Back To 2012

Back To 2012
32. Menjadi Pusat perhatian


__ADS_3

Biarpun tak mau, Spring terpaksa harus menuruti kemauan Skylar. Spring sudah tahu kemana Skylar akan membawanya pergi. Seperti di kehidupan sebelumnya, Skylar membawa Spring pergi ke rumahnya.


Di hari ulang tahunnya yang ke 17, Skylar masih tetap sama seperti di kehidupan sebelumnya, Skylar mengadakan pesta di rumahnya. Dan sebelum pesta di mulai, Skylar meminta beberapa pelayan untuk menunjukan gaun yang akan di kenakan Spring nanti malam.


Gaun indah dan mewah yang panjangnya di atas di lutut di siapkan Skylar untuk Spring. Spring tak terlalu terkejut ataupun terkagum-kagum setelah melihatnya, karena mungkin Spring sudah pernah memakainya di kehidupan sebelumnya. Tak hanya gaun saja yang di siapkan Skylar untuk Spring, tapi juga sepatu hak tinggi yang sama indahnya seperti gaunnya.


Seusai Spring mengenakan gaun tersebut, Skylar langsung terpana, sama seperti di kehidupan Spring sebelumnya.


"Kamu tambah cantik setelah mengenakannya," ucap Skylar yang tersenyum manis menatap wanita pujaannnya itu.


"Ini masih belum seberapa, karena saya belum merias wajahnya. Bila nona sudah saya rias, tuan muda pasti akan semakin menyukainya," lontar salah satu pelayan yang membantu Spring mengubah penampilannya.


Spring sampai menggeleng dengan perlakuan Skylar yang sudah seperti layaknya kekasihnya itu. Mengapa pula Spring harus berpenampilan mewah dan cantik. Bila dulu Spring merupakan kekasihnya Skylar, pantas bila harus berpenampilan cantik di pesta ulang tahun kekasihnya. Tapi sekarang, Spring bukanlah siapa-siapanya Skylar. Untuk apa berpenampilan seperti layaknya Springlah peran utama di pestanya.


"Bukankah ini terlalu berlebihan. Aku bukanlah peran utama di pestamu, bukankah yang seharusnya sibuk merubah berpenampilan itu kamu, Sky."


Skylar tersenyum. "Tentu saja aku pun akan berpenampilan terbaik di pesta ulang tahunku. Tapi aku juga ingin kamu berpenampilan cantik di pesta ulang tahunku."


Spring menghela. "Berpenampilan sederhana sudah cukup bagiku. Bukankah tujuanmu membawaku kesini hanya untuk menemanimu. Dan yang seharusnya sibuk merubah penampilan itu kamu bukanlah aku."


"Itu tidak cukup bagiku. Aku ingin kamu menjadi pusat perhatian orang-orang di pesta ulang tahunku nanti."


Spring sampai membuang kasar nafasnya setelah mendengar apa yang di ucapkan Skylar tersebut. "Untuk apa aku menjadi pusat perhatian orang-orang. Apakah kamu ingin mempermalukanku, karena aku adalah satu-satunya wanita yang menolak pria tampan dan kaya sepertimu."


Ucapan Spring tersebut terdengar keterlaluan untuk Skylar, hingga membuat Skylar pun merasa kesal setelah mendengarnya.

__ADS_1


"Apa aku ini terlihat buruk bagimu. Kamu selalu saja berpikiran negatif terhadapku."


"Lalu untuk apa kamu menjadikanku pusat perhatian orang-orang?" tanya Spring di tekuk kesal.


"Aku ingin kamu menjadi pasanganku di pesta ulang tahunku nanti."


Menjadikan Spring sebagai pasangan, itu tandanya Spring akan di perkenalkan Skylar sebagai kekasihnya. Spring tak habis pikir bila sampai Skylar akan membonghongi orang-orang tentang statusnya yang sebagai kekasihnya Spring. Tentu saja Spring tak akan mau bila harus menipu orang-orang. Terlebih lagi, rumor tersebut pasti akan terdengar oleh Winter. Winter memang tak menginginkan Spring sebagai kekasihnya. Tapi Spring sudah sangat yakin bila Winter juga memiliki perasaan sama dengannya. Spring tak ingin membuat Winter salah paham apa lagi sampai harus menyakiti hatinya.


"Apa kamu belum cukup setelah membuat rumor palsu tentang kita kepada Jack. Sampai-sampai aku harus di gosipkan orang-orang sebagai kekasihmu. Setiap hari aku harus kerepotan menjelaskan tentang hubungan kita yang sebenarnya kepada orang-orang yang bertanya."


Skylar menghela. "Menjadi pasanganku di pesta bukan berarti kamu menjadi kekasihku. Kamu hanyalah ratuku semalam saja. Walaupun aku sangat mengharapkanmu menjadi pasanganku sesungguhnya. Bukan berarti aku memaksamu untuk menjadi kekasihku. Aku hanya akan menunggumu sampai kamu berkata bersedia menjadi kekasihku."


"Bukankah orang-orang akan tetap bergosip tentang kita. Bagaimana bisa kita terhindar dari pembicaraan orang-orang." Spring tak terlalu yakin bila orang-orang hanya akan menganggap hubungan Spring dan Skylar hanya berteman saja.


Skylar tersenyum. "Aku akan memperkenalkanmu sebagai teman terbaikku. Jadi kamu tak perlu khawatir. Seperti di acara from night, setiap pasangan yang hadir di pesta bukan berarti mereka semua adalah sepasang kekasih. Kamu mengerti kan?"


Skylar tergelak, lalu dengan refleks tangannya mengacak-ngacak rambut Spring. "Tentu saja tidak tuan putriku. Lebih baik kamu secepatnya berdandan cantik. Aku sudah tidak sabar melihat penampilan cantik dari tuan putriku ini."


**


Sekitar pukul 7 malam, orang-orang pun berdatangan ke rumah Skylar untuk mengikuti pesta ulang tahun pria yang kini menginjak usia 17 tahun itu.


Spring yang berpenampilan bak seperti tuan putri itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang hadir. Begitupun dengan sang pemeran utama, yang juga menjadi pusat perhatian orang-orang. Bahkan orang-orang sampai ada yang menyebut bila Spring dan Skylar merupakan pasangan kekasih yang sangat serasi. Hal tersebut membuat Spring merasa tak nyaman. Apa lagi, Winter juga hadir di acara pesta ulang tahun Skylar tersebut. Spring sampai gelisah setengah mati setelah melihatnya.


Tentu saja Skylar tak tinggal diam, setelah orang-orang memuji Spring sebagai kekasih sempurnanya. Skylar pun memperkenalkan Spring sebagai teman terbaiknya di hadapan orang-orang. Akan tetapi, di puncak acara Skylar tiba-tiba saja berlutut sambil menunjukan sebuah kotak perhiasan yang berisi gelang indah kepada Spring.

__ADS_1


"Aku mencintaimu dan menyukaimu sejak lama. Aku ingin menjadi satu-satunya pria yang kamu cintai. Begitu pun dengan aku yang akan menjadikanmu satu-satunya wanita yang ku cintai. Apakah kamu bersedia menjadi kekasihku."


Betapa gugup dan gelisahnya Spring setelah mendengar pernyataan cinta Skylar tersebut. Terlebih lagi semua mata tertuju padanya, termasuk juga dengan Winter. Dan bagaimana bisa Spring menolak Skylar di hadapan orang-orang. Jika sampai Spring menolaknya, Skylar akan mendapat malu di depan banyak orang.


"Bisakah kita pergi ke tempat lain sebentar. Aku ingin berbicara empat mata denganmu."


"Tidak bisa." Skylar langsung memasangkan gelang tersebut di pergelangan tangan Spring. "Kamu tak perlu menjawabnya sekarang. Aku akan dengan sabar menunggu jawabanmu."


Semua orang pun bersorak dan menuntut Spring untuk segera memberikan jawabannya sekarang. Sorakan dan tatapan semua orang itu membuat Spring semakin gugup saja, kakinya bergetar, dan bahkan wajahnya pun pucat seketika.


Skylar tak tinggal diam setelah melihat wajah Spring yang sangat pucat itu. Ia pun dengan cepat menghentikan orang-orang untuk menuntut Spring memberikan jawabannya.


"Maaf, aku tak akan terburu-buru memintanya untuk memberikan jawabannya sekarang. Kalian bersabarlah untuk menunggu kabarnya."


Semua orang pun akhirnya berhenti menyoraki Spring. Skylar kemudian memberikan tangannya agar Spring menggenggamnya.


"Sepertinya di sini membuatmu tak nyaman, apa sebaiknya kita pergi ke tempat sepi sebentar." Sesaat Spring meraih tangannya, Skylar pun bergegas pergi membawa Spring dari tempat ramai.


Skylar membawa Spring ke taman belakang rumahnya, yang memang di sana bukanlah zona untuk di datangi orang-orang selain dirinya dan para pelayan di rumahnya.


Setelah mereka menghentikan langkahnya, Spring dengan cepat menghempas tangan Skylar. "Jadi ini yang kamu maksud, membuatku menjadi pusat perhatian orang-orang karena kamu ingin membuatku terpojok, agar aku bisa menerima pernyataan cintamu," ucapnya kesal.


"Aku tak ingin membuatmu terpojok, aku hanya ingin memperkenalkanmu kepada semua orang, bahwa kamu adalah wanita yang ku cintai selama ini. Dan aku pun tak memintamu untuk langsung menjawabnya sekarang."


Spring menghela kasar nafasnya. "Di sini aku hanya menemanimu, bukan untuk di pojokan seperti tadi. Kamu harus tahu, aku tak bisa menerimamu karena kamu bukanlah orang yang ku cintai. Jadi jangan terlalu berharap untuk memilikiku."

__ADS_1


Spring pun pergi meninggalkan Skylar dengan raut kesalnya. Spring sudah benar-benar sangat kesal bahkan sangat marah terhadap Skylar.


__ADS_2