
Menghindari Skylar adalah satu hal yang perlu di lakukan Spring agar persahabatannya dengan Lucy baik-baik saja. Tak menjalin hubungan dengannya dan sebisa mungkin membuat Skylar berhenti menyukainya. Karena di kehidupan sebelumnya, Skylarlah alasan hubungan Spring dan Lucy hancur. Dan Skylar juga yang membuat Spring tak bisa memberikan waktunya untuk Winter.
Spring tak ingin membuat kesalahan dan mengulang penyesalan untuk kedua kalinya. Tuhan telah memberikan kesempatan untuk Spring memperbaiki masa lalunya, maka hal yang merusak masa lalunya perlu di hindari.
Spring melangkahkan kakinya secara terburu-buru, tanpa mau menengok walau Skylar berteriak memanggilnya. Skylar terus mengikuti sambil bertanya tentang bagaimana Spring tahu bila Skylar menyukainya. Tapi spring tak mau menjawab, karena akan sangat aneh bila Spring menceritakan dirinya yang datang dari masa depan, dan tahu segala rentetan kejadian-kejadian di masa lalu. Termasuk dengan bagaimana Skylar dulu menyatakan perasaannya terhadap Spring.
Seperti orang tuli, Spring terus berjalan walau Skylar memintanya menunggu. Hingga membuat Skylar pun harus menarik tangan Spring agar bisa menghentikan langkahnya itu.
"Bisakah kamu menungguku terlebih dahulu, kita sudah lama tak jumpa. Aku ingin berbicara banyak denganmu."
Spring menghela kasar nafasnya. "Temanku sedang menunggu. Aku tak punya waktu untuk berbicara denganmu."
"Hanya sebentar saja, kumohon."
Spring menghepaskan tangan Skylar dari tangannya. "Sky, aku tak bisa bersamamu lebih lama, karena temanku sedang menungguku, jadi berhentilah mengikutiku." Spring pun kembali melangkahkan kakinya secara terburu-buru. Namun, langkah Skylar masih saja terdengar di belakangnya, hingga membuat Spring pun harus kembali menghentikan langkahnya, dan berbalik ke arah Skylar.
"Bisakah kamu tak mengikutiku! Sikapmu itu tak akan membuatku balik menyukaimu, justru hanya akan membuatku benci."
"Aku tak mengikutimu, tapi aku memang akan jalan ke arah sini. Karena motorku ku tinggal di tempat aku berkelahi tadi. Kamu tak perlu berprasangka buruk padaku, dasar wanita menyebalkan," ucap Skylar dengan raut kesalnya, lalu berjalan mendahului Spring.
Spring pun malu seketika dengan ucapannya, ia pikir Skylar mengikutinya. Dan yang lebih memalukan lagi di saat Spring berucap tentang dirinya yang tak akan berbalik suka pada Skylar. Spring pun harus tertunduk malu dan berjalan secara perlahan agar langkahnya bisa menjauh dengan Skylar. Hingga tak lama kemudian, Spring pun sampai di tempat Lucy menunggunya. Saat Spring menghampiri Lucy, raut wajah sahabatnya itu nampak sangat cemas.
"Darimana saja kamu, sudah beberapa kali aku menghubungimu tapi kamu tak menjawab teleponku. Aku sangat mengkhawatirkanmu, apa kamu baik-baik saja, Spring?"
Dengan cepat Spring pun segera mengecek ponselnya. Jelas saja Spring tak mengangkat telepon dari Lucy, secara ponselnya itu dalam keadaan mode diam.
"Maaf aku tak sempat mengangkat teleponmu, karena ponselku ternyata di silent."
"Lalu, di mana pria yang membawamu tadi? mengapa kakimu sampai memar, dan mengapa kamu tak mengenakan alas kaki, kemana sepatumu?" tanya Lucy yang berulang.
"Aku sangat baik-baik saja. Aku sudah membuang sepatuku, karena hak sepatuku terlepas di saat berlari."
__ADS_1
Lucy lalu mengambil salah satu sepatu di kantong belanjaan. "Pakailah ini. Sekarang di mana pria yang menarikmu. Aku harus memarahinya, karena dia sudah membuat kakimu memar bergini, Spring."
"Dia sudah pergi, kamu tak perlu pedulikan dia." Spring lalu merangkul lengan Lucy. "Lebih baik kita langsung pergi ke tempat makan, sepertinya perutku sudah berteriak kelaparan karena tadi terlalu banyak berlari."
"Tapi Spring, apa sebaiknya kita pulang saja. Kakimu terluka, bila pulang kamu bisa langsung mengobatinya."
"Mengisi perut jauh lebih penting dari pada harus mengobati memarku," ucap Spring sembari manarik lengan Lucy.
Dari tempat Lucy menunggu, perjalanan ke restoran tak membutuhkan waktu lama. Hanya membutuhkan lima menit mereka sudah sampai.
Restoran terbilang cukup sepi, karena memang berada di ujung jalan dan harus melewati gang bila ingin pergi kesana. Akan tetapi, rasa makanannya sangat enak seperti restoran-restoran yang berada di tempat strategis. Namun, di saat Spring tengah menikmati makanannya, tiba-tiba saja Skylar datang menghampiri.
"Bukankah sudah ku katakan jangan mengikutiku," ucapnya Spring yang sudah sangat kesal dengan Skylar yang tak berhenti mendekatinya.
Skylar tak mempedulikan ucapan Spring, ia tetap tak beranjak dari Spring. Namun, Skylar tiba-tiba saja berjongkok sembari memegang kaki Spring. Hingga membuat Spring pun panik setelah kakinya di pegang oleh pria yang membuatnya kesal tersebut.
"Apa yang kamu lakukan, Sky?"
Sementara Lucy, ia di buat terheran-heran dengan keberadaan Skylar, karena Lucy tak begitu tahu dengan kekasih Spring di kehidupan sebelumnya itu. Karena saharusnya pertemuan Spring dengan Skylar, di saat Skylar menjadi murid baru di sekolah. Begitupun pertemuan Lucy dengan Skylar.
"Siapa pria tampan yang mengobati kakimu itu?" bisik Lucy dengan mata yang melirik ke arah Skylar.
Spring sampai membuka mulutnya, setelah mendengar Lucy menyebut bila Skylar tampan. Karena menurut Spring tak ada pria yang lebih tampan dari Winter.
"Kamu bilang dia tampan. Apa matamu sedang bermasalah," ucap Spring dengan suara keras tanpa mempedulikan bila Skylar akan mendengarnya."
Spontan Skylar pun menyadari dengan apa yang di bahas Spring dan Lucy. Ia pun langsung berdiri ketika selesai mengobati memar di kaki Spring.
"Mata temanmu tidak bermasalah, tapi matamulah yang bermasalah. Aku ini memang tampan, kamu tak perlu mengelaknya."
Spring membuang nafasnya. "Hah, apa kamu pikir mataku yang bermasalah. Justru karena mataku dapat melihat jelas, aku jadi tahu rupa wajahmu.
__ADS_1
"Terserah apa katamu saja. Setelah kamu selesai makan, aku akan mengantarmu pulang. Aku akan menunggumu di luar," ucap Skylar sembari melangkahkan kakinya.
"Hei, siapa yang menyuruhmu menungguku. Aku akan pulang bersama temanku, jadi kamu tak perlu mengantarku," ucap Spring berteriak.
Skylar tak menanggapi ucapan Spring, ia terus berjalan keluar dari restoran, dan tetap menunggu Spring di sana.
"Kenapa kamu menolak di antar olehnya. Bukankah bila di antar olehnya akan jauh lebih baik. Kakimu memar, bila pulang denganku, kamu harus berjalan terlebih dahulu untuk mencari taxi."
"Mana bisa aku pulang dengannya. Hari ini dia sudah membuatku kesal, dan aku juga tak ingin membuatnya berpikiran bila aku memberinya kesempatan."
Lucy mengerutkan alisnya. "Memberinya kesempatan? Memangnya dia siapa. Setelah ku perhatikan, kamu tak seperti baru mengenalnya. Lalu, apa yang telah dia perbuat sampai membuatmu kesal?"
"Dia merupakan pria yang menariku tadi. Aku memang sudah mengenalnya sejak lama, karena kita pernah satu sekolah."
Lucy tergelak. "Tadinya aku ingin memarahinya, tapi karena tampan, aku jadi mengurungkan niatku itu. Karena sepertinya dia merupakan pria baik, dia sampai rela mengobati lukamu walau kamu bersikap dingin padanya."
Spring menggeleng. "Pria baik tak mungkin membuatku kesal."
**
Setelah selesai makan, Spring dan Lucy segera beranjak dari restoran. Spring pikir Skylar tak menunggunya, tapi Skylar benar-benar menunggunya di depan restoran walau Spring sudah sengaja membuatnya menunggu lama.
"Bukankah sudah kukatakan untuk tak menungguku. Bila aku pulang dengamu, temanku akan pulang sendiri."
Seketika Lucy menyerahkan semua barang belanjaan Spring kepada Skylar. "Kamu tak perlu memperdulikanku. Kamu bisa mengantar Spring, dan aku akan pulang sendiri." Lucy lalu terburu-buru beranjak meninggalkan Spring dengan Skylar.
"Mau kemana, bukankah kita harus pulang bersama," teriak Spring. Namun, Lucy terus saja berjalan cepat tanpa berbalik menghampiri Spring.
Skylar menarik lengan Spring. "Kamu tak bisa menolak ajakanku ini. Kakimu terluka, kamu harus secepatnya pulang," ucapnya sembari melangkahkan kakinya ke arah motornya di parkirkan.
Spring sampai menghela, ia sudah tak bisa menolak bantuan Skylar, karena Lucy malah pergi meninggalkannya dengan barang-barang belanjaannya. Terlebih lagi, kakinya Spring terasa sakit bila harus banyak berjalan. Apa lagi barang belanjaan sangat banyak bila harus di bawa sendiri.
__ADS_1