Ayam Kampus

Ayam Kampus
Sembilan belas


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Indah dan Arga menikmati suasana kota dimalam hati dengan romantis. Tangan mereka terus bergandengan seakan jika salah satunya melepaskan maka salah satu dari mereka akan hilang. Sesekali Arga mengecup punggung tangan Indah dengan mesra. Saling memandang dan mengagumi satu sama lain. Dunia hanya milik berdua, itu yang mereka rasakan sekarang.Satu jam mereka habiskan untuk bermesraan. Hingga mereka menuju sebuah kedai kecil di pinggir jalan untuk menikmati makan malam.


"Makan apa kita ndah? "


"Terserah kamu saja ga"


"Bagaimana kalo gurame goreng? "


"Aku sih oke saja"


"Minumnya? "


"Aku jeruk hangat saja"


Sementara sambil menunggu pesanan.Mereka berdiam sejenak. Tapi Arga terus memandang Indah dengan tatapan memuja hingga membuat Indah tersipu malu.


"Kok lihatin Aku terus sih? "


"Dalam keremangan lampu seperti ini kamu makin cantik saja"


"Apa tak ada kalimat yang lain? "

__ADS_1


"Banyak sih, tapi kalimat itu yang keluar begitu kok, mau apa? "


"Nggak ngajak Aku masuk sema lagi? "


"Itu kan hanya dalih ndah supaya Aku dekat sama kamu"


"Sudah kuduga, pasti ada udang dibalik batu"


"Tapi jujur ndah, dari dulu aku memang sudah mengagumi juga menyukaimu. Pertama kali Aku melihatmu Aku sudah merasakan hal yang berbeda dari dirimu. semakin kenal lebih dalam Aku lebih menginginkanmu ndah. "


"Kamu nggak malu ga? "


"Malu kenapa? kamu cantik, pintar, baik dan juga seksi" ucap Arga sambil tersenyum


"Cuma sama kamu doang ndah. kan kamu sekarang pacar Aku"


"Eh kapan kita jadiannya? " tolak indah


"Barusan, pokoknya Aku nggak mau tahu kita sekarang resmi jadi kekasih. Aku dah nunggu lama lho ndah. " dengernya manja


Indah tak dapat menyembunyikan senyumannya mendengar kata-kata Arga. Sambil menikmati gurame gorengnya mereka bercerita dan saling bercanda tawa. Mereka ingin saling mengenal lebih dalam kehidupan masing-masing. Benar kata Cika, setiap manusia bisa berubah jika manusia itu sendiri yang merubah hidupnya. dengan niat yang baik tak ada yang tidak mungkin.


"Arga? "

__ADS_1


"Ya? "


"Kenapa kamu mencintai Aku? "


"Aku juga nggak tahu. yang ku tahu Aku sangat takut kehilangan kamu, aku benci jika ada cowok dekat sama kamu. apakah kira-kira itu disebut namanya cinta? "


"Tapi kenapa? menurut akal sehat Aku ini kotor. Aku ini seperti sampah Arga"


"Aku rasa jatuh cinta itu faktornya bukan hanya tentang akal sehat tapi lebih keperasaan.Toh nanyak diluaran sana lelaki yang menyukai janda misalnya. Buktinya mereka bahagia dengan pernikahannya. Jadi tak ada yang perlu dipertanyakan jika perasaan yang berbicara. Aku mencintai kamu, kamu mencintaiku bagiku itu sudah cukup untuk membuat hubungan kita semakin baik. "


"Tapi gimana dengan kedua orang tuamu? "


"Mereka orang yang baik, kurasa mereka tak akan mengadili seseorang jika belum tahu masalah yang sebenarnya. Mereka orang tua yang bisa menyikapi sebuah masalah dengan dewasa. Dan pastinya mereka akan menyerahkan keputusan sepenuhnya padaku karena aku anak satu-satunya yang mereka punya. Dan demi kebahagianku pasti mereka akan mau menerima kamu apa adanya"terang Arga


Indah menganggukkan kepalanya. Setelah makanan mereka habis Arga mengajak Indah pulang karena malam semakin larut. Sesampainya diteras rumah, saat Arga akan pulang, gerimis lembut turun. Indah mengambil jas hujan kedalam rumah dan diberikan pada Arga agar tidak kehujanan. Arga menatap Indah dan tiba-tiba mencium lembut bibir Indah. Indah memejamkan mata merasakan rasa mint yang menguar dari bibir Arga. Sembari memeluk erat jaket yang digunakan Arga. Setelah menyudahi ciumannya.


" Aku pulang dulu, cepet tidur mimpiin aku"Kara Arga sambil mengecup kening Indah


"Iya kamu juga hati- hati jangan ngebut-ngebut.Sampai rumah Langsung istirahat"pesan Indah


" I love you"


"Love you too" sambil mencium bibir Arga sekilas

__ADS_1


Arga melakukan motornya meninggalkan halaman rumah Indah. Menyisakan Indah yang masih menatap kepergian kekasihnya dengan tersenyum.


__ADS_2