Ayam Kampus

Ayam Kampus
Limapuluhsatu


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini hari yang ditunggu Arga. Dia akan pulang kampung dengan sang kekasih untuk menghadiri pernikahan sepupunya. Setelah berpamitan dengan Mira dan bi Ani. dengan menaiki mobilnya, Arga pulang kampung bersama Indah. Selama perjalanan Arga dan indah ngobrol untuk mengusir keheningan. setengah perjalanan Arga memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk mengisi perut. Karena tadi pagi mereka belum sempat sarapan dulu. jadi mereka mengisi perut dulu baru menlanjutkan perjalanan.


Usai makan mereka melanjutkan perjalanan. Satu jam kemudian mereka menasuki kawasan pegunungan yang sangat sejuk.


Indah merapatkan jaketnya untuk mengusir hawa dingin ditubuhnya.


"Dingin ya yank? " tanya Arga.


"Sedikit.tapi nggak papa rumah ku juga dekat pegunungan cuma nggak sedingin ini. " kata Indah


"Kamu pake jaketku gi biar nggak kedinginan. aku dah biasa sama hawa dingin kok" suruh Arga

__ADS_1


"Nggak pa-pa kok ini juga sudah agak mendingan" kata Indah


"ya udah reserah kamu, bentar lagi nyampek kok ini udah mulai masuk desaku. " kata Arga


Indah hanya menganggukkan kepalanya.


Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang cukup besar dan megah menurut Indah. Indah agak minder karena melihat rumah Arga. Arga yang melihat perubahan wajah pada kekasihnya langsung menggandeng tangan sangat kekasih dan mengajak masuk kedalam rumah besar itu. Arga mengetuk pintu pelan. Terdengar salam Arga bersambut dari dalam rumah. Terlihat seorang wanita paruh baya keluar dari rumah. itu adalah pembantu dirumah Arga bi Siti. Beliau sudah lama mengabdi pada keluarga Arga bahkan sedari Arga kecil. setelah berbasa basi dengan bi siti, Arga melangkah masuk kedalam rumah. Dia menuju ruang tengah keluarganya.


"Assalamualaikum ma, surprise! " ucap Arga


"Ma, sudah cukup Arga sudah besar, malu sama Indah ma" elak Arga menjauhkan tubuhnya.


Ibu Arga menatap seorang gadis cantik didepannya.

__ADS_1


Indah mendekat kearah ibu Arga dan mencium telapak tangannya dengan takzim. sebagai salam perkenalan kepada sang calon mertua.Ibu Arga menyambut uluran tangan Indah dan memeluk Indah. Indah kaget dengan respon ibu Arga menurutnya ibu Arga ternyata sangat welcome dengan kedatangannya.


"Kamu sangat cantik, pantas Arga betah tinggal di kota dan tak ingat dengan orang tuanya disini" goda ibu Arga


"Ah.... tante bisa saja. Indah jadi malu. " wajah Indah tampak merona malu.


"Mama sayang panggil mama jangan tante ya? " suruh ibu Arga


"Ehm..... iya ma"


"Ma sudah jangan digodain terus itu calon menantu mama, ntar kabur lagi dan Arga yang kesusahan karena naklukinnya itu butuh waktu 3tahun ma" ledek Arga


"Kamu ini semakin besar makin nakal ya" kata ibu Arga dengan menjewer telinga Arga.

__ADS_1


Arga terlihat kesakitan tapi sambil tertawa karena merasa geli. Indah bisa melihat kehangatan keluarga Arga. semoga saja benar yang dikatakan Arga jika kedua orang tuanya bisa menerima dia dengan tulus. mereka mengobrol bersama sembari makan siang bersama menunggu kedatangan ayah Arga yang sedang keluar. Tak lama yang ditunggupun datang.


__ADS_2