
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka berjalan beriringan diatas hamparan pasir. Sesekali mereka bersenda gurau untuk menghilangkan penat. Setelah dua bulan dipisahkan tugas-tugas dari kampus yang cukup memeras otak.
"Arga? "
"Apa lagi? "
"Kenapa kamu memilih aku? "
"Ya pokoknya aku maunya cuma kamu. "
"Tapi kan diluar sana banyak sekali cewek cantik, solihah lagi, seperti Cika?"
"Aku nggak terlalu suka yang agamis banget juga nggak suka terlalu mencolok ndah. Aku suka yang sederhana tapi elegan dan itu semua ada dikamu. "
"Tapi aku ini umpama barang itu sudah bekas ga"
"Kenapa sih bahas itu lagi. Pokoknya aku nggak kau tahu, stop ngomong yang nggak penting. Aku nggak suka kamu bahas masalah ini terus. Percayalah Aku cuma cinta sama kamu dan aku ingin segera menghalalkan kamu terkepas apapun masa lalu kamu"
"Makasih ga"
"Untuk apa? "
"Untuk semuanya. Aku tak tahu rencana Tuhan akan berakhir indah setelah apa yang sudah kulewati selama ini. Dan Tuhan masih berbaik hati memberikan kebahagiaan untukku"
__ADS_1
"Semua kesulitan pasti ada jalannya. Dan Tuhan tahu yang terbaik untuk kamu dan keluargamu"
"Aku juga bersyukur bisa ketemu sama kamu? "
"Wah.... kamu sudah mulai tergila-gila denganku ya? " Tentu saja siap sih yang nggak tergila-gila sama cowok paling cakep dikampus, ketua sema, populer lagi"
"Gombal"
"Gimana rasanya digombalin? "
"Rasanya..... nano nano"
"Kok kaya merk permen ya? " Dahi Indah berkerut
Arga menyatakan kepala kekasihnya pelan. Indah pun memekik menahan sakit sambil cemberut.
"Salah siapa ngomong serius jadi bercanda"
"Ya kan cuma buat selingan biar nggak tegang, serius amat sih" gerutu Indah
"Ya udah maaf" Kata Arga sambil. meniup kening Indah pelan.
Hembusan nafas beraroma mint membuat jantung Indah berdetak kencang. Apalagi posisi mereka yang sangat dekat membuat Indah salah tingkah. Arga semakin mendekatkan wajahnya. dan.......
Cup
__ADS_1
Bibir Arga mendarat dikening Indah dengan lembut. Wajah Indah merah merona. Semilir angin membuat rambutnya tergerai. Arga menyibak sedikit rambut yang menjuntai menutupi wajah Indah.
"Cantik"
"Ih udah nggak gombalnya, Kamu bikin aku jantungan lama-lama"
"Harus itu. jantung kamu harus berdetak karena aku dan hati kamu hanya harus ada nama aku"
"Kok jadi maksa sih"
"Bukan maksa tapi ini wajib ndah. Aku nggak bisa hidup tanpa kamu. I love you ndah"
"Love you too" ucap Indah sambil berlari setelah mencium pipi Arga.
Mereka berlarian seperti anak kecil. Tak peduli masalah yang akan menghadang mereka kedepannya. Bagi mereka yang terpenting menikmati hidup indah yang mereka rasakan saat ini.
Tak terasa hari sudah beranjak petang. Mereka menyudahi acara jalan-jalannya.Saat sedang perjalanan menuju rumah Indah.
"Yang, berjanjilah untuk tetap tersenyum ya apapun yang terjadi. Aku akan selalu berusaha buat kamu tersenyum. Dan apapun yang terjadi dimasa depan tetaplah jadi Indah yang seperti ini. Tetap genggam tanganku erat ya jika nanti banyak kendala dalam hubungan kita. Tetaplah percaya bahwa Aku sangat mencintaimu"ucap Arga sambil mengelus pipi Indah.
" Nggak usah ngomong aneh-aneh deh yang. Pokoknya Aku akan berusaha buat selalu ada disamping kamu. Tapi gimana dengan kedua orang tua kamu. Apa mereke bisa menerimaku? "
"Pasti yank. Mereka tak pernah melihat latar belakang siapapun. Jika menurutku itu yang terbaik maka mereka tak akan menolak. Karena yang menjalani Aku bukan mereka"
"Yah semoga apa yang kamu bilang itu benar"
__ADS_1
Setelah mengantar Indah pulang Arga membelokkan mobilnya kearah kostn sahabatnya Varga. Dia ada janji temu bersama sahabatnya tersebut.