Ayam Kampus

Ayam Kampus
Empatpuluhtujuh


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arga keluar dari ruangan. Didepan sudah ada Indah, Cika dan Varga yang menunggunya.


"Selamat ya ga! kamu berhasil" ucap Indah dengan mata berbinar menyambut Arga


"Sama-sama yang, aku akan perjuangkan apa yang seharusnya aku perjuangin. "jawab Arga


Arga mendekati Cika


" Terima kasih sudah membelaku tadi?"ungkap Arga tulus sambil mengulurkan tanganya.


"Sebenarnya aku tidak membelamu. Aku hanya membela ketidakadilan yang sedang dialami Indah dan teman-temannya,Aku merasa mereka punya hak yang sama disini dan tak pantas bagi kita menghakimi mereka tanpa sebab yang jelas. Hanya dengan mengatas namakan norma, aku rasa itu terlalu naif. seakan kita tak pernah melakukan dosa. sama saja kita mendhalimi mereka yang teraniaya jika kita hanya diam saja melihat pembulyian bagi orang-orang seperti Indah" jelas cika.

__ADS_1


"Yah.... teman kita yang satu ini benar-benar tak terduga. " canda Varga


Arga dan Varga serta indah tertawa bersama. Mereka lega, mending yang menaungi hubungan sahabat mereka kini sudah berlalu. Badai yang ditakurkan Indah akan menggoncangkan posisi sangat kekasih tidak terjadi. Semua karena surat yang selama ini Indah simpan. Karena Indah merasakan surat itu pasti ada gunanya suatu saat nanti. Dan ternyata firasatnya benar. Saat ada masalah dengan tidur terbongkarnya profesinya. Dan status hubungannya dipertanyakan, dia bisa memukul telak lawannya dengan adanya surat itu.


Disisi lain tampak Randy sedang marah dan mengamuk didalam kamarnya. Dia membuang semua barang-barang didalam kamar sambil berteriak seperti orang kesurupan.


"Aku akan balas penghinaan ini ga.Dan ****** itu pasti akan aku dapatkan bagaimanapun caranya. " teriak Randy seperti orang tidak waras.


"Kalian semua akan menerima akibatnya sudah menghinaku, Tunggu saja tanggal mainnya" batin Randy


Hujan mengiringi sore hari yang seharusnya sangat cerah tapi tiba-tiba turun hujan. Arga mengantar Indah pulang ke rumah dalam kondisi basah. Karena tadi Indah tak membawa mobil, sedang Arga hanya memakai motor karena dia tadi berangkat pagi sekali.


"Sayang kamuasuk dulu gih, ganti pakaian kamu, lihat baju kamu basah semua yank! " ajak Indah

__ADS_1


"Aku nggak bawa baju ganti yank" kata Arga


"Kemarin pas dimall aku beliin kamu baju cuma belum sempat aku kasih kekamu. pake itu aja ya? " desak Indah


"Ya udah deh. Makasi ya udah dibeliin baju. kamu perhatian banget sih. Tambah cinta aku sama kamu yang" rayu Arga


"Gombal.udah cepet ganti baju dulu nanti masuk angin. Toilet dikamar aku. gantian kamu duluan. aku buatin kamu minum dulu. " kata Indah


Tapi belum Indah melangkah, tanganya sudah dicekal Arga. Arga mendekatkan diri pada Indah dan memeluk Indah erat. Hawa dingin yang menyergap membuat Indah nyaman dipelukan Arga. Hingga tak disadari Arga semakin terpancing hasrat dengan keadaan saat ini. Arga mendekatkan bibirnya dengan bibir mungil Indah yang selalu menjadi candu untuknya. Tautan bibir mereka semakin dalam apalagi Indah menerima dan membalasnya. Tangan Arga tak hanya diam, salah satu tangannya mendekap pinggang rampung Indah dan satunya berada diatas bukit Indah yang terlihat menantang. Baju basah yang digunakan Indah terlihat menerawang dan terlihat bukit Indah sangat menggoda iman arga. Dengan sedikit remasan,terdengar suara ******* dari bibir mungil Indah. Saat itu pula bibir Arga sudah menyusuri leher jenjang Indah yang tampak putih bersih.


Arga semakin dibuat gila mendengar ******* Indah yang semakin mengalun merdu ditelinganya. Tanpa sadar tubuh atas Indah sudah terlihat polos. lain penutup gundukan bukit itu juga sudah lepas ntah kemana. Arga menyesap kedua bukit tersebut bergantian dengan rakusnya seperti bayi yang kehausan. Sedang Indah jangan ditanya, dia benar-benar dibuat melayang oleh Arga. Nafasnya tersengal dan desahannya semakinkeras tatkala Arga menyesap kedua gundukannya. Tapi tiba-tiba suara ponsel Arga mengejutkan mereka dari aktivitas panas tersebut. suara sering ringtone itu memecahkan keheningan. Arga menghentikan aktivitasnya dan memandang Indah dengan mata satu.


"Maaf yank, aku kebablasan" sesal Arga

__ADS_1


"Nggak pa-pa yang, ini juga salahku terlalu pasrah dengan sentuhanmu, kamu angkat telfonnya gih, aku mau bersih-bersih dulu" kata Indah sambil berlari kearah kamar mandi.


Arga mengusap wajahnya yang tampak menyerah karena menahan hasrat .Seakan merutuki kebodohannya sudah melakukan hal itu pada Indah. Padahal dia sudah berjanji untuk menjaga Indah. Tapi hasratnya benar-benar menguasai akal sehatnya. menurutnya berdekatan dengan Indah apalagi hanya berdua saja tidak baik untuk imannya yang cetek ini. Jadi dia memutuskan untuk keluar dari kamar Indah dan mengangkat telfonnya diluar saja.


__ADS_2