Ayam Kampus

Ayam Kampus
Limapuluhdua


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada malam harinya mereka semua berkumpul untuk menghadiri pernikahan sepupu Arga. Pernikahan dikampungvmasih kental dengan adat Jawa. Sehingga pernikahan dianggap sakral dan sangat khidmat. Ijab kabul yang diucapkan pengantin lelaki juga lancar dan sekarang tinggal resepsinya saja. Dekorasi yang tampak megah terpasang rapi dihalaman rumah dang pengantin wanita. Sanak keluarga yang masih kerabat tampak mengenakan baju batik untuk sang pria. Sementara para wanitanya memakai kebaya yang sudah dipesankan mempelai khusus untuk kerabat dekat. Alunan gamelan terdengar merdu dan syahdu. Tapi Indah tampak menikmati pesta ini. Baginya tak ada yang berbeda dengan pernikahan di daerah sini. Hampir sama dengan yang ada dikampungnya.


Arga juga mengenalkan para sepupu dan juga saudara ayah dan ibunya pada Indah. Dan mereka menerima Indah dengan welcome.


Indah makan hidangan yang disajikan dengan sangat antusias. Sudah lama dia tak pernah menghadiri hajatan pernikahan orang kampung jadi dia agak merindukan kampung halamannya .


Saat sedang makan Arga menghampiri Indah yang sedang duduk bersama sepupu Arga.


"Udah makan yank? " tanya Arga


"Udah ini baru selesai tadi ambil sendiri habis aku laper yank" jawab Indah dengan memasukkan kue nastar kemulutnya. Kebetulan itu kue kesukaan Indah.


"Kamu laper apa doyan yank, belepotan gini" goda Arga

__ADS_1


"Maaf, aku suka banget sama kue ini sayang, boleh nggak dibawa pulang nanti? " tanya Indah memasang wajah imut


"Nanti tak minta didalam mungkin masih ada. Yank kapan nih kita yang ada dipelaminan kaya gitu? "


"Ehm, nunggu lulus dulu kali yank baru mikir kesana" tutur Indah.


Arga diam, sebenarnya ada rasa takut jika Indah tdk benar-benar serius dengannya. Apalagi Arga yang paling semangat mengejar Indah selama ini. Indah memandang Arga yang termenung. Dia menyenggol tangan Arga pelan.


"Kok ngelamun? " tanya Indah


"Maksud kamu apa? " tanya Indah


"Yank, kamu tahu kan aku cinta banget sama kamu. Aku juga serius sama kamu yank. aku pengin kita lamaran dulu baru setelah lulus kita nikah. kamu tahu sendiri aku nggak bisa nahan bila dekat-dekat sama kamu. penginnya terus sama kamu yank. aku harap kamu nggak patahin hatiku ya, jangan pernah tinggalin aku" risau Arga


"Sayang, kamu itu bagai malaikat, mana mungkin aku tinggalin kamu. aku juga serius kamu tapi jan kita juga harus mikirin kedepannya juga. setelah nikah kita tinggal dimana? terus kita juga harus punya penghasilan yang tetap agar jika nanti kita punya anak gak terbebani dan maaf ya kalo kita berdua kamu sering kesiksa. bukan maksudku begitu kamunya aja yang suka mesum. " kekeh Indah

__ADS_1


Arga tertawa pelan.


"Iya nih kalau dekat kamu bawaannya pengin ngamar terus" goda Arga


"Jangan-jangan kamu sering begituan ya sama cewek lain. buktinya kamu ahli banget dalam hal kaya gitu" ketus Indah


"Ya Allah yank, sumpah nggak pernah. cuma sama kamu doang aku selalu tegangan tinggi sama cewek lain ma aku gak suka. tanya aja sama Varga atau Cika. Tiap hari kan aku bareng mereka yank" kata Arga dengan wajah memelas


"Habis kamu mesum banget"


"" Itu murni refleks sayang, maklum aku tak pernah punya cewek, giliran punya cewek ya pengin dong manja sama cewek aku"


"hemmm alasan"


"Beneran deh yank" bujuk Arga

__ADS_1


Arga kelabakan karena Indah merajuk. Dia benar-benar bingung membujuk wanita kesayangannya itu. Bahkan sampai dirumah Arga juga indah tetap mendiamkan Arga. kedua orang tua Arga yang melihat Arga sibuk membujuk Indah hanya tertawa melihat putranya yang bucin. Bagi mereka itu pemandangan langka karena selama ini Arga selalu dingin dengan wanita-wanita yang mengejarnya. Malam ini Indah dan Arga akan menginap semalam saja karena besok Arga ada janji dengan guru dosen pembimbingnya jadi mereka harus kembali besok pagi-pagi sekali.


__ADS_2