
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Indah memasuki halaman sebuah kostan yang cukup besar. Terdapat beberapa kamar disana.Bangunan dengan dua lantai tersebut terbilang kostan elit karena satu kamar terdapat fasilitas lengkap seperti satu rumah. Berbeda dengan kostan yang hanya ada kamar saja. Disini dilengkapi satu kamar, dapur kecil, kamar mandi juga ruang tamu Jadi anggap saja seperti sebuah kontrakan kecil. Indah melangkah mendekati sebuah kamar yang letaknya paling ujung. Dia mengetuk pintu dengan pelan karena takut menganggu tetangga yang lain. Tapi sepertinya kostan ini sedang sepi karena daritadi tak melihat satu orangpun yang lewat atau nerpapasan dengannya.
Tok.... tok..... tok....
Tak lama terdengar suara pintu dibuka. Terlihat Arga acak-acakan seperti baru bangun tidur. Dia kaget melihat Indah berdiri didepannya apalagi melihat kondisinya seperti itu.
"Sayang? "
"Hai, maaf aku ganggu istirahat kamu yah? "
"Eh nggak kok. ayo masuk! " ajak Arga sambil menggandeng tangan kekasihnya.
"Kok nggak ngabarin kalau mau main kesini. Untung saja aku dikosan kalau aku keluar gimana? "
"Yah... aku kan mau kasih surprise buat pacar aku"
"Dan kamu sukses bikin aku kaget yank"
__ADS_1
"Oh iya kamu mau minum apa? tanya Arga sambil membuka kulkas kecil didapur mininya. Indah melongok melihat isi dalam kulkas dan terlihat beberapa sayur segar juga ikan didalam freezer. ada telur juga minuman dirak kulkas itu. adanya dia mengambil jus dirak paling bawah.
" Aku minum ini aja"
"Gimana skripsi kamu? "
"Alhamdulilah banyak perkembangan. Setiap hari Bagas menunjukkan respon yang bagus. Dan aku rasa tidak lama lagi tugas aku juga udah selesai. Apalagi Bagas juga akan mulai menjalani terapi berjalan. Semiga aemuannya berjalan dengan lancar Kamu sendiri gimana? Udah kelar buat skripsinya? "
"Tinggal dikit lagi. Yang, aku kangen banget sama kamu" ucap Arga sambil memeluk erat tubuh Indah. Mereka duduk disofa diruang tamu. pintu tertutup. Arga memeluk Dan menciumi puncak kepala Indah yang bersandar dibahunya.
"Maaf ya, karena kesibukanku kamu jadi terabaikan?"
Tiba-tiba Indah mendongak memandang wajah kekasihnya. Dan ntah siapa yang memulai mereka menyatukan bibir yang sudah menjadi candu menurut mereka. Dan dengan *******-lumatsn kecil Arga menyesap bibir lembut Indah hingga bengkak. Tapi tak membuat mereka ingin menyudahinya. Bahkan Indahpun menikmati sesapan bibir Arga yang menurutnya membangkitkan gairah didalam tubuhnya.
Semakin dalam mereka berciuman, tangan Argapun tak berhenti saja. Tanganya mulai masuk kedalam jais yang dipakai Indah seiring dengan sesapan diberikan leher Indah. Indah sedikit mendesah kecil merasakan itu .
Diremasnya dia gundukan itu, perlahan dilepaskannya kaos Indah. Terlihat dia gundukan menonjol didepannya. Ntah apa yang merasuki Arga tapi rasa rindu yang membuncah membuat dia ingin melakukan lebih dengan sang kekasih. pun juga dengan Indah, dia pasrah saja melihat apa yang dilakukan sang kekasih bahkan menikmatinya. Bukan karena dia sudah terbiasa tapi kerinduannya membuatnya juga ingin dimanja. Arga membuka kaitan penyangga dia gundukan tersebut dan terlihat gundukan tersebut menantang benteng pertahanan Arga. Dia mengelus pelan dan menyesap salah satunya. Indah semakin dibuat mendesah dengan menyerukan nama Arga. Arga sendiri seperti sudah kehilangan akal merasakan tubuh kekasihnya. Tapi tiba-tiba.......
"Sudah cukup yang, aku tak mau berbuat lebih lagi" ucap Arga
__ADS_1
"Kenapa? " tanya Indah kecewa
"Nggak pa-pa yang" sambil memakaikan baju Indah dan memperbaiki posisinya.
"Kamu jijik ya sama tubuhku, karena aku mantan pel***r?
" Kamu ini ngomong apa sih sayang. Buang pikiran kamu jauh-jauh. Aku nggak mau ngelakuin itu sebelum kita sah, kamu jangan pernah meragukannku yang. aku ini cinta mati sama kamu. Andai aku nggak dapet kamu juga mending aku nggak nikah".
"Kok gitu sih? "
"Yah karena aku nggak bisa hidup tanpa kamu sayang"ujarnya sambil memeluk Indah
" Maaf aku mikir yang tidak-tidak. Aku takut kamu jijik sama aku"
"Udah ah nggak usah bahasa itu lagi.?Mending kamu temenin aku bobok yah, aku ngantuk banget karena lembur semalaman bikin skripsi. "
"Ya udah ayo"
Indah melangkah mengikuti Arga menuju kamar. mereka memang tidur berdua tapi tak melakukan apa-apa. Hanya sesekali mereka berciuman karena Arga masih kangen dengan Indah. Sampai akhirnya mereka terlelap diatas ranjang.
__ADS_1