
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesok harinya Indah mendatangi rumah Via. Ia ingin bertemu dengan suaminya, Ruben.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam. Mbak ngapain lagi sih kesini? "
"Saya ingin bertemu suami mbak"
"Jangan, mas Ruben itu orangnya emosional sekali. kalau bisa mbak jangan bertemu dengannya. "
"Bagaimana kalau saya berkenalan dengan putra mbak? "
"Tidak bisa mbak, nanti kalau suami saya tahu dia bisa mengamuk. tak seorang pun bisa menyentuh anak kami"
"Sebentar saja sebelum suami anda pulang"
"Saya tidak berani. Anak saya itu sudah tidak bisa disembuhkan. sejak lahir memang begitu hanya bisa menangis saja"
"Kan perlu dicoba"
"Tidak bisa mbak, saya tidak berani. suami saya sangat kasar"
"Sekarang suami mbak dimana? "
"Kerja"
"Kerja dimana? "
"Nggak tahu"
__ADS_1
"Lho kok nggak tahu? "
"Memang saya tidak tahu"
"Mbak ini kan istrinya masak suami kerja dimana tidak tahu"
"Memang tidak tahu. tapi suami saya marah kalau ditanya tempat kerjanya"
"Apakah suami mbak kerja kantoran? "
"Saya tidak tahu"
"Bisnis barangkali"
"Kepada saya dia sangat tertutup"
"Sudah berapa tahun anda menikah dengannya? "
"Lima tahun"
"Dan anehnya seorang istri tidak tahu suaminya kerja apa dan ada dimana"
"Rumah tangga kami memang aneh mbak"
Via melihat kearah dinding.
"Suami saya sebentar lagi pulang, lebih baik mbak cepet pergi sebelum diusir dari sini"
"Anda takut? "
"Dia selalu curiga kepada tamu yang tidak dikenal"
__ADS_1
"juga tamu wanita? "
"Tak terkecuali"
Dari dalam rumah terdengar suara gaduh. Via masuk kedalam rumah dan terdengar suara bentakan. Indah hanya mengelus dadanya. Dan terlihat via keluar lagi sambil menggerutu.
"Tiap hari kerjaannya seperti itu. Memukul kaleng, menendang pintu, membanting piring dan merusak barang lainnya. Lama-lama saya bisa gila"
"Saya semakin tertarik dan ingin bertemu dengan putra anda?"
"Jangan, dia anak setan. Dia bisa melukai anda"
"Dia bukan anak setan. Dia anak manusia. putra anda dan suami anda. Siapa namanya?
" Bagas"
"Bagus namanya pasti sangat tampan anaknya"
"Yah seperti ayahnya hanya saja dia bisa mengamuk jika dengan orang asing"
"Jadi saya sekarang boleh bertemu dengan bagas? "
"Jangan"
"Kapan saya bisa bertemu dengan bagas? "
"Saya tidak tahu. semuanya tergantung mas Ruben"
"Kalau begitu saya permisi ya? "
"Silahkan.Dan Terima kasih atas kunjungannya. tapi sebaiknya ini kunjungan pertama dan terakhir anda kesini"
__ADS_1
"Justru sebaliknya, saya menjadikan ini kunjungan pertama tapi bukan terakhir"
Benar juga kata pak Adhi keluarga ini sangat unik. Keluarga ini baru menikah lima tahun. Namun aneh juga seorang istri tidak tahu suaminya bekerja dimana dan tak tahu kemana suaminya pergi setiap hari. Indah semakin tertarik dan bertekad untuk berkenalan dengan keluarga itu lebih jauh. Apapun resikonya. setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Pulang dari rumah via, Indah memutuskan akan datang kerumah itu dua hari lagi. makin sering makin baik. mungkin pertama dia ditolak, tapi untuk semua itu dibutuhkan kegigihan. sejeras-kerasnya manusia kalau terus didekati akan luluh juga. Bagaikan batu padas yang mendapat tetesan air yang lembut pada akhirnya berlubang juga. Sampai dirumah dia mencatat semua yang terjadi hari ini. Dan dia juga akan mencari informasi dimana pak Ruben ini bekerja dari tetangga sekitar rumahnya. Mungkin saja salah satunya ada yang tahu. tidak menutup kemungkinan pasti ada yang mengenalnya karena mereka cukup lama tinggal didaerah itu.