Ayam Kampus

Ayam Kampus
Delapan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mobil yang dikendarai Indah dan para sahabatnya memasuki halaman sebuah mall yang cukup besar. Setelah memarkirkan mobilnya. Mereka masuk dan berjalan-jalan mencari sesuatu yang mereka inginkan. Sambil berjalan mereka mengobrol ringan.


"Mbak, sepertinya gak kepengaruh ya dengan berita dikampus? "


"Bukan gak kepengaruh cuma mbak berusaha biasa saja selama gak ada yang mengusik atau menyebut nama kita. "


"Tapi mbak aku agak sakit hati mbak sebenernya. Seakan mereka sedang mengadili kita" sahut Bella


"Terus kamu apa? toh kita gak bisa berbuat apa-apa karena pada kenyataannya kita memang begitu. yang penting mereka gak tau siapa kita ya udah biarin aja, Pura-pura cuek saja"jawab Indah


" Oh iya denger-denger anak-anak dari majalah kampus kita dipanggil sama pak rektor ya? "


"Siapa yang bilang? "


"Semua orang sudah tau kok"


"Pak rektor bilang apa? "


"Aku juga nggak tahu"


Tiba-tiba Luna tertawa keras. Sontak saja Indah dan Bella merasa bingung.

__ADS_1


"Kamu kenapa Lun? "


"Nggak Aku merasa lucu aja. Kenapa ya banyak orang yang selalu merasa sok suci padahal mereka sendiri belum tentu benar dimata Tuhan. Bagi mereka orang seperti kita ini aib tapi banyak diluaran sana seperti koruptor malah didewakan. Lucu tidak sih? " kata Luna


"Sudahlah biarkan saja yang penting kita tak mengganggu mereka" kata Indah


"Iya juga mbak, kalau sampai mereka menghujatku nanti mending aku putus kuliah mbak, Aku gak sanggup menghadapi sikap anarkis mereka yang seolah mengulitiku hidup-hidup"


"Kalau bisa ya janganlah, seharusnya kita buktikan kalau ayam kampus seperti kita juga bisa jadi seorang sarjana. Dan kita buktikan bahwa kita bisa mencari pekerjaan yang lebih baik selain menjadi ayam kampus" tutur Indah


"Iya mbak Indah benar Lun, Mending kita fokus pada pendidikan aja selama mereka tak mengganggu kita, Supaya kita cepat lulus kaya mbak Indah"


Mereka mengobrol santai sambil menikmati ayam bakar di sebuah restoran. Tiba-tiba...... Sebuah tangan menutup mata Indah hingga membuatnya terperanjat.


Mencium aroma parfum yang familiar menurutnya sepertinya dia bisa menebak sendiri.


"Ga, sudah gak lucu ih lepasin tangan kamu" perintah Indah


"Kok kamu tahu ini Aku ndah? " tanya Arga


"Aku sudah hafal bau parfum kamu" jawab Indah cuek


"Ehm segitunya kamu sama Aku sampai parfumku kamu juga hafal"

__ADS_1


"Eh gak gitu juga kali ga. " ucap Indah sambil tersipu malu.


"Mumpung kamu disini jalan yuk ndah"


"Ehm... ehm kayaknya kita cuma jadi nyamuk deh bel, mending kita pulang aja yuk. "ajak Luna pada Bella.


" Iya ayo, mbak Indah ntar pulang ma Arga aja ya"kata Bella sambil melangkah menjauh.


"Ish tu anak berdua bisa-bisanya ninggalin aku" gerutu Indah


"Udah dong cantik jangan manyun terus, jadi pengin..... "


"Pengin apa? jangan macem-macem lho ga"


"Gak cuma satu kok"


"Apa? " kata Indah sambil melotot melihat Arga


"Beneran pengin tahu atau pengin tahu banget? " usil Arga


"Ah udah ah terserah kamu. Aku mau pulang"


"Eh ndah kok Aku ditinggalin sih"kejar Arga

__ADS_1


Akhirnya Indah pulang dengan Arga dan mereka mampir sebentar ke taman dekat rumah Indah untuk menikmati udara segar sore hari hingga menjelang magrib Arga mengantar Indah pulang kerumahnya. Setelah mengantar Indah, Arga langsung pulang.


__ADS_2