Ayam Kampus

Ayam Kampus
Sebelas


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah membersihkan diri, Indah duduk di teras depan rumah. Ada meja kecil dan kursi plastik dan dia duduk disana sambil melihat sekitar rumahnya. Tampaknya banyak yang berubah setelah setahun dia tak pulang. Sejak ayah dan ibunya sembuh memang dia tak pernah pulang. Hanya dia sering mengirim uang untuk kebutuhan ayah dan ibunya.


Tak lama kemudian terlihat sosok paruh baya menaiki sepeda motor. Ternyata ayahnya sudah pulang dari sawah.


"Assalamualaikum"Kata ayah


" Wa'alaikum salam"sahut Indah sambil mengulyrkan tanganya untuk salim pada ayahnya.


"Kamu pulang kok gak bilang-bilang nak? " tanya ayahnya


"Indah pengin kasih kejutan buat ayah dan ibu" kata indah


"Gimana kabarmu nak juga adekmu? " tanya ayahnya

__ADS_1


"Alhamdulilah baik yah"jawab Indah


" Oh iya kak, uang yang kamu kirim itu apa gak terlalu banyak. Gimana dengan kebutuhan kamu disana? "


"Alhamdulilah gak yah, rejeki Indah lancar -lancar saja"


"Tapi mulai sekarang mending kamu tabung untuk masa depanmu nak, jangan khawatirkan ayah dan ibu. Alhamdulilah uang darimu ayah belikan sawah sepetak dan ayah buat toko kecil-kecilan diujung jalan sana"


"Jadi toko didepan gang itu toko milik ayah? " tanya Indah


"Iya nak" jawab ayahnya


"Iya do'a ayah dan ibu menyertaimu juga adikmu nak"


Saat sedang asyik mengobrol tak lama kemudian terdengar bunyi adzan dimasjid dekat rumah.

__ADS_1


"Pak sudahi dulu ngobrolnya, sholat dulu, ayo nak kita berjama'ah bersama" kata ibu


"Iya bu" kata ayah


Sholat? sejak kapan ayah dan ibu sholat lagi? Dada Indah berdebar keras sekali. Dia kerap kali juga melihat adiknya Mira sholat saat sedang menginap dirumahnya. Alangkah sejuknya kata itu. Indah termenung lama sekali. Melihat wajah ayahnya yang bersih setelah terusap air wudhu. Melihat betapa cantiknya ibunya yang sedang memakai mukena berwarna putih bersih. Indah melihat mereka melangkah menuju ruang kerja ayahnya yang kini di jadikan musholla. Indah merenungi dirinya sendiri yang berlumur dosa. Akankah ia terus seperti itu?.


Indah bangkit dari duduknya menyusul mengambil air wudhu dan bergegas menuju ruang kerja ayahnya. Dia ikut menjadi makmum ayahnya disamping ibunya. Seusai menjalankan sholat dhuhur. Indah menyalimi kedua orang tuanya dengan takzim.


"Kamu heran ya melihat kami sholat? "


Indah hanya menganggukkan kepala pelan.


"Ini bentuk rasa syukur ayah dan ibu sudah diberikan kesembuhan juga masih diberikan sedikit kebahagiaan setelah musibah yang sudah kita lalui nak. Dulu ayah dan ibumu tidak pernah ingat kepada Tuhan"


Indah termenung lama sekali. Ternyata Tuhan tidak hanya memberikan cobaan yang berat tetapi juga karunia. Dulu keluarganya diberikan karunia yang sangat besar saat masih kaya tapi kedua orang tuanya tak pernah mengajarinya sholat dan bersyukur padahal keduanya mengaku Islam.

__ADS_1


"Ayah dan ibu juga menyesal tidak pernah mengajari kalian sholat. Tapi sekarang kamu dan Mira sudah dewasa. Kalian sendiri yang bisa menentukan mana baik dan buruk. Dalam hal ini ayah dan ibu juga masih belajar melalui pengajian -pengajian. "


Tiba-tiba hati Indah merasa damai mendengar kalimat ayahnya. Apakah ini yang disebut Nur Ilahi?Teringat itu dia jadi mengingat teman sekelasnya yang selalu mengajaknya sholat saat kuliah.


__ADS_2