Ayam Kampus

Ayam Kampus
Empatpuluhtiga


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya dikosan, seperti yang disarankan Cika pada dirinya, dengan diawali"Bismillahhirrohmanorrohim", Arga pelan-pelan membaca isi amplop tersebut. Arga tersenyum ketika melihat isinya. Dia tak menyangka jika anak fakultas kedokteran yang ingin melengserkan jabatannya adalah orang tersebut. Seseorang yang juga dikenal baik Arga dan saat pemilihan ketua sema dia dikalahkan oleh Arga. Sepertinya ada motif tersendiri sehingga dia membuat kekacauan ini. Arga tidak akan bilang siapa-siapa tentang isi amplop itu. Arga hanya akan menggunakan amplop tersebut jika keadaan benar-benar gawat. Sebab, Arga tak punya keinginan untuk mempermalukan seseorang. Dia hanya ingin memberikan sedikit gertakan saja pada yang bersangkutan untuk menyudahi kekacauan ini. Namun diakui isi amplop tersebut bisa jadi kartu As terakhirnya.


Setelah dia membaca surat tersebut, Arga termenung dan berfikir. Hidup ini memang tak terduga, orang yang dekat dengan kitapun bisa jadi penghianat dan orang yang terlihat baik nyatanya hanya sebagai topeng belaka. Arga tersenyum sendiri membayangkan bagaimana hebohnya sidang besok jika surat ini sampai dia bacakan. Tetapi apa boleh buat jika situasinya menghendaki. Toh bukan dia yang memulai. Dunia ini ternyata segalanya serba mungkin.


Pagi menjelang, Arga datang kekampus pagi-pagi sekali karena dia harus memastikan tempat untuk sidang nantintertata dengan rapi dan tidak ada kekurangan apapun. Cika juga sudah datang pagi sekali karena dia juga ikut dalam sidang ini sebagai saksi.

__ADS_1


"Bagaimana ga? sudah siap? "tanya Cika


"InsyaAllah siap Cik" jawab Arga "


"Ingat jangan takabur dulu. Belum tentu kita menang'tegur Cika


" Aku tidak takabur Aku hanya yakin. "elakkan Arga

__ADS_1


"Biasa aja" cuek Arga


Agenda sidang kali ini adalah mempertanyakan kedudukan Arga sebagai ketua sema sekaligus membahas tentang pbulyian yang berakhir dengan adegan bunuh diri salah satu mahasiswi dikampus.


Sidang ini sudah disetujui bapak Rektor sesuai permintaan Arga untuk menegakkan keadilan. Sebelum rapat dimulai Rara naik kepodium untuk memulai sidang kali ini. Setelah beberapa sambutan tibalah saat nama Arga dipanggil untuk naik ke atas podium. Arga sedikit melirik Rara yang memberikan beberapa lembar kertas. Arga menduga itu beberapa materi pertanyaan yang akan ditanyakan padanya. Arga tidak ingin memberikan komentar. Memang hak mereka memberikan usulan pembahasan. karena mereka memiliki hak yang sama dengannya. Arga sadar sidang ini dibuat untuk mengadili dirinya yang diam saja dengan adanya isu ayam kampus dikampus mereka. Katakanlah dia sebagai terdakwa.


"Jadi saudara Arga sudah siapkah anda untuk mengundurkan diri secara sukarela? " tanya pak Abu dosen yang memimpin jalannya rapat sekaligus bertindak sebagai hakim.

__ADS_1


"Jika memang para peserta rapat ingin saya mundur saya akan mundur. Tapi beri tahu saya alasan yng jelas kenapa saya harus mundur dari jabatan saya? apa kesalahan saya? "tanya Arga tenang


" Kesalahan anda adalah melindungi para oknum yang terlibat menjadi ayam kampus dikampus kita ini. Apalagi dengan terkuaknya hubungan saudara Arga dengan saudara Indah yang seorang ayam kampus. Itu benar-benar tak bisa diterima. Kami berpendapat hubungan mereka ini tidak dibenarkan selama saudara masih menjabat sebagai ketua sema. Kami risih mendapat pertanyaan dari para mahasiswa. Kata mereka, hubungan tersebut bisa dinilai bahwa ketua sema atau bahkan anggota sema sebagai institusi mahasiswa dikampus mendukung perilaku praktek **** secara bebas baik amatir maupun profesional dikampus kita berkeliaran. kami malu terhadap perilaku ketua kami. Maka dengan sangat kami meminta saudara Arga mundur dari jabatan ketua sema. masih banyak sosok yang baik dan memenuhi kriteria. kami ingin sema dipimpin orang yang bersih secara moral dan susila bersih pula. sekian dan terimakasih kasih"kata Randy mahasiswa kedokteran yang ingin menyingkirkan dia dari sema.


__ADS_2