Ayam Kampus

Ayam Kampus
Tigapuluhdua


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini ketika Indah datang, Ruben sedang berada dikamar Bagas. Via mempersilahkannya agar dia langsung masuk kekamar Bagas. Pelan-pelan dibukanya pintu. Indah melihat Ruben sedang memeluk Bagas seperti yang disarankannya selama ini. Indah tidak mau mengganggu, maka dia diam saja mengawasi mereka. Ruben memeluk anaknya erat sekali. Perkembangan yang cukup pesat melihat keadaan Bagas sekarang. Dia juga sudah tidak mengamuk bila didekati. Selain itu, Via juga sudah menampakkan sisi ramahnya pada putranya itu. Via tak pernah membentak Bagas lagi sekarang. Bahkan dia dan suaminya setiap hari bergantian menjaga putra semata wayangnya.


"Papa sayang Bagas, sayang sekali"


"Andi bereaksi. Kedua tangannya yang mungil diulurkannya keliling sang ayah. Ruben kemudian mengangkat anaknya kemudian didudukkan dikursi.


" Hebat"terdengar suara tepuk tangan dari Indah yang sedari tadi memperhatikannya.


Ruben berpaling melihat.


"Oh, mbak Indah. Sudah lama? "


"Baru lima menit. Bagaimana mas Ruben? "

__ADS_1


"Cukup maju, Reaksinya mulai spontan. "


Indah mendekati Bagas. Dikeluarkanmya mainan dari tasnya. Mainan itu berupa balok-balok kecil dari kayu. Bila dihubungkan satu sama lain maka balok-balok itu akan membentuk suatu benda. Yang mempunyai makna seperti meja, rumah dan lain sebagainya.


Indah mulai memainkannya didepan Bagas. Ruben tahu maksud Indah. Lama juga indah bermain dengan balok-balok tersebut. Bagas tidak bereaksi. Dia hanya diam memperhatikan. Sedang mulutnya kadang-kadang terbuka kadang - kadang tertutup. Hampir saja Indah menghentikan permainannya. Tapi dia kaget saat bagas berjalan ngesot mendekat kearahnya. Tanganya meraih balok-balok itu. Indah berpaling melihat kearah Ruben Dan tersenyum. Dia berdiri Dan mengajak Ruben keluar kamar. Dari pintu yang terbuka sedikit, Indah Dan Ruben mengintip apa yang dilakukan bagas. Anak itu memindah-mindah balok-balok itu. Kadang balok-balok itu ditumpuk Dan setelah itu dirusak lagi. Ditumpuk lagi Dan dirusak lagi. Rupanya lama-lama dia capek sendiri. Tumpukan balik itu ditendng Dan berserakan kesana kemari. Indahenggamit lengan Ruben mengajaknya untuk meninggalkan bagas sendirian agar bagas lebih leliasa mengeluarkan emosinya.


Diruang tamu, Ruben menceritakan apa saja yang dilakukan bagas. "Kalau begitu sudah banyak perkembangannya mas? "


"Saya senang sekali tadi melihat anda memeluk Bagas"


"Bukankah itu saran dari anda? "


" Sekarang Saya optimis anak Saya bisa sembuh mbak Indah"


"Harus itu. Oh iya mulai kapan terapi untuk melatih agar Bagas bisa berjalan kembali dimulai mas? "

__ADS_1


"Saya sudah mengatur temu janji dengan dokter orthopedi. katanya mulai pekanbaru depan Bagas sudah bisa mulai terapi. Karena menurut dokter Bagas tidak mengalami kelumpuhan permanen jadi masih bisa disembuhkan.


"Syukurlah semoga Bagas bisa secepatnya berjalan kembali. "


"Saya sangat bahagia mbak, karena berkat mbak Indah yang membuka pikiran saya, semua ini bisa saya rasakan. Andai saya masih terpuruk dengan keadaan kemarin mungkin sampai saat ini saya hidup dalam pentesalan. Via juga sudah mulai berubah. Dia lebih sering memperhatikan Bagas dan juga menjalankan tugas seorang istri pada saya. "


"Ah.... mas Ruben jangan seperti itu. saya hanya membantu sedikit. memang sudah waktunya saja mas Ruben mendapatkan kebahagiaan setelah penderitaan yang dialami"


"Ntah... dengan apa saya dan istri membalas kebaikan mbak indah"


"Tak perlu pakai balas membalas, Biarkan semua mengalir saja mas, saya sudah senang diperbolehkan untuk membantu menyembuhkan Bagas saja sudah bersyukur, saya tak minta apapun lagi. Setidaknya saya bisa cepet menyelesaikan skripsi dan cepat lulus.Doakan saja semuanya lancar"


"Iya mbak semoga apa yang diinginkan mbak Indah dikabulkan"


"Ya sudah saya pamit dulu mas, saya masih ada urusan diluar"

__ADS_1


"Iya, Hati-hati mbak"


Indah melambaikan tangan meninggalkan halaman rumah Ruben dengan tersenyum bahagia. Dia berencana memberikan surprise kepada sang kekasih karena dia tahu hari ini Arga sedang ada dikostnya untuk istirahat. Sekalian dia ingin menceritakan kejadian yang dialaminya beberapa hari terakhir. Dia juga sudah merindukan sang kekasih karena hampir sebulan tak bertemu karena padatnya aktivitas mereka berdua.


__ADS_2