
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suara ketulan palu terdengar menggema untuk menghentikan suara berisik didalam ruangan.
"Baiklah, apa ada lagi? jika sudah tidak ada maka kita dengarkan pembelaan dari saudara Arga , kepada saudara Arga dipersilahkan" kata pak abu
"Assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh"
".Wa'alaikum salam warrohmatullohi wabarakatuh"
"Pertama, saya tidak akan melakukan pembelaan atas tuduhan saudara Randy dan saudara Rara. saya takut pembelaan saya justru lebih buruk dari apa yang disampaikan oleh saudari Cika. saya hanya ingin menyatakan saya siapundur jikaemang semua peserta menghendaki demikian. yang kedua mengenai hubungan saya dengan saudari Indah. Bukankah saya punya hak yang sama sebagai manusia untuk mencintai seseorang? saya tak pernah tahu bahkan semua pesertapun tidak ada yang tahu akan jatuh cinta kepada siapa nantinya. jadi saya tidak bisa melawan takdir saya untuk jatuh cinta kepada saudari Indah jika memang Tuhan sudah mentakdirkan seperti itu. Apa saudara semua bisa menghindari takdir Tuhan? Untuk yang ketiga masalah pembulyian kepada beberapa ayam kampus yang sampai berujung bunuh diri saya hanya minta janganlah bertindak anarkis, jangan ganggu mereka. Negara kita negara hukum. saya rasa kita semua cukup pintar menilai sendiri mereka melakukan itu pasti ada sebabnya dan yang harus kita lakukan adalah membantu mereka kembali kejalannya. bukan malah menghujat dan membuly. kata siapa seorang ayam kampus tidak boleh kuliah? setiap anak dinegara kita berhak mendapatkan pendidikan sekalipun itu anak pemulung ataupun anak pelacur. jadi bukan hak kita menghakimi dengan mengatasnamakan norma. saya rasa itu hanya alasan yang dibuat-buat. Dan yang terakhir saya ingin membacakan amplop berisi surat yang ditujukan untuk saudari Indah. Surat ini dari saudari Randy untuk saudari Indah. Dan surat ini sudah bukan milik saudara Randy karena pemilik surat ini sudah memberikan kepada saya. Jadi surat ini sudah jadi milik saya. saya akan membacakan sebagian kecil isi dari surat ini. sebab surat ini dikirim oleh saudara Randy kepada saudari Indah bukan hanya sepucuk tapi berpucuk-pucuk. Saudara Randy saya terpaksa membaca surat ini. mohon maafkan saya"kata Arga
__ADS_1
Tampak wajah Randy menjadi pucat pasi ketakutan.
"Bagaimana saudara Randy? "
Dengan serta merta Randy berdiri dan meninggalkan ruangan sidang. semua orang yang berada di ruangan terkejut dengan aksi Randy yang ketakutan. Rara ikut berlari bermaksud mengejar Randy. sebagian dari peserta ingin Arga membacakan surat itu tapi Arga menolak.
"Tidak saudara-saudara, saya tidak ingin mempermalukan sahabat sendiri. sesuai permintaan saudara Randy dan sebagian yang berada disini, saya menyatakan siap mundur. kemudian marilah kita bersama-sama mencari pengganti yang lebih baik dari saya Bisa saudara Randy atau saudari Rara atau mungkin saudara-saudara lainnya mempunyai kandidat yang pantas. "kata Arga
Terjadi riuh rendah suara peserta sidang. Ternyata sebagian besar tidak menghendaki Arga mundur dari ketua sema. Menurut mereka selama ini hubungan Arga dan dan Indah tidak mempengaruhi kinerja Arga selama di sema. jadi mereka tidak mempermasalahkan Arga berhubungan dengan siapapun. karena seperti yang dikatakan Arga mereka punya hak pribadi dalam mencintai seseorang. sementara yang membela Randy sudah kebingungan karena sangat penggugat malah meninggalkan ringan sidang. Mereka berteriak-teriak.
"Randy tidak bertanggung jawab"
__ADS_1
"Randy pengecut"
"Mengapa dia lari? "
"Sudah Arga, baca saja suratnya kami penasaran apa isinya"
"Tidak saudara-saudara, surat ini milik saya dan saya bebas mau membaca atau tidak surat ini. "
Arga turun dari podium diiringi tepuk tangan dan sorak sorai yang bergemuruh.
"Hidup Arga"
__ADS_1
"Hidup Sema"
Teriakan mereka menggema didalam ruangan. Dari arah luar Rara membisikkan sesuatu pada pak abu. Dan suara ketika palu menggema kembali.