Ayam Kampus

Ayam Kampus
Diapuluhsembilan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ruben terdiam. abarangkali yang dikatakan Indah ada benarnya. Setelah insiden itu terjadi, dia selalu sibuk dengan Bagas dirumah sakit. Dia juga tidak pernah menanyakan kondisi istrinya. Bahkan setelah Bagas keluar dari rumah sakit dimempekerjakan baby sitter untuk menjaga Bagas sampai berumur 2tahun baru setelahnya dia menyuruh Via untuk mengasuhnya sendiri. Sedangkan dia sendiri larut dalam kesedihannya, jarang pulang dan hanya minum-minum diluar sana. Benar dia tak pernah main-main dengan wanita diluar tapi tetap saja dia mengabaikan istrinya di rumah dalam kondisi seperti itu juga tidak dibenarkan. katakanlah dia egois tapi itu kenyataannya. Sehingga sangat istri mencari pelampiasan pada lelaki lain karenaerasa tidak di hargai.


"Rasanya sulit mbak, apalagi setelah kejadian ini, Pasti Via tidak akan peduli lagi pada saya dan Bagas"


"Tapi harus dicoba dulu mas Ruben. Saya melihat masih ada cinta dimata mbak Via untuk mas Ruben. Saat menceritakan kisah kalian, bagaimana eksoresinya saat menceritakan tentang mas Ruben itu terlihat bahwa istri anda sangat mencintai anda, hanya saja anda terlalu mengacuhkannya membuat dia jadi pribadi yang angkuh dan sombong. "


"Apa Saya perlu menyingkirkan Hans? "


"Tidak perlu sampai bertindak kriminal jika bisa dibicarakan baik-baik. Anda diskusikan dulu dengan istri anda minta baik-baik untuk meninggalkan hans. Dan buat hubungan yang lebih intim dengan istri anda agar dia merasa nyaman dengan anda terlebih dahulu. Jika mbak Via merasa nyaman dengan anda Saya rasa dia sendiri yang akan kembali kepada anda. Percayalah, Saya hnya ingin kebaikan untuk keluarga mas Ruben dan juga untuk kesembuhan bagas. Bangunlah rasa pengertian dihati mas Ruben juga mbak Via agar kebersamaan itu tercipta kembali. Bagas akan merasa lebih baik jika diperhatikan kedua orang tuanya. Dan Saya rasa itu akan dapat membantu kesembuhannya. "


Ruben mendengarkan kata-kata Indah yng panjang lebar dengan terus memandangnya. Baru kali ini ada seorang perempuan yang mampu membuatnya percaya dan mempunyai dorongan untuk memperbaiki rumah tangganya yang sudah retak. Seakan memberikan energi positif dalam dirinya agar menjadi lebih baik. Menghadapi Indah lelaki itu bagai tersihir.Ruben mengangkat wajahnya dan memandang Indah yang terus berceloteh menasehatinta. Bibir tipis yang mungil, wajah cantik bersih Indah membuatnya terpesona.


"Kok begitu sih memandangnya? "

__ADS_1


"Saya terpesona dengan mbak Indah. Andai saja.....? "


"Andaikan apa mas? "


"Andaikan saja Via seperti mbak. Berpikiran luas dan dewasa mungkin Saya akan lebih mendekat padanya"


"Manusia krmbarpun tetap berbeda mas Ruben"


"Bertemu anda Saya merasa banyak mendapat pelajaran juga sedang teman yang sudah lama hilang"


"Benar, Saya merasa telah menyia-nyiakan rumah tangga Saya sendiri dan hampir kehilangan istri Saya dengan jebodohan Saya sendiri"


"Jangan-jangan mas Ruben tersinggung dengan kata-kata Saya tadi? "


"Oh tidak sama sekali. Memang pada umumnya Saya ini punya kesan galak dan dingin dengan orang yang belum Saya kenal. Dan Saya ini orang yang gampang meledak-ledak jika sedang marah tapi setelah itu Saya tidak ada masalah"

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu Saya takut anda tersinggung"


Ruben meraih gelas di meja, kemudian diminum isinya sampai habis. Lelaki itu berdiri.


"Saya rasa sudah cukup lama Saya disini mbak Indah. Saya pamit dan maaf menganggu waktu senggang anda. "


"Tidak masalah. Terima kasih atas kunjungannya. Semoga rumah tangga mas Ruben juga mbak Via secepatnya membaik. Rencana besok Saya untuk mengunjungi Bagas jadi kan? "


"Tentu saja. Dengan senang hati Saya menyambut kedatangan anda. Ngomong-ngomong kekasih anda kemarin sangat tampan. Semoga anda berjodoh dengannya"


"Amiin Terima kasi do'anya Dan sampai bertemu lagi besok"


"oke"


Indah masih berdiri diambang pintu ketika mobil Ruben keluar dari halaman. Bagi Indah, Ruben merupakan tipe lelaki yang agak aneh. Dia tidak pernah menyangka Ruben akan berkunjung ke rumahnya hati ini. Barangkali dia rindu dengan kelembutan. Siapa tahu, selama ini dia bergaul dengan orang-orang yang keras. Lingkungan memang banyak mengubah perilaku seseorang.

__ADS_1


__ADS_2