Back To 2012

Back To 2012
22. Welcome Skylar


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulangnya, Spring dan Skylar terdiam membisu. Skylar yang marah dengan Spring, dan Spring yang merasa tak enak hati setelah melarang Skylar untuk tak terlalu jauh menyukainya. Sepanjang jalan hanya terdengar suara mesin motor dan suara kendaraan yang lewat. Tak ada obrolan sama sekali selama Skylar mengantar pulang Spring.


Bukan tanpa alasan Spring melarang Skylar untuk tak menyukainya, hanya saja Spring tak ingin membuat Skylar melagkah lebih jauh mendalami perasaannya terhadap Spring. Karena sekeras apapun Skylar mencoba masuk ke dalam hatinya Spring, pada akhirnya dirinya akan patah hati. Dia akan tahu pria yang berada di hatinya Spring. Sama seperti dulu, saat dirinya menjalin hubungan spesial dengan Spring, dirinya akan tahu bila perasaan Spring tak bisa terlepas dari Winter. Spring tak ingin mengulang kesalahan untuk kedua kalinya, memanfaatkan perasaan Skylar hanya untuk melupakan Winter dari hatinya.


Sampainya di depan rumah, lagi-lagi Skylar dapat perlakuan buruk dari James. James datang menghampiri Spring dan Skylar, selepas putri tunggalnya itu turun dari motor.


"Habis di bawa kemana anak saya?" tanya James dengan sinis.


"Aku hanya di antar pulang olehnya. Aku dan Skylar bertemu di jalan, dan dia menawarkan tumpangan untukku," lontar Spring.


"Aku tak bertanya padamu, karena bila aku bertanya padamu, jawabanmu pasti hanya untuk membelanya."


Spring menghela. "Apa aku terlihat berbohong, sehingga ayah tak dapat percaya dengan ucapanku."


"Iya, aku tak dapat mempercayaimu. Tadi pagi kamu bilang akan menemui Winter, tapi saat pulang mengapa kamu bersamanya. Apa bertemu dengan Winter hanya alasanmu saja, agar aku dapat mengizinkanmu pergi berkencan dengannya."


"Ayah akan tahu setelah ayah menghubungi paman Edward. Aku memang pergi menemui Winter di sana. Dan aku tak berkencan dengan Skylar, lagi pula Skylar bukanlah kekasihku."


"Benarkah?"


"Tentu saja, aku tak membohongimu. Ayah sekarang harus meminta maaf pada Skylar karena telah menuduhnya."


James mendeham. "Ehem... Maaf karena telah menuduhmu," ucapnya yang masih memberikan tatapan sinisnya kepada Skylar, yang sekaakan-akan permintaan maafnya itu tak tulus.


Skylar tersenyum. "Iya tak apa, biarpun sekarang aku bukanlah kekasihnya Spring, tapi nanti, kemungkinan aku akan menjadi kekasihnya. Jadi mohon restui hubungan kami," ucap Skylar yang dengan cepat menyalakan mesin motornya, lalu terburu-buru pergi sebelum James semakin marah padanya.

__ADS_1


"Dasar anak nakal. Aku tak akan pernah merestuimu dengan anakku," teriak James.


"Sudahlah ayah, jangan terlalu menanggapi ucapannya, Skylar hanya bercanda," ucap Spring.


"Apa kamu pikir ucapannya hanya bercanda semata. Aku melihat dari tatapannya bila dia bersungguh-sungguh." James membuang kasar nafasnya. "Aku tak ingin bila kamu memiliki kekasih sepertinya, karena selain dia terlihat nakal, dia juga tak sopan padaku."


Spring tergelak. "Lalu bila itu Winter, ayah akan menyetujuinya?"


"Sebelum kamu menyelesaikan pendidikanmu, aku tak akan pernah menyetujui kamu berkencan dengan pria manapun. Tapi setelah kamu bisa berhasil menyelesaikan pendidikanmu, aku pasti akan menyetujuinya."


Spring menggeleng. "Mana bisa begitu, selepas aku berumur 18 tahun, ayah tak bisa melarangku berkencan. Karena menurut hukum, saat anak berusia 18 tahun para orang tua sudah harus membebaskan anaknya."


"Kamu tahu tidak, bila pikiran laki-laki akan kotor ketika berkencan. Bagaimana jika sampai Winter membuatmu hamil. Kamu akan berhenti bersekolah di saat kamu memutuskan untuk melahirkan anaknya."


Spring menghela dan kembali menggelengkan kepalanya. "Itu tak akan terjadi, Winter merupakan pria baik dan polos. Ayah tak perlu mengkhawatirkan masa depanku, karena di masa depan aku akan menjadi seorang penulis yang sukses." Spring lalu bergegas masuk ke rumah sambil mengabaikan ayahnya.


...****************...


Dua hari setelahnya, Spring masih tak melihat Winter pulang ke rumahnya. Spring pun harus pergi ke sekolah seorang diri tanpa Winter. Dan sampainya di sana, Spring langsung saja berpapasan dengan Jack. Awalnya Spring ketakutan ketika melihat Jack dari kejauhan. Namun, Spring malah di buat ketawa ketika dirinya lewat di dekat Jack, Jack dan teman-temannya itu langsung pergi terburu-buru ketika langkah Spring berada di dekatnya. Mungkin karena ancaman Skylar mempan terhadap Jack. Oleh sebab itu, di saat Spring lewat, Jack dan teman-temannya langsung bergegas pergi.


Sampainya Spring di kelas, semua orang heboh membicarakan tentang anak baru, yang menurut rumor akan mengisi bangku di kelas. Begitu Spring mendengar tentang pembicaraan mereka, Spring tak begitu penasaran tentang siapa anak baru yang akan datang ke kelasnya. Karena Spring sudah yakin bila Skylarlah yang tengah di bicarakan teman-teman di kelasnya. Spring bahkan semakin yakin lagi di saat Lucy heboh memuji Skylar.


"Tahukah kamu, anak baru yang akan datang ke kelas kita merupakan laki-laki tampan yang saat itu mengantarmu pulang. Tak hanya tampan saja, dia juga terlihat seperti anak orang kaya. Dia datang menggunakan motor yang harganya bisa mencapai miliyaran," ucap Lucy.


Spring menggeleng. "Apa kamu sangat kagum ketika melihatnya."

__ADS_1


"Tentu saja, selain tampan dia juga terlihat seperti orang kaya. Tak hanya itu saja, begitu dia berpapasan dengan Jack. Jack langsung ketakutan begitu di hampirinya. Padahal dia hanya datang menyapa. Aku yakin bila Jack pernah di kalahkan dia sebelumnya, oleh sebab itu, dia langsung menciut begitu dia datang menghampiri Jack dan teman-temannya."


Spring hanya tersenyum ketika menanggapi ucapan temannya tersebut. Secara, Spring sudah tahu alasan Jack yang ketakutan ketika melihat Skylar.


Adanya Skylar akan menjadi ancaman untuk Jack dan teman-temannya. Akan sangat beruntung bagi Spring yang bisa terhindar dari gangguan-gangguan anak nakal di sekolah. Akan tetapi, keberadaan Skylar akan membuat Spring tak nyaman. Skylar akan terus-menerus menempel pada Spring, walau Spring berusaha menghidarinya. Karena Skylar tak akan menyerah begitu saja sampai mendapat Spring sebagai wanitanya.


Begitu bel berbunyi, wali kelas datang bersama Skylar. Skylar di minta memperkenalkan diri di depan semua murid di kelas.


"Perkenalkan terlebih dahulu dirimu, agar semua murid di kelas ini dapat mengenalmu," ucap wali kelas.


Dengan siggap Skylar pun memperkenal dirinya. "Hm, namaku Skylar, kalian semua bisa memanggilku Sky, aku murid pindahan dari New York. Dan alasanku bersekolah di sini, itu karena aku jatuh cinta pada wanita yang sedang duduk di barisan ketiga," ucapnya sembari menujuk Spring.


Sontak saja semua mata pun tertuju pada Spring. Spring di buat malu setelah Skylar menunjuk dirinya. Wajahnya memerah karena di soraki oleh semua orang di kelas. Hingga membuat Spring pun spontan berdiri dari duduknya.


"Aku bukanlah kekasihnya, ku harap kalian tak berpikir seperti itu."


Skylar tergelak. "Apa aku menyebutmu sebagai kekasihku?"


Spring menelan salivanya sambil menghindari tatapan Skylar. "Tidak," ucapnya yang kembali duduk lalu menundukan kepalanya karena menahan malu.


Menyebalkan, Skylar baru masuk sekolah tapi sudah membuat Spring kesal. Bagaimana nanti, Skylar akan terus-menerus mengganggunya. Apa lagi tempat duduk Skylar berada tepat di sebelah Spring. Spring kemungkinan tak bisa fokus belajar karena keberadaan Skylar.


Sesaat Skylar memperkenalkan diri, Winter datang ke kelas. Tubuhnya sangat berkeringat, bahkan nafasnya terengah-engah seperti habis berlari.


"Maaf saya terlambat, bolehkah saya bergabung sekarang."

__ADS_1


"Langsung duduk saja," jawab wali kelas.


Raut wajah Spring seketika di tekuk kesal begitu Winter duduk di kursinya. Spring masih merasa kesal terhadap Winter, setelah dua hari yang lalu dirinya di bentak dan di usir oleh Winter di rumah pamannya. Terutama dengan Winter yang tak mau jujur mengenai kondisi kesehatannya.


__ADS_2