Ayam Kampus

Ayam Kampus
Tigapuluhlima


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tante"


Deg.....


Indah, Ruben dan Via terkejut saat Bagas memanggil Indah. Indah meraih tubuh Bagas dan menciuminya serta memeluk erat tubuh kecil Bagas. Hari ini Indah merasa bahwa bahan-bahan skripsinya yang dikumpulkan sudah cukup dan janjinya pada Ruben untuk membantu Bagas sudah ditepati. Dia merasa tugasnya untuk membantu Bagas sudah selesai. Kepada Ruben dan Via dia menyampaikan bahwa Bagas sudah tidak membutuhkannya lagi. Untuk seterusnya Ruben bisa berkonsultasi dengan psikeater dan memasukkan Bagas kesekolah luar biasa untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Agar Bagas bisa seperti anak yang lain walaupun tidak normal sepenuhnya. Perkembangan Bagas sekarang tergantung pada kesabaran ayah dan ibunya. Mata Ruben dan Via berkaca-kaca.


"Dengan apa kami harus membalasnya mbak? " tanya Via


"Panggilan " Tante" Bagas kepada saya itulah balasannya mbak"


"Anda sangat berjasa untuk keluarga kami mbak Indah. Apakah itu cukup? " kata Ruben menimpali


"Sudah lebih dari cukup"


Indah meninggalkan rumah keluarga Ruben dengan perasaan yang sulit dilukiskan.

__ADS_1


Hingga pada malam harinya, saat Indah pulang dari kostn Cika, Indah menerima sepucuk surat dari bi Ani. Amplop itu segera dibuka dan dibaca isinya.


"Mbak Indah, kami tidak bisa membalas apa-apa untuk kebaikan anda. Ini hanya sebuah kenang-kenangan kecil untuk mbak Indah. Semoga mbak Indah berkenan memakainya. Dan semoga skripsi mbak Indah juga lancar dan bisa lulus serta dapat pekerjaan yang lebih baik. Salam dari kami yang berbahagia. Ruben Dan Via"


Indah hanya menggelengkan kepalanya. Perempuan itu tersenyum. Seketika dia menelpon Ruben.


"Hallo, ada apa mbak Indah? "


"Harusnya saya yang bertanya apa ini mas Ruben? Bukankah saya sudah bilang tak perlu memberi apa2pada saya? " omel Indah


Terdengar suara tawa diseberang sana.


"Tapi untuk apa? saya merasa anda membeli saya mas Ruben "


"Jangan katakan itu mbak, Itu hanya hadiah kecil untuk saudara. Bolehkah saya menganggap anda adik saya? Kebetulan saya tidak punya saudara begitu juga Via. Kami sana-sama anak tunggal. "


Indah termenung tapi kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja mas Ruben saya senang sekali jika kita bisa jadi saudara"


"Kalau begitu anggap saja seorang kakak sedang memberikan hadiah untuk adiknya"


"Yah... Baiklah aku Terima. Tolong sampaikan Terima kasih juga untuk mbak Via"


"Iya mbak"


"Eh, jangan panggil mbak lagi dong, katanya aku adik mas Ruben berarti mulai sekarang panggil Indah saja"


"Baiklah terserah Indah saja"


"Ya sudah ku tutup dulu aku masih harus menyelesaikan skripsi mas Ruben"


"Iya, semangat semoga berhasil "


"Iya Terima kasih"

__ADS_1


"Sama-sama"


Indah meletakkan handphonenya dan duduk diranjang sambil memandang jam tangan mungil hadiah dari Ruben. Dia memakainya dipergelangan tangan dan tersenyum. Jam itu sangat pas ditangannya. Dia berjanji jika skripsinya selesai dia akan sering-sering mendatangi keluarga kakaknya tersebut. Yah dia sekarang merasa dilindungi karena Ruben menganggapnya seorang adik. Dari dulu dia selalu ingin merasakan punya seorang kakak tapi sayang dia adalah anak pertama dan hanya punya seorang adik yaitu Mira. Kini dia akan bisa merasakan kasih seorang kakak dengan adanya Ruben dan Via. Dia memotret jam tangannya dan mengirimkan pesan kepada Ruben dengan disertai ucapan Terima kasih. Dan Ruben hanya memberikan emotion tersenyum.


__ADS_2