
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Menurut Cika, teman satu kelasnya Indah. Sinar Ilahi bisa datang kapan pun dan dengan cara apapun. Sejahat-jahatnya manusia kalau Nur Ilahi sudah datang itu akan menjadi baik.
"Indah? "kata ayah membuyarkan lamunan Indah
Indah tergagap.
" Justru ayah dan ibu bangga padamu. Setelah apa yang kamu alami kamu bisa bangkit sendiri di tengah keterpurukan yang ayah ibu alami nak. Terima kasih sudah mau mengobati kami juga menyekolahkan adikmu hingga kini"
Dada Indah serasa pecah mendengar kalimat ayahnya tersebut. Pujian ayahnya sama sekali tak pantas untuknya yang kotor ini. Bagaimana jika mereka tahu apa yang dia lakukan sekarang pasti mereka kecewa sekali.
"Indah tak sebaik itu yah"
__ADS_1
"Memang bukan kamu yang menilai kebaikanmu tapi orang lain. "
Indah diam saja.
"Sejak tadi ayah dan ibu yang bicara. sekarang ceritakan tentang dirimu"
"Tentang apa yah? "
Sudah satu tahun kita tak bertemu Apakah kamu sudah dapat pengganti Fahri? "
"Apa kamu masih mencintainya nak? " tanya ibu
"Nggak bu, Indah sudah move on kok"
__ADS_1
"Kamu sudah banyak berkorban nak, Sekarang kamu juga harus memikirkan masa depanmu sendiri. "
"Sudahlah bu tak usah dipikirkan tentang itu. Jika sudah ada jodohnya pasti akan datang sendiri" pungkas Indah
Indah teringat Arga, Bisakah dia menggantungkan harapan padanya. Ah rasanya tidak mungkin. Arga harus mendapatkan wanita baik dan juga masih murnibseperti adiknya Mira. Dan perempuan seperti itu sangat banyak dikampus. Atau dia jodohkan saja dengan Mira?. Tapi sepertinya Mira juga sudah dekat dengan temannya yang waktu itu pernah mengantarnya kerumah.
Indah masuk kedalam kamar sambil memikirkan tentang dirinya. Hatinya sudah mantab ingin berhenti dari dunia kelam ini. Dan dia juga mulai berpikir akankah Arga tetap menyukainya bila tahu siapa dirinya. Karena jujur saja dihatinya pun sudah ada benih-benih cinta untuk Arga walaupun hanya sedikit. Tapi tak memungkiri, dia bahagia dekat dengan Arga. Terkadang dia juga merasa rindu bila Arga tak terlihat dimatanya. Indah tersenyum sendiri mengingat hal-hal lucu jika bersama Arga.
Tiba-tiba......
"Ndah, ayo makan siang dulu nak, setelah itu kamu istirahat" panggil ibunya
"Iya bu, sebentar" sahut Indah
__ADS_1
Indah bangkit dari rebahannya. Membuka jendela kamar melihat pemandangan yang sangat sejuk dan indah dipandang mata. Suatu saat dia ingin menikmati keindahan ini dengan pujaan hatinya. Dengan langkah pelan dia menuju ruang makan. Disana sudah ayah dan ibunya. Hari ini ibunya masak sangat banyak karena dia sedang ada dirumah. Kebetulan ikan dikolam belakang rumah sudah bisa dipanen. Jadi tadi ayahnya mengambil beberapa untuk dijual dan dimasak sendiri.Sungguh nikmat Tuhan mana yang kau dustai. Indah sangat bersyukur melihat ayah dan ibunya yang makan dengan lahap seperti tanpa beban.Indah juga ikut makan dengan lahap hingga dia juga menambah karena menurutnya masakan ibunya sangat lezat. Bahkan dia meminta untuk dibuatkan lagi untuk dibawa pulang keesokan harinya.
Malam ini indah tidur bersama kedua orang tuanya diruang tengah yang cukup luas. Dia ingin berpuas diri menghabiskan waktu dengan kedua orang tuanya. Indah juga melakukan vidcall dengan Mira. Dan terlihat Mira jadi iri dan ingin pulang juga tapi tugas kuliahnya sangat banyak sehingga dia hanya bisa berjanji pekan depan akan pulang kerumah.