Back To 2012

Back To 2012
28. Liburan Yang Kacau


__ADS_3

Marah dan kesalnya Spring sudah di ambang batas. Seberapa keras Spring menghindar, Skylar tak pernah mau berhenti mendekatinya. Entah sampai kapan Skylar akan menyerah untuk mendapatkan Spring. Lelah sudah Spring berusaha untuk menjauh dari pria yang tak pantang menyerah itu.


Spring terdiam menyendiri menatap ombak yang tengah berdatangan di sisi pantai, raut wajahnya masih di tekuk kesal, matanya pun sedikit tergenang. Spring sangat ingin menangis karena terlalu kesal dengan Skylar. Skylar sudah mengacaukan waktunya bersama Winter. Spring pikir malam ini akan menjadi malam terindah, namun nyatanya malah jadi yang terburuk dari malam-malam sebelumnya.


Winter pun datang menghampiri Spring yang tengah di tekuk kesal itu. Winter datang sembari menyelimuti Spring dengan jaketnya.


"Bukankah di sini terlalu dingin. Aku sudah membuatkan api unggun di sana, apa lebih baik kamu diam di sana saja." Winter menunjuk api unggun yang sudah ia siapkan di dekat tenda."


"Aku tak mau pergi kesana, karena diam di sana hanya akan membuat marahku semakin naik," ucap Spring tanpa menatap Winter.


"Kalau begitu aku akan menyiapkan makan untukmu. Tunggulah, aku secepatnya akan kembali." Winter dengan cepat beranjak menyiapkan makan untuk Spring.


Winter dengan yang lainnya sibuk memanggang daging untuk makan malam, sementara Spring ia hanya duduk diam menunggu Winter membawakan makanan untuknya.


Hanya dalam kurun waktu 20 menit Winter meninggalkan Spring, daging panggang sudah tercium kuat di hidung Spring. Hingga membuat perutnya pun berteriak kelaparan. Dan baunya semakin kuat saja tercium ketika seseorang datang mendekat dari arah samping kirinya. Spring sudah yakin bila orang yang datang tersebut merupakan Winter, Spring pun dengan girangnya berbalik menatap ke arah samping kirinya tersebut.


Namun, sesaat Spring menatapnya, Spring langsung di buat kecewa. Ternyata prasangkanya salah, orang yang datang menghampirinya bukanlah Winter melainkan Skylar.


"Untuk apa kamu datang kesini?" tanya Spring dengan ketus.


"Aku hanya ingin mengantarkan ini kepadamu." Skylar meletakan piring berisi daging panggang di sisi kiri Spring.


"Aku hanya akan menunggu makanan yang sedang di siapkan Winter. Kamu boleh membawanya kembali, karena aku tak akan memakannya," ucap Spring yang raut wajahnya masih saja tekuk kesal.


Sikap Spring tersebut mampu membuat Skylar merasa bersalah. Skylar sangat menyesal karena sudah membuat Spring marah. Tapi bukan menyesal karena ia datang menyusul Spring ke tempat berkemah, melainkan ia menyesal karena sudah membawa Jinny.


"Apa kamu masih marah terhadapku?"


Spring menghela kasar nafasnya. "Kenapa kamu bertanya, bukankah sudah jelas bila aku masih marah terhadapmu."

__ADS_1


"Kalau begitu, aku minta maaf. Maaf karena sudah membuatmu marah dan maaf karena sudah membawa Jinny." Skylar menghela. "Jadi, apa kamu yakin akan menunggu Winter mengambilkan makanan untukmu."


"Tentu saja aku akan menunggunya." Spring dengan percaya dirinya akan menunggu Winter membawakan makanan, sementara perutnya terus menggonggong kelaparan.


Skylar pun tergelak seketika setelah mendengar suara nyaring dari perut Spring. "Apa kamu yakin akan menunggunya, tapi perutmu sepertinya sudah tidak sabar."


"Tentu saja aku akan menunggunya."


Skylar sampai menggeleng dengan sikap Spring yang merasa percaya diri akan menunggu Winter, sementara perutnya terus memberikan sinyal bahwa Spring sudah tak kuat untuk menahan lapar.


"Sepertinya Winter sedang sibuk bersama Jinny. Apa kamu yakin, makanan yang sedang di siapkan itu hanya untukmu saja. Aku tak yakin bila Winter hanya menyiapkan makan untukmu, apa dia juga sedang membuatkan makan untuk Jinny. Oleh sebab itu dia sangat lama membuatnya." Skylar yang mencari-cari alasan agar Spring mau menerima daging panggang buatannya itu.


Spring pun berbalik menatap ke arah Winter. Dan benar saja, bila Winter sedang sibuk memanggang daging bersama Jinny. Spring pun menghela kasar nafasnya, ia benar-benar kesal. Bisa-bisanya Winter sibuk bermain-main bersama Jinny, sementara Spring tengah kelaparan menunggunya.


Skylar pun kembali meraih piring yang berisi daging panggang buatannya, lalu menjulurkannya kepada Spring. "Jangan menunggunya, makanlah sebelum dingin. Tak baik bila menunda-nunda makan."


Terpaksa Spring pun harus menerima daging panggang yang sudah di siapkan Skylar. Karena perutnya sudah tak mau di beri kompromi lagi. Terlebih lagi, Spring sudah sangat kesal setelah melihat Winter bersama Jinny.


"Maaf sudah membuatmu menunggu," ucap Winter.


Seketika Spring pun beringsut dari tempatnya duduk. "Tak apa, lagi pula aku sudah kenyang. Sepertinya aku sudah mengantuk, aku akan langsung tidur." Lalu melangkah pergi dengan raut wajahnya yang nampak marah.


Spring berbaring di dalam tenda, matanya tertutup, namun ia tak bisa terlelap dari tidurnya. Hatinya sangat gelisah, karena suara Jinny yang terus menggoda Winter sangat jelas terdengar dari balik tenda. Spring tak bisa tenang tertidur, sementara Winter masih terjaga di luar bersama dengan Jinny. Ya, walaupun ada teman-teman lainnya yang masih juga terjaga. Tapi, perempuan gatal seperti Jinny mana bisa menjaga sikapnya. Meskipun Winter mencoba menghindar, Jinny pastinya akan terus mengganggunya.


Spring ingin keluar dari tendanya dan langsung memarahi Jinny, namun terlalu malu bila Spring marah-marah tanpa sebab. Secara, apa yang harus Spring marahi, bila dirinya dan Winter masih berstatus sebagai sahabat. Spring pun hanya bisa menahan marah dan kesalnya di balik selimut.


Hanya saat suara-suara orang di luar sudah tak terdengar, terutama suara Winter dan Jinny sudah tak terdengar lagi, barulah Spring dapat tertidur nyenyak. Sia-sia ia masuk tenda tapi tak bisa terlelap tidur sampai semua orang di luar masuk ke dalam tendanya masing-masing.


***

__ADS_1


Spring sangat terlelap dari tidurnya, hingga saat Winter datang membangunkannya, Spring sangat sulit di bangunkan. Winter terus berulang menepuk lembut pipi Spring, agar sahabatnya itu segera terbangun dari mimpi panjangnya. Winter sampai menghela karena harus menunggu beberapa menit untuk membuat Spring terbangun.


"Ada apa Winter?" tanya Spring dengan mata yang setengah berbuka.


"Ayo cepat bangun, kita harus bergegas pergi."


Spring seketika menatap celah di pintu tendanya, yang di balik celah tersebut masih terlihat gelap karena mungkin matahari belum terbit.


"Bukan waktunya kamu membangunkanku. Di luar masih gelap, untuk apa kamu membangunkannku? Aku masih mengantuk, Winter."


"Di luar memang masih gelap, karena aku membangunkanmu pukul 5 pagi."


Spring kembali menarik selimutnya. "Kalau begitu, aku akan kembali tertidur. Kamu bisa membangunkanku kembali pukul 7 pagi."


"Tidak bisa, kita harus secepatnya pergi sebelum yang lainnya terbangun. Terutama dengan Jinny dan Skylar."


Spring melebarkan matanya, lalu menatap heran wajah Winter. "Apa kita akan pulang sekarang? Ini masih terlalu pagi bila harus pulang."


Winter menggeleng cepat. "Kita tak akan pulang. Aku ingin membawamu berpergian keliling Chicago."


"Kita akan berpergian, dengan membawa barang bawaan yang begitu banyak. Mana bisa kita berpergian dengan membawa begitu banyak barang." Spring semakin keheranan dengan Winter yang mengajaknya berpergian, sementara barang-barang berkemahnya sangat banyak.


Winter tergelak. "Tentu saja kita tak akan membawa semuanya. Sebagian kita titipkan pada Skylar, karena dia membawa mobil."


Spring menghela. "Bagaimana caranya, katanya kamu tak ingin membuat Skylar terbangun tapi kamu ingin menitipkan barang."


"Tentu saja aku tidak membangunkannya. Aku akan menempelkan memo di tendanya."


"Dia tak akan menuruti permintaanmu. Lebih baik kita kembali tertidur, dari pada harus meninggalkan barang-barang di sini."

__ADS_1


"Dia memang tak akan menuruti permintaanku. Tapi bila memonya atas nama dirimu, dia pasti akan mau menuruti. Jadi cepatlah bersiap, aku akan menunggumu di luar," ucap Winter sambil beringsut keluar dari tenda Spring.


Memang benar, Skylar tak mungkin menolak bila Spring meminta bantuan. Ini kesempatan untuk Spring pergi sebelum Skylar ataupun Jinny bangun. Dan ini juga merupakan kesempatan untuk mengganti waktu Spring dan Winter yang sudah terbuang sia-sia karena ulah Skylar. Spring pun dengan cepat bersiap-siap sebelum Skylar dan yang lainnya yang bangun dari tidurnya.


__ADS_2