
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah besar itu bercat putih. Ada taman kecil dipojok samping rumah. Tapi rupanya kurang terawat. Rumput liar banyak yang tumbuh diantara bunga mawar dan melati. Pintu depan rumah tertutup.
Indah memarkir mobilnya dibawah pohon mangga depan rumah. Pelan-pelan Indah keluar dari mobil. Dia mencari letak bel pintu didekat pintu. Tidak ada. Indah mengetuk pintu pelan. Lama dia menunggu. Dia nyaris putus asa. Diketuk nya lagi pintu itu. Seorang perempuan keluar. Rupanya dia baru saja bangun tidur. Rambutnya acak-acakan. Perempuan itu memandangnya agak curiga. Indah memperkirakan usia perempuan ini sekitar 30an.Dalam keadaan bangun tidur seperti ini wajahnya terlihat sangat cantik. Jika wajah itu dirias pasti lebih kelihatan cantik.. Agak lama perempuan itu memandang Indah. Pandangannya dingin dan sinis.
"Anda siapa? "
Indah mengulurkan tangan dengar menyebut namanya. Dengan sedikit malas perempuan bernama Via itu mempersilahkan Indah masuk dan duduk di kursi tamu.Via masuk jedalam.Sungguh terasa lama perempuan itu belum keluar lagi. Kesempatan itu digunakan Indah untuk mengamati seluruh ruangan. Terdapat kursi tamu yang sudah berdebu. Hiasan dinding yang berdebu dan banyak sarang laba-laba.Indah menduga betapa pemalas nya yang menghuni rumah ini. memang betul kata pak Adhi, keluarga ini unik. Kemudian terdengar suara keras dari dalam rumah seperti kaleng dipukul-pukul. kemudian terdengar suara perempuan sedang marah-marah. Indah bisa membayangkan keluarga seperti apa yang sedang dihadapinya ini.
Perempuan itu keluar lagi dengan wajah sedikit bersih. Rupanya baru saja cuci muka.. Tapi rambutnya hanya digulung keatas. Via duduk di kursi didepan Indah. Kakinya disilangkan, tampak betis dan sebagian pahanya yang putih.
__ADS_1
"Saya panggil apa sebaiknya? "
"Panggil apa saja"
"Kalau begitu panggil mbak saja ya? "
"Terserah"
"Saya mendapat rekomendasi dari guru pembimbing dikampus untuk meneliti anak mbak Via. dan ini surat rekomendasinya. "
Terlihat Via menganggukkan kepala membaca surat tersebut. Via memandang Indah dengan tatapan yang kurang suka.
__ADS_1
"Mungkin kami keberatan. Anak kami memang tidak sempurna tapi kami tidak setuju untuk bahan percobaan. "
"Bukan untuk bahan percobaan"
"Sudah banyak yang datang kemari dan kami tolak. Mas Ruben bisa marah nanti. "
"Siapa mas Ruben? "
"Suami saya. Dia tidak akan pernah memperbolehkan anaknya berkenalan dengan orang asing. Saya tidak mengusir tapi mbak sebaiknya tidak datang lagi. "
Indah memang tidak tahu apa yang terjadi dengan hubungan antara suami istri ini. Tapi Indah merasa yakin bahwa mereka tidak begitu memperhatikan keadaan putra mereka selama ini. Setelah perdebatan alot dengan pemilik rumah. Indah. pamit untuk pulang jerumahnya sendiri.
__ADS_1
Keesokan paginya dia datang kekampus untuk bertemu pak Adhi dan menceritakan kejadian kemarin dirumah Via. Pak Adhi memberikan saran untuk menemui lagi mereka dan berbicara lebih luas lagi agar mereka bisa memahami maksut dan tujuannya melakukan penelitian tersebut. Dan Indah bertekad untuk kembali kerumah itu karena jujur saja dia juga penasaran dengan kehidupan yang dijalani keluarga tersebut. Sepertinya akan ada kisah menarik dibalik hubungan mereka yang terlihat tidak akur. Bahkan kemarin terlihat Via sedng marah-marah saat menerima telfon dari sang suami. Bahkan tanpa malu dengan adanya Indah disana, Via mengumpay dengan kata-kata kasar suami juga sikecil yang ada didalam rumah tersebut.