa pasangan berlenggok-lenggok menirukan suara dj yang sedang memutar lagu. Suara iramanya memekakkan telinga. Beberapa wanita ada yang duduk sendiri di kursi remang-remang seakan menunggu mangsa. Ada juga beberapa pasangan yang sedang bercumbu bahkan juga setengah telanjang. Hingga ada seorang lelaki menghampiri Indah dan Arga.


"Ada yang bisa saya bantu? "


"Saya sedang mencari Ruben"


"Oh"


"Coba anda tanyakan pada lelaki yang duduk dipojok belakang. "


Indah dan Arga berjalan kearah lelaki yang duduk dipojok belakang. Lelaki dengan rambut berwarna gold itu acuhbdaja dengan kedatangan Indah.


"Saya mencari Ruben"


"Ada perlu apa dengan bos Saya? " tatapannya menyelidik


"Oh tidak, kami ada perlu pribadi dengan Ruben" kata Arga

__ADS_1


"Baiklah mari ikut Saya"


Indah dan Arga mengikuti lelaki tersebut menuju sebuah ruangan. Mereka memasuki sebuah ruangan yang lebih mirip sebuah ruangan kantor. Ruangan itu lebih luas dan juga bersih. terdapat meja dan kursi untuk bekerja juga sebuah sofa untuk tamu. ada sebuah pintu yang mungkin itu sebuah kamar. Di sebuah kursi duduk seorang lelaki yang sedang bersandar di kursi sambil memejamkan mata menghadap kaca besar didepannya.


"Bos, ada yang mencari"


Lelaki itu membuka mata.


"Siapa? "


"Ini bos"


Lelaki itu memandang Arga dan Indah


"Anda mencari Saya? "


"Iya Saya mencari anda, kalau benar anda suami dari nyonya Via"


"Anda kenal istri Saya? " tantanya mengerutkan dahi


"Baru beberapa hari yang lalu"


"Silahkan duduk"

__ADS_1


Indah dan Arga mengulurkan tangan bergantian sambil menyebutkan nama masing-masing. Kemudian dia duduk dikursi depan Ruben. Sedangkan lelaki yang mengantarnya tadi sudah pergi dari ruangan tersebut.


__ADS_2