Ayam Kampus

Ayam Kampus
Duapuluhsatu


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya Indah mendatangi kostnya Cika. Teman satu kelas yang berasal dari Jawa Barat.Cika sangat kaget ketika membukakan pintu melihat Indah berdiri didepannya. Tidak biasanya Indah datang kekostnya apalagi sore-sore seperti ini.


"Kamu ndah? "


"Kaget ya Cik? "


"Sedikit, ada apa? Tapi masuk dulu yuk! "


Indah masuk ke kamar kost Cika yang terlihat bersih dan rapi.


"Tunggu aku buatin minum dulu yah! "


"Baiklah"


Agak lama Indah menunggu. Tak lama Cika muncul dengan membawa du cangkir teh hangat.


"Maaf yah cuma ada teh saja, kamu tahu sendiri aku tak minum kopi"


"Tak apa ini saja sudah cukup"

__ADS_1


"Sudah selesai skripsimu? "


"Baru dimulai, kamu sendiri gimna? "


"Sama sepertimu baru dimulai"


"Ngomong-ngomong ada perlu apa nih? kamu mau pinjem buku atau bagaimana? "


"Nggak lebih dari itu"


"Apa coba? "


"Kamu mau mengajariku sholat? "


"Kamu serius? "


"Aku ingat kamu pernah bilang, Tuhan akan selalu menerima permohonan ampun kita"


"Ya betul"


"Kalau begitu ajari aku sholat"

__ADS_1


"Alhamdulilah kamu termasuk orang yang mendapat pancaran Nur ilahi. Terus terang aku termasuk orang yang prihatin melihat kamu"


"Jadi.....? "


"Apa kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan selama ini? "


"Tapi kamu tak pernah mengingatkan aku"


"Tidak pernah? Aku rasa aku sudah sering memberikan tanda-tanda tapi ku saja yang tak pernah menghiraukan. "


"Aku memang bodoh"


"Tidak kamu cerdas hanya kamu belum mendapat petunjuk saja"


"Kapan aku bisa mulai Cik? "


"Kapanpun kamu mau aku selalu siap buat ngajarin kamu.Btw aku bahagia melihat perubahan kamu"


Sepulang dari kostan Cika, perasaan Indah lega sekali. Sebenarnya dia bisa saja belajar sholat pada adiknya, Mira. Tapi dia tak ingin mengganggu belajar adiknya. Cikapun sudah setuju Indah datang satu minggu dua kali pada sore hari, dari menjelang magrib sampai sholat isya'.


Hari-hari pertama memang secara fisik agak kikuk, tetapi secara batiniah, indah seperti mendapatkan sesuatu yang selama ini tidak dia dapatkan. Barangkali itu yang dirasakan oleh ayah dan ibunya dikampung. Semacam kepuasan batin dan ketentraman hidup. Apalagi Cika tidak hanya mengajarinya sholat, tetapi juga beberapa pengetahuan agama. Soal haram dan halal. soal kedudukan wanita dalam islam dan soal-soal lain yang selama ini tak pernah dia ketahuilah. Maklum sedari kecil dia hanya dimanjakan dengan materi oleh ayahnya tapi tak pernah diajari agama. Bahkan dia sholat hanya dua kali dalam setahun itupun hanya sholat id saja.

__ADS_1


Arga yang mengetahui sangat kekasih mulai menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah sangat bahagia. Dia bahkan bersyukur dan membelikan buku-buku keagamaan untuk menambah pengetahuan sang kekasih. Terkadang dia juga datang ke rumah sang kekasih untuk menjadi sholatnya di rumah sang kekasih tak lupa diselipkannya do'a seusai sholat demi kelancaran hubungan mereka juga kemudahan dalam mengerjakan skripsi mereka. Rencananya setelah lulus dia akan mencari pekerjaan juga ingin secepatnya melamar Indah pada orang tuanya dikampung. Indah sangat bahagia melihat keseriusan sang pujaan hati. Dia hanya menerapkan segalanya kepada yang Kuasa. Dia juga tak menolak pinangan dari sang kekasih yang ingin menjadikannya istri setelah lulus kuliah nanti. Bahkan dia sudah tak sabar menanti hari itu tiba. Kini hari-hari Indah dilalui dengan bahagia. Tak ada rasa takut dihatinya ketika berhadapan dengan teman-teman kuliahnya. Meskipun sebagian dari mereka sudah tahu siapa Indah tapi mereka juga tak ada yang menghakimi bahkan mereka memberikan dukungannya untuk perempuan cantik tersebut. Tapi ada juga yang mencibir jika berpapasan saat Indah sedang lewat.


__ADS_2